New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month May 2018 Next month
M T W T F S S
week 18 1 2 3 4 5 6
week 19 7 8 9 10 11 12 13
week 20 14 15 16 17 18 19 20
week 21 21 22 23 24 25 26 27
week 22 28 29 30 31
 

KARTINI INDONESIA

 

kartiniDi suatu periode, sering masyarakat melihat aneh bila seseorang pria muda menawarkan produk life insurance. Karena persepsi yang timbul seakan akan Agen Asuransi melekat pada diri seorang wanita. Benarkah?

Untuk mengawali pertemuan, biasa dilakukan tahap membuat janji pertemuan. Baik dengan cara telepon langsung, maupun dengan media chat. Apakah memang benar wanita lebih mudah mendapatkan janji bertemu? Ataukah memang calon nasabah, baik pria maupun wanita, lebih memberikan kesempatan untuk bertemu, atau lebih menerima kehadiran mereka ?

Pada saat melakukan presentasi, benarkah calon nasabah lebih memberikan ‘maafnya' bila Agen Wanita tidak sempurna, atau lebih bertoleransi pada hal - hal yang tidak tepat?

Setelah mengakhiri tahap presentasi, seorang Agen akan melakukan trial closing pada calon nasabahnya. Tahapan yang sering diartikan ‘memaksa nasabah' seorang Agen wanita lebih efektif melakukannya? Apakah memang benar? Hehe…

Dan… apakah calon nasabah cenderung sungkan menolak Agen wanita, sehingga kalaupun belum terlalu yakin, mereka tetap akan membeli sekalipun mencoba dengan premi yang kecil.

Itulah sekelumit sebuah pembenaran seakanakan profesi Agen Asuransi lebih cocok dikerjakan gender wanita dibanding pria. Saya tidak mengajak kita memperdebatkan situasi di atas. Namun banyak gender pria juga menuai keberhasilan dalam industry ini. Termasuk saya… wkwkwk….

Namun dalam pengalaman saya di industri life insurance sering saya menemui banyak hal positif khususnya pada gender wanita. Seorang istri yang ditinggal suami karena penyakit kronis. Akibat biaya pengobatan yang berlanjut, bahkan rumah pun harus dijual untuk biaya pengobatan dan biaya hidup ditambah pengeluaran rumah tangga dan pendidikan anak. Dan pekerjaan apa yang bisa dilakukan sang janda dengan tanpa modal? Hal ini terbukti, wanita, janda itu, dengan tekad menjadi seorang Agen Asuransi, sebuah pekerjaan yang jauh dari cita citanya. Anak anaknya , lebih dari satu, berhasil meneruskan sekolah bahkan lulus di Universitas swasta ternama. Mempunyai rumah, property lainnya. Semua karena perjuangannya di bisnis ini. Dia sukses di bisnis ini.

Fakta lainnya, lagi lagi seorang istri yang suaminya bangkrutdari bisnis kontraktor. Mental suami jatuh. Hutang banyak. Istri tersebut, seakan menemui jalan buntu. Namun karena menganggap tidak ada salahnya mencoba bisnis tanpa modal. Jadi Agen Asuransi. Dari pekerjaan yang tidak disukai namun yang awalnya dilakukan dengan terpaksa. Sekarang memberi sebuah bukti. Finansial keluarga berhasil melalui titik balik. Bahkan sang suami akhirnya juga mengikuti istrinya, terlibat juga dalam bisnis asuransi. Yang semula malu untuk mengakui sebagai Agen Asuransi, hari ini melakukan sebagai bisnis utama. Sebuah penyelamatan ekonomi keluarga oleh seorang istri..

Seorang anak tunggal wanita, harus membiayai kedua orang tuanya yang sakit kritis. Keduanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya pengobatan. Lagi lagi, hanya tekadlah yang membuat sang anak tunggal itu bekerja untuk memperoleh penghasilan tanpa batas, dan tanpa modal !!! Sang anak berhasil memberikan biaya pengobatan hingga kedua orang tuanya sembuh. Bahkan berhasil membeli rumah baru. Yang lebih besar dan memberi kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarga besarnya.

Mungkin masih banyak, puluhan, ratusan, bahkan ribuan cerita sejenis yang intinya, bagaimana profesi ini membuat banyak solusi keuangan keluarga. Dan uniknya, dilakukan oleh banyak pelaku bisnis dengan gender wanita.

Dan banyak terjadi di sekeliling kita. Wanita Indonesia. Dan itulah Kartini Kartini Indonesia yang sadar bahwa keberadaannya sanggup melakukan melebihi seorang pria.

Selamat Hari Kartini, emansipasi yang memberi bukti!!! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1500032