New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month June 2018 Next month
M T W T F S S
week 22 1 2 3
week 23 4 5 6 7 8 9 10
week 24 11 12 13 14 15 16 17
week 25 18 19 20 21 22 23 24
week 26 25 26 27 28 29 30
 

2016 - TINDAKAN KECIL MENGUBAH DUNIA

perayaan-tahun-baru

Selamat datang tahun yang baru, selamat menyambut 2016...

Seperti biasa di awal tahun kebanyakan dari kita membuat rencana kehidupan yang ujungnya mengharapkan tahun yang akan dilewati akan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin.

Sejumlah impian dinyatakan, sejumlah harapan ingin diwujudkan. Dan sah sah saja setiap orang menulis hal hal besar yang ingin dicapainya. Toh semuanya gratis...tis...dan tanpa hukuman bila gagal meraihnya. Beragam cara dari banyak inspirator untuk menuntunnya. Yang paling umum adalah membuat dream book. Menulis, menggambar, atau memotong gambar dan menempelkannya di sebuah buku. Atau poster yang ditempel di tempat yang mudah terlihat.

Namun....tanpa mengecilkan semua impian besar yang dideklarasikan, namun sebuah renungan patut mengiringi kita menyambut harapan baru.

Karena hal hal besar akan dicapai bila hal hal kecil sudah dilakukan sejalan dengan tindakan hal hal besar. Oleh karena itu sejenak kita berdiam membayangkan banyak hal dan situasi yang selalu ada dalam kehidupan kita.

 

Seringkali kita mendapatkan hal hal yang bagi kita menjengkelkan khususnya berkenaan dengan sikap orang lain. Kejengkelan yang kita rasakan bisa mengganggu kehidupan kita. Karena membuat perasaan kita akan berpengaruh terhadap pikiran dan tindakan kita. Apa yang kita rasakan itulah dunia yang kita hadapi. Dan jangan pernah berusaha mengubah dunia dengan berharap orang lain mengubah sikapnya. Dengan berharap orang lain berubah, kita akan frustasi. Oleh karena itu.....

Untuk bisa mengubah dunia, mulailah mengubah diri sendiri, dan selalu melakukan yang terbaik.

Melakukan hal kecil yang positif, akan menjadi sebuah kebiasaan hidup. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus, akan menjadi karakter. Dengan karakter positif akan membuka jalan menuju kesuksesan.

 

smile1TERSENYUM

Di dalam persepsi kita dibentuk bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah. Betulkah?

Di dalam berbagai kesempatan, bila berada di dalam lift khususnya hotel. Dan ada orang asing yang berada di dalamnya, atau yang baru masuk, siapakah yang memberi ucapan terlebih dahulu? Orang asing atau kita? Justru saya lebih mendapati bahwa orang asing lebih ramah dibanding bangsa kita. Tanpa harus menyalahkan siapapun juga, kita sama sama belajar untuk mengaminkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang ramah.

Belajar memberi senyum manis terlebih dahulu kepada siapapun ketika kita bertemu dalam sebuah komunitas. Cobalah bercermin dan lihatlah apakah senyum kita sudah nyaman bagi orang lain. Memang, senyumpun harus dipelajari.

Apakah Anda pernah melihat senyum kecut? Senyum sinis? Senyum malu malu? Atau senyum yang terpaksa? Saya percaya Anda pernah merasakan atau melihatnya.

Kalau kita bepergian dengan pesawat, seringkali standar operasi mereka seorang Pramugari akan memberi sambutan dengan senyuman. Namun kita bisa merasakan ketulusan yang tersampaikan pada senyuman mereka. Kadang kita harus menerima sebuah senyum yang tidak mencerminkan 'rasa', yang ada adalah senyuman kebiasaan. Dan kita merasakannya.

Oleh karena itu senyum yang kita berikan ke orang lain, harus jauh dari kesan itu. Membagi senyum akan menjadi budaya. Dan orang yang menerima senyum akan berusaha membalasnya. Berikan senyum terbaik kita dua detik lebih lama kepada orang lain. Kalaupun tidak mendapat balasan, tidak ada kerugian apapun yang kita alami. Keep smile !! (HC)

 

tepat waktuTEPAT WAKTU

Dalam setiap kesempatan jadikan tepat waktu sebagai budaya hidup kita. Jangan memberikan kesempatan sedikitpun pada diri sendiri untuk memberi kesempatan untuk tidak tepat waktu. Dan mencoba memaafkan diri sendiri.

Belajar tepat waktu adalah pelajaran menghargai diri sendiri dan orang lain.

Bila kita tidak bisa tepat waktu bila berhubungan dengan orang lain, maka secara langsung kita merugikan dia.

Oleh karena itu biasakan selalu melakukan persiapan lebih awal dalam setiap hal. Seringkali saya berjumpa dengan orang yang mengatakan, mengapa harus stress soal waktu, kita hidup harus enjoy. Pernyataan hidup harus enjoy tidaklah salah, namun tidak menghargai waktu akan berdampak. Orang akan tidak suka berhubungan bisnis dengan kita. Dan kita memberikan contoh yang tidak baik kepada orang lain, khususnya bila kita sebagai orang tua, maka kita tidak memberi teladan kepada anak anak kita.

Ketidak tepatan waktu bisa dimaklumi bila menyangkut hal hal yang tidak bisa dikontrol. Misalnya, kita sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, namun di jalan ada kecelakaan yang menyebabkan jalan macet. Hal seperti ini adalah hal yang di luar kemampuan kita. Kalau jalanan macet pada jam jam tertentu, hal ini bisa diantisipasi dengan berangkat lebih awal dan memperhatikan jam jam sibuk.

Dalam kehidupan, semua hal bisa dibayarkan, namun waktu tidak pernah berlaku surut. Kita kehilangan uang, maka kita bisa mencari dan menggantinya. Namun kalau kita kehilang waktu, kita tidak bisa menggantinya. (HC)

 

BERPIKIR UNTUK ORANG LAIN

 

Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan banyak tindakan yang berhubungan dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu banyak sikap atau tindakan kita yang mau tidak mau bisa mempengaruhi orang lain. Membuat orang lain tidak nyaman. Namun apabila kita mau mengubah tindakan kita untuk melakukan hal kecil tanpa disebut berkorban, namun berdampak positif bagi orang lain, mengapa kita tidak melakukannya?

 

parkirPARKIR

Sering saya menjumpai mobil parkir tidak sesuai garis yang memandu posisi mobil. Dan seharusnya cukup dipakai dua mobil, namun karena posisi yang tidak seharusnya hanya bisa dipakai satu mobil. Dalam situasi kesulitan mencari tempat parkir, apa yang Anda atau orang lain pikirkan?

Hal sederhana seperti ini haruslah kita memulai dari diri sendiri. Mau ada garis pemandu, atau tidak, usahakan memarkir kendaraan dengan memikirkan orang lain. Parkirlah di tempat yang sesuai pada posisi. Sehingga semua lahan bisa dipergunakan oleh orang lain secara efektif. Oh ya....hampir lupa...kalaupun kita parkir yang menghalangi mobil orang lain, jangan lupa pada posisi netral. Melakukan ini tanpa membuat kita berkorban. (HC)

 

restoDi CAFE atau RESTO

Satu waktu saya bersama teman teman makan di suatu warung bebek yang terkenal di Surabaya. Saat itu jam makan siang, tentu saja suasananya cukup padat. Sehingga banyak pengunjung yang harus berdiri menunggu antrian tempat duduk. Mereka banyak yang rela antri demi menikmati lezatnya makanan yang banyak jadi trending topic penyuka kuliner rakyat.

Yang menjadi perhatian saya, di salah satu sudut ruangan, ada satu meja berisi empat orang yang sudah selesai makan, mereka asyik berbincang dan bersenda gurau. Salah satu dari mereka merokok. Mereka seakan lupa bahwa di saat yang sama banyak pengunjung lain yang rela antri berdiri menunggu pengunjung lain yang selesai makan. Mereka seperti tidak melihat situasi itu. Dan mereka seakan berpikir bahwa itu hak mereka sebagai pelanggan. Sementara yang lagi antri tentu merasakan hal yang tidak mengenakkan. Sekali lagi, kita dituntut untuk selalu sensitif terhadap lingkungan kita. Belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain.

Hal yang sama sering terjadi di tempat tempat semacam cafe atau resto. Datang berdua, namun menggunakan meja yang tidak bisa dipisah dengan enam tempat duduk. Padahal masih banyak meja dengan dua kursi yang masih kosong. Bila kita yang melakukan hal tersebut, maka kita merugikan pemilik resto. Karena kursi di sebelah kita yang kosong tidak bisa terisi orang lain. Carilah tempat dengan kursi sesuai kapasitas kita, dan tanpa terasa kita telah melakukan hal yang positif. (HC)

 

atmATM

Antrian panjang di salah satu ATM. Dan kita menyaksikan seseorang melakukan transaksi tranfer dengan membawa catatan yang cukup panjang. Apa reaksi orang orang yang mengantri?

Memang merupakan hak kita bila kita sudah berada di dalam ruangan ATM atau di depan mesin untuk memakai fasilitasnya. Namun bersikap bijak dan memikirkan orang lain yang antri dengan sejumlah kepentingan. Mungkin ada yang harus menarik tunai, atau mentranfer karena ada keluarga yang sakit, atau hal hal lain yang mempunyai tingkat urgensi.

Bila kita mau melakukan transaksi yang panjang, carilah lokasi ATM yang menyediakan banyak mesin. Sehingga yang kita lakukan tidak mengganggu orang lain.

Bila Anda ingin tranfer saja, gunakan mesin non tunai. Karena kadang kita melihat ada orang yang melakukan tranfer di mesin pengambilan tunai, sementara mesin non tunai dalam kondisi normal dan kosong. Sedangkan orang lain yang memerlukan mengambil uang harus mengantri di belakang Anda.

Lakukan hal hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Maka kebahagian akan datang dengan sendirinya. (HC)

 

ranselTAS RANSEL

Menggunakan tas ransel sangatlah praktis. Sekalipun tas penuh dengan barang bawaan, namun tidak perku dinjinjing. Cukup digendong di punggung. Pemandangan seperti ini sering saya jumpai bila sedang bepergian, baik di bandara ataupun stasiun kereta api. Yang cukup menjadi perhatian, seringkali pengguna ransel tidak menyadari bahwa dimensi tubuhnya sudah berkembang menjulang ke kebelakang. Sehingga orang yang berada di samping atau belakangnya sering terganggu bahkan 'tertampar' punuk jadi jadian. Ironisnya, kadang penyandang ransel tidak menyadari kejadian tersebut. Pemandangan seperti ini jadi hal yang rutin ketika berada di area keramaian. Oleh karena itu, bila suatu saat kita sebagai pengguna ransel, belajar untuk tanggap terhadap sekeliling. Sehingga keberadaan kita tidak menjadi umpatan, atau membuat orang lain tidak nyaman. Hal kecil namun besar pengaruhnya bagi orang orang di dekat kita. (HC)

 

spbu 1MENGISI BAHAN BAKAR

Saat kita memasuki SPBU, dan di depan kita masih ada mobil yang siap menuju Pompa pengisian. Dan pengemudi membuka jendela pengisian sambil mengucapkan 150 ribu, sebagai isyarat pegawai SPBU untuk mengisi sesuai angka tersebut.

Dan mata pengemudi menatap putaran angka di meter, seakan takut angka tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan ketika petugas selesai dan minta persetujuan pengemudi, diiringi anggukan tanda setuju. Yang menarik, sang pengemudi mengeluarkan dompetnya, dan memberikan uang 200 ribu kepada petugas. Dan menunggu kembalian uang.

Sementara itu mobil di belakangnya menggerutu menyaksikan kejadian tersebut.

Mengapa pengemudi di depan, tidak sedari tadi membayar, atau setidaknya mempersiapkan uangnya terlebih dahulu sehingga begitu selesai mengisi bisa langsung berangkat, dan mobil di belakangnya bisa langsung maju dan mendapatkan giliran.

Banyak kejadian seperti ini, karena tidak pernah memikirkan orang lain. Sehingga membuat orang lain jengkel, dan harus ber lama lama, hanya karena hal kecil. Belajar dari kejadian tadi, tentunya akan lebih baik bila kita di saat yang sama, mempersiapkan uang terlebih dahulu, pada saat masih terjadi proses pengisian. Dan saat selesai orang lainpun dengan cepat bisa terlayani. (HC)

 

duka1DI RUMAH DUKA

Pembicaraan ini sering saya dengar ketika melayat keluarga atau teman yang lagi berduka, karena ada orang tua, atau saudara yang meninggal.

"Kenapa meninggalnya?"

"Sakit apa?"

"Sudah berapa lama?"

Dan beberapa pertanyaan lain yang serupa.

Tahukah kita, dengan pertanyaan yang kurang lebih sama, yang berduka harus menjelaskan pertanyaan itu berulang ulang. Dan ketika mereka mencoba untuk melupakan kesusahan sejenak, para pelayat memaksa mereka untuk menceritakan hal yang menyedihkan. Apalagi kalau yang meninggal akibat kecelakaan, pelayat justru bertanya kronologisnya. Dan yang berduka kembali menceritakan kejadian yang memilukan tersebut.

Kedatangan kita yang harusnya menjadikan mereka terhibur, atau setidaknya sejenak melupakan hal hal menyedihkan, tanpa terasa justru kedatangan para pelayat menambah kesedihan.

Saya tahu, kadang pelayat tidak bermaksud seperti itu. Mereka hanya ingin bersimpati dengan menanyakan pertanyaan rutin. Dan tidak terasa malah membuat orang semakin sedih.

Oleh karena itu, kita belajar untuk mengubah cara kita berdialog. Kita bisa memberi kekuatan yang menghibur. Dan menanyakan hal hal apa yang sekiranya kita bisa membantu, melakukan hal hal yang bisa kita lakukan. Membicarakan hal hal lain di luar topik kesedihan akan mengurangi beban sesaat kepada kawan atau kerabat yang berduka. Hal sederhana ini akan berdampak kepada orang lain. (HC)

 

karetPERMEN KARET

Sementara saya menunggu seorang kawan mengambil mobil di airport Semarang. Saya sandarkan tubuh di salah satu kolom di dekat daerah penjemputan. Sesaat saya melihat mobil kawan saya mendekat, maka sayapun beranjak untuk mendekat. Namun gerakan saya sedikit terhambat, seakan baju saya ada yang menarik. Uuuppss....ternyata ada karet yang menempel di baju saya. Dan bukan karet biasa...namun permen karet...yang tentu saja permen yang habis dikunyah dan dikeluarkan dari mulut.

Hal kecil namun kadang orang tidak mau berpikir untuk orang lain. Pelaku tidak pernah tertangkap atau dihukum. Dan semua pelaku akan mengatakan tidak sengaja. Tidak bermaksud merugikan orang lain dan sejumlah alasan lain. Bila memang hobby mengunyah permen karet, maka persiapkan tempat atau apapun agar bekas kunyahan bisa diamankan. (HC)

 

halteKETUKAN, GOYANGAN YANG MENGGANGGU

Saat kita menonton film tentunya kita mengharapkan suasana yang nyaman. Bukan hanya gambar dan suara yang bagus, namun juga suasana secara keseluruhan. Satu waktu lagi enaknya nonton, bagian punggung kursi terasa ada ketukan halus. Dan bukan sekali terasa, namun terasa seperti ritme. Mendiamkan ternyata bukan solusi yang benar. Karena bagian belakang kursi masih terasa goyangannya. Tentunya saya agak bangkit setengah berdiri dan menoleh ke belakang, agar orang di belakang bisa tahu signal yang saya berikan. Sayangnya orang di belakang tidak peka. Terdiam sesaat. Namun tidak berapa lama kakinya tetap bergoyang hingga menyentuh punggung kursi. Maka tidak jalan lain selain menegur. Dan berhenti. Kejadian seperti ini harusnya tidak perlu terjadi kalau setiap orang bisa peka terhadap apa yang dilakukan. Hal yang sama sering terjadi bila kita duduk di dalam pesawat. Bahkan kadang mereka tidak sadar menggunakan meja kecil tersebut digunakan sandaran kepala untuk tidur. Tentu saja setiap gerakan kepala atau badannya akan mengganggu kita yang duduk di depannya. Belajar dari situasi ini, kita harus peka terhadap sekitar kita. Sehingga apa yang kita lakukan tidak akan mengganggu lingkungan kita. (HC)

 

Kejadian dan situasi di atas adalah sejumlah kejadian kecil yang sempat dialami oleh sebagian dari kita. Masih banyak hal lain yang bisa dirasakan dan dialami oleh sebagian orang yang lain. Ajakan dan himbauan, mari kita bersama sama saam mengubah dan memberi warna baru dunia, sehingga hal hal kecil yang kita lakukan membuat orang lain menilai bahwa dunia ini milik kita bersama dan indah untuk dinikmati...

 

Ketika lagi menulis artikel ini, mas Asrul Ananda melalui Happy Wednesday nya di Jawa Pos menulis hal yang sama. Bicara tentang resolusi kecil di tahun baru. Bahkan beliau membuat reward kecil buat pembaca yang mempunyai ide ide resolusi yang membuat kita semua melakukan hal hal kecil yang membuat warna dunia lebih indah.

Do it Now!! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1559366