New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month June 2018 Next month
M T W T F S S
week 22 1 2 3
week 23 4 5 6 7 8 9 10
week 24 11 12 13 14 15 16 17
week 25 18 19 20 21 22 23 24
week 26 25 26 27 28 29 30
 

MERDEKA !!!

 

merd1Sejak kemarin hingga hari ini begitu banyak kita semua membaca, menerima, atau mengirim kata MERDEKA. Ya hari ini negara kita genap 72 tahun Merdeka. Secara nasionalis kita semua wajib merayakan kegembiraan atas kemerdekaan negara kita. Kalimat kalimat yang tidak lari dari situasi kemerdekaan banyak menghiasi lingkungan. Dan banyak acara digelar. Mulai dari lomba lomba di kampung. Atau pesta diskon di tempat perbelanjaan. Itu suasana Agustus. Setiap tahun.

MERDEKA, sebuah kata yang harus kita praktekkan juga dalam kehidupan kita. Apakah selama ini kita masih terbelenggu dengan waktu? Perenungannya. Apakah kita sudah memiliki waktu untuk orang orang yang kita kasihi.Bagi yang sudah berkeluarga, apakah mempunyai waktu yang cukup untuk anak anak kita yang usia balita, atau masih SD, SMP, SMA... ? Seberapa sering kita kita bisa berjalan dengan orang tua kita?

Kalau kita belum bisa memberi waktu cukup pada orang orang yang kita kasihi, bukan berarti kita tidak mencintai mereka. Hanya karena alasan yang sama. Kita semua masih punya kewajiban untuk bekerja. Apalagi yang berstatus sebagai karyawan. Itu problem kita semua. Problem yang sama. Waktu lalu saya berbincang dengan teman sebaya. Yang saat ini memiliki anak usia kisaran 18 tahunan hingga 20 tahunan. Saat ini kondisinya keuangan sudah cukup mapan. Dan sudah memiliki banyak waktu luang. Tidak punya kewajiban jam kerja. Namun anak anak pada usia tersebut sudah ‘hilang’. Mereka sudah mempunyai dunia sendiri. Dunia pergaulan usia mereka. Memang ironis. Saat anak anak masih butuh orang tua. Di saat itu para orang tua benar benar memanfaatkan waktunya untuk bekerja. Seakan tidak ada waktu untuk anak anak. Namun di saat orang tua sudah lebih bebas waktunya, anak anak sudah ‘tidak' membutuhkan waktu orang tua.

Belajar dari situasi Ini, saya sering berbagi inspirasi kepada generasi milenial. Agar mulai berpikir untuk bisa lolos dari situasi yang dirasakan para orang tua mereka. Khususnya generasi baby boomer. Generasi yang sekarang berusia awal 50 tahunan.

Apa yang harus dipelajari?Tentu saja bagaimana bisa mendapatkan ‘kendaraan’ dalam memperoleh penghasilan. Bekerja bukan berarti barter waktu. Dulu orang tua mengatakan, untuk sukses harus bekerja keras. Harus ulet. Bahkan mungkin bekerja siang malam. Namun hari ini alternatif cara mendapat penghasilan demikian beragam. Sehingga dalam menentukan memperoleh penghasilan harus sesuai dengan visi yang diharapkan. Bekerja dengan barter waktu memang tidak bisa dihindari. Namun harus mempunyai batasan yang jelas. Sampai kapan? Haruskah kita barter waktu hingga usia 55 tahun, seperti yang digambarkan sebagai usia pensiun pada masa lalu (atau masih saat ini)? Ini yang harus jadi pemikiran yang lebih tajam. Pilihan bekerja yang seperti apa yang memungkinkan bisa mempunyai pasif income pada kurun waktu tertentu? Sehingga ketika anak anak masih membutuhkan waktu orang tua, di saat yang sama orang tua bisa punya waktu buat anak anaknya. Sering saya perhatikan di saat liburan, baik libur lebaran, atau libur natal. Di tempat tempat wisata sangat penuh sesak. Jalan darat padat. Ber macet ria. Harga tiket pesawat mahal. Harga hotel mahal. Harga makanan mahal dan antri penuh sesak. Di wahana bermain harus antri ber jam jam untuk menikmati permainan. Rela terpanas panaskan berbaris. Saat itu begitu banyak kalimat dan kata kata hiburan. Menikmati kemacetan. Akal sehat kah Itu? Bagaimana hal yang tidak nyaman bisa dinikmati? Semua karena satu alasan. Mereka bisa menikmati liburan hanya pada saat saat yang seperti itu. Karena itu waktunya libur kerja. Pernahkah kita sama sama bayangkan. Bagaimana kita pergi bersama anak anak. Ke tempat yang sama. Dengan jalan yang relatif lancar. Wahana permainan bisa dinikmati tanpa harus antri ber jam jam. Anak anak bisa merasakan semua sensasi permainan dengan bebas. Bahkan harga tiket pesawat dan hotel dengan harga yang lebih murah. Sehingga kelebihan budget bisa dipergunakan untuk pengeluaran atau belanja yang lebih banyak. Saya percaya situasi seperti ini akan lebih menyenangkan. Dan hal itu bisa terjadi, bila kita bisa punya waktu yang tidak terbelenggu.

Cerita ini sama sekali tidak bermaksud menghina situasi yang mungkin terjadi pada kita. Namun secara positif jadikan inspirasi. Tidak ada waktu yang terlambat untuk memulai. Asal kita sadar. Bahwa kita punya kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang.Banyak mentor bisnis yang bisa menjadi ajang bertanya. Asal kita mau. Akan banyak jalan yang bisa mengarahkan. Dirgahayu Indonesia. Kemerdekaan sukses adalah hak kita semua. Rakyat Indonesia.

See you at the top. Going to the Next Level. (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1559371