New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month May 2018 Next month
M T W T F S S
week 18 1 2 3 4 5 6
week 19 7 8 9 10 11 12 13
week 20 14 15 16 17 18 19 20
week 21 21 22 23 24 25 26 27
week 22 28 29 30 31
 

MENURUT ATAU PAHAM ?

 

a71Dalam banyak forum diskusi, sering saya ditanya, tentang kategori bisnis kita. Yaitu Bisnis Agency Life Insurance.  Mungkin banyak yang mengatakan sebagai bisnis keuangan. Namun saya mengkategorikan sebagai bisnis tentang manusia. Bukan bisnis manusia. Tapi bisnis tentang manusia.Mengapa demikian? Karena sepanjang perjalanan membangun bisnis ini akan banyak hal tentang kehidupan dan berhadapan dengan keunikan manusia.

Pada hakekatnya seperti pada saat awal perekrutan dalam bisnis ini, selalu dikumandangkan bahwa tidak ada Bos atau bawahan. Semuanya setara. Layaknya mitra satu dengan yang lain. Tidak ada Bos yang memerintah. Semua menjadi Bos untuk diri sendiri. Bahkan banyak juga yang mengatakan bahwa bisnis ini punya kebebasan waktu. Bisa mengatur sendiri, kapan bekerja kapan tidak. Benar benar ideal dan layak menjadi impian bisnis setiap orang. Namun apakah angin dan janji surga tetap ada ketika bisnis sudah berlangsung? Ujian AAJI sudah dilewati. Maka bisnis ini memasuki realita kehidupan yang sesungguhnya.

Para Leader akan membuat daftar kehadiran pada setiap acara yang dilakukan. Absensi bukan untuk bahan evaluasi, namun akan lebih digunakan sebagai dalih sebuah peraturan agency. Dan mulai melakukan monitoring layaknya Atasan dan bawahan. Seakan monitoring gaya karyawan adalah satu satunya cara untuk menghantar kesuksesan. Monitoring menjadi kata sakti setiap pelaku Leader atau trainer. Yang mengeluarkan analisa, bahwa faktor  kegagalan selama ini akibat tidak adanya Monitoring. Jadi untuk menjadi berhasil Monitoring harus ditegakkan. Semakin ‘militer’ semakin mendapat ‘pujian'. Akan jadi contoh dimana mana. Tindakan Monitoring bisa bulanan, mingguan, hingga harian. Sosok mitra bisnis sudah tidak kelihatan bayangannya sekalipun. Yang ada mimik  wajah Bos yang siap menanyakan produktifitas dan hasil. Oooo nasib....mengapa Leaderku sekarang berubah? Mengapa Leaderku sekarang sering marah ketika aku jarang ke kantor? Mengapa Leaderku lebih ‘dekat’ dan perhatian dengan temanku yang Closing tiap minggu? Kekecewaan akan membuncah, mulai dari tirus menjadi cubby. Dari kekecewaan langsing menjadi montok!!! Dan semua tidak bisa ditutupi dengan make up. Atau busana dengan corak tertentu. Dan konflik mulai menjadi kembang warna warna di dunia Agency Life Insurance.

Jaman telah berubah. Masa ketika kita sekolah tahun 80 an akan berbeda dengan gaya sekolah saat ini. Saat itu bangku sekolah kita berderet menghadap papan dan seorang guru di depan kelas. Guru menjelaskan pelajaran. Murid memperhatikan tanpa suara. Bersuara artinya mengganggu. Bertanya di tengah penjelasan artinya tidak sopan. Dan semua murid tahu itu. Dan tidak pernah membantah. Kondisi sekarang sudah berubah. Murid sekarang duduk dengan bangku yg lebih dinamis. Bisa duduk berkelompok. Guru mengajar sudah bukan di depan. Mungkin lebih tepat berada di tengah. Setiap murid punya jarak yang sama. Seakan semua berada di depan. Bertanya dan seakan menyela bukan ketidak sopanan, tapi bisa jadi wujud kritis. Belajar satu arah menjadi multi arah. Setiap murid bisa jadi nara sumber. Marah sudah bukan jaman lagi. Marah membuat murid menjadi pasif. Guru lebih banyak menjadi pengarah. Sehingga murid murid sekarang sudah bisa ber ekspresi. Maju di depan kelas sudah bukan menjadi momok lagi. Sudah tidak ada lagi cerita murid yang ngompol karena takut disuruh maju ke depan kelas. Sekarang tanpa disuruh maju mereka bisa berebut menyampaikan pendapatnya. Menyalahkan guru sudah bukan hal yang tabu. Itu realita dunia pendidikan sekarang.

Bagaimana dengan perkembangan dunia Agency bisnis sekarang? Ternyata perkembangan tentang dunia pendidikan tidak menginspirasi dunia bisnis Agency. Tetap mengagungkan cara yang lama. Seakan akan hanya satu cara untuk membuat orang lain sukses. Doktrin dipaksa agar menjadi kebiasaan tetap dijalankan. Dan melakukan hal itu menjadi kebanggaan. Bangga kalau teamnya bisa dibuat menurut. Yang tidak menurut akan disingkirkan. Bahkan dimusuhi.

Kembali ke esensi bisnis. Bahwa bisnis Agency life insurance adalah bisnis tentang manusia. Dengan keragaman latar belakang. Perbedaan karakter. Dengan multi visi. Tujuan tiap orang akan berbeda. Dengan menyadari hal tersebut tiap Leader dalam industri ini harus belajar ‘ilmu tentang manusia’. Sehingga semua bisa menuju tujuan masing masing tanpa harus merasakan ‘luka' antar hubungan. Hanya karena menjadikan sapi perah semata. Atau menjadi alat mewujudkan impian seorang Leader semata. Keinginan menjadi Leader nomer 1 atau menjadi kantor nomer 1. Ambisi pribadi yang dibungkus dengan konsep team work.

Orang tua harus menampar anaknya ketika melakukan kesalahan, akan menjadi pembenaran ketika menganggap bahwa menampar mempunyai tujuan yang baik, agar anak tidak mengulangi kesalahan. Tujuannya baik, apakah perilaku orang tua bisa disebut baik? Maksudnya, apakah untuk tujuan yang baik, orang tua harus melakukan perilaku yang tidak baik? Apakah untuk menjadikan anak yang baik, tindakan menampar merupakan satu satunya cara agar tujuan tercapai. Harusnya, banyak alternatif lain selain menampar tetap bisa membuat tujuan agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tindakan menampar merupakan pilihan orang tua hanya karena orang tua tidak mempunyai pilihan alternatif lain selain menampar. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pengetahuan atau ketrampilan yang lain, yang memungkinkan orang tua mempunyai banyak pilihan untuk membuat anak lebih baik.

Demikian juga halnya membangun team agency. Melakukan cara cara tunggal yang sepertinya itu punya tujuan baik. Tanpa melakukan cara alternatif lain akan membuat situasi yang sama seperti memperlakukan anak tadi. Monitoring ‘militerisme' sudah banyak menimbulkan korban perasaan. Yang ujungnya merusak hubungan. Sakit hati yang ditinggalkan akan membekas. Dan jadi cerita dengan banyak bumbu yang dihembuskan.

Saya tidak mencari atau membuat agen harus menurut. Saya lebih suka agen yang MEMAHAMI bisnis ini. Dengan paham akan bisnis Ini, maka dengan sendirinya seorang Agen akan melakukan aktifitasnya tanpa harus dipaksa atau dihukum. Kesadaran akan perlunya punishment akan membuat Agen yang berinisiatif mengajukan dirinya untuk ikut program yang penuh hukuman. Itu atas inisiatif sendiri. Atas pengertian sendiri. Program hukuman yang diinginkan. Bukan karena Leader yang membuat program hukuman bagi yang tidak melakukannya. Sepertinya sama, NAMUN BERBEDA!!!

APA YANG PERLU DIPAHAMI SEORANG AGEN DALAM BISNIS INI?


1. Bisnis ini adalah salah satu bisnis yang bisa mengubah nasib Kita, mencapai impian Kita, menuju hidup yang lebih baik,dan bisa menolong sesama. Dan semua dilakukan TANPA MODAL!!! 

2. Bahwa bisnis ini HARUS BERTEMU dengan calon prospek setiap saat.SATU SATUNYA jalan mendapatkan  penghasilan dalan bisnis ini berupa komisi hanya karena MENJUAL dan menawarkan bisnis ini kepada orang lain. Semakin banyak yang ditemui akan semakin banyak potensi untuk Closing. Semakin banyak Closing akan semakin banyak income.

3. Dalam menawarkan kepada orang lain, TIDAK SEMUA orang mau menerima kita.Tidak semua orang mau memberi waktu buat kita. Namun sebaliknya, banyak orang juga juga menerima kita, mau memberi waktu buat kita.

4. Dalam aktifitas penjualan apapun, kita akan bertemu dengan sahabat karib yang bernama PENOLAKAN. Karena akan selalu ada dalam setiap hal.

5. Karena bisnis ini tidak mudah, namun  bisa menghasilkan income banyak, maka kita perlu BELAJAR , BELAJAR , dan BELAJAR dari banyak sumber. Dari orang yang lebih senior, pelaku bisnis, dan buku atau sumber lain.

Itu pemahaman awal yang mutlak harus dimiliki semua pelaku bisnis dalam industri life insurance. Dengan mempunyai pemahaman itu maka dengan sendirinya mereka akan beraktifitas tanpa harus disuruh. Apalagi menerima hukuman bila tidak melakukannya. Tugas Leader adalah secara terus menerus mengingatkan pemahaman itu sampai benar benar masuk dalam diri dan pikiran mereka. Jd mereka melakukan semua aktifitas karena paham, KARENA PAHAM. Bukan menurut perintah Leadernya. (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1499812