New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG

 

gojek

Judul di atas adalah judul sebuah artikel di Jawa Pos Metropolis bagian bawah. Ada foto sekelompok ojek online dengan berbeda merk. Jaket dengan berbeda warna dan corak. Yang jelas dari banyak merk populer yang pasti kita semua pasti mengenalnya. Dan mungkin sering juga menggunakannya.

koran

 

Inti dari artikel tersebut, bagaimana kelompok beda merk dan logo, namun punya pangsa pasar yang sama. Membentuk komunitas. Mereka menyadari bahwa mereka mencari nafkah dengan cara yang sama. Melakukan hal yang sama. Dan pengemudi punya pelanggan masing masing. Bahkan setiap merk punya keunggulan tersendiri.Mereka mau hidup rukun. Dan bisa ngopi bareng. Tukar pikiran bareng. Dan saling menjaga bisnis dan lahan mereka. Di mana posisi mereka tidak menyenangkan beberapa pihak yang merasa lahannya direbut.

 

Mereka ingin bersatu. Untuk memajukan bersama sehingga bisa digunakan oleh masyarakat pengguna. Kompetitor mereka bukanlah merk yang berbeda. Namun bentuk angkutan dengan model yang berbeda.

Tidak ada kepentingan sedikitpun untuk membahas bisnis ojek online. Namun sedikit saya membandingkan dengan kondisi yang ada dalam bisnis kita bersama. Life Insurance bisnis!! – (saya sebisa  mungkin tidak menggunakan kata Asuransi Jiwa, yang menurut saya salah kaprah bahkan cenderung sesat, wkwkwk....)

Saya justru sering mendengar, melihat, dan merasakan bahwa pelaku bisnis Life Insurance masih berusaha untuk bersaing dengan pelaku bisnis beda merk. Saya bisa membayangkan dan merasakannya. Kalau bisnis kita adalah bisnis yang keras. Di lapangan persaingan demikian tajam. Sikat menyikut sudah terasa biasa. Saling menjelekkan di depan nasabah sudah merupakan hal yang ditemui sehari hari. Produk Company yang dibawa seakan merupakan produk nomer 1. Dan mencari kelemahan produk kompetitor sepertinya merupakan hal utama. Perang ranking perusahaan sudah masuk dalam ranah kompetisi. Kalau produk kompetitor lebih bagus dalam arti Premi lebih murah, jalan berikutnya menakuti nasabah, kalau perusahaan itu akan bangkrut. Karena dengan Premi murah itu akan membuat perusahaan tersebut akan rugi. Doktrin yang (kebanyakan) ditanamkan para Leader pada para Agennya, ketika tahu bahwa produk kompetitor lebih bagus, lebih murah Preminya. Lanjut dengan membawa laporan keuangan perusahaan yang masih rugi. Padahal sebuah perusahaan Life Insurance sangat wajar bila dalam 10 tahun pertama masih rugi. Yang penting bukan rugi karena salah pengelolaan Management.  Namun sebuah sebab alamiah. Karena investasi yang ditanamkan butuh waktu untuk mencapai titik impas. Baru merasakan keuntungan. Semua perusahan jenis apapun di luar bisnis Life Insurance  juga akan menjalani kodrat demikian. Ibarat dalam tubuh ada kolesterol, tidak semua kolesterol menyebabkan stroke. Ada kolesterol baik. Jadi kerugian dalam laporan keuangan tidak selalu harus disikapi dengan sebuah ketakutan yang mengarah pada kebangkrutan perusahaan.

 

Bila kompetisi produk dan perusahaan sudah ditembakkan bagai meriam perang. Maka akan terjadi potensi saling melakukan Black campaign antar personal. Dan ujungnya saling hujat antara agen satu dengan agen yang lain. Miris mendengarnya. Gemes membacanya.

 

Jangankan beda Company, malah tidak jarang antar Team dalam sebuah Company sudah lupa bahwa mereka punya seragam yang sama. Perang status di medsos. Kalimat sindiran. Provokasi yang intinya menonjolkan diri atau teamnya. Dan mendiskreditkan personal yang lain. Atau Team yang lain. Sekali lagi, sama benderanya. Kalimat dibalas kalimat. Didukung oleh komentar pihak ke tiga, yang seperti bensin yang semakin memanaskan kobaran api. Dan ujungnya dalam pertemuan sesungguhnya, akan nampak saling memalingkan wajah. Dan senyum sinis dari kejauhan.

 

Aturan Free Look Period yang mengakomodir nasabah bisa membatalkan polis nya dalam jangka waktu tertentu, bila apa yang dijelaskan agen berbeda dengan aturan yang tertulis di polis. Nasabah punya hak itu. Namun dalam situasi tertentu bisa digunakan oleh agen lain untuk mengarahkan nasabah untuk membatalkan polis nya.  Supaya beralih ke produk yang dia tawarkan.Sangat tidak beradab!! Free Look Period sah saja dilakukan oleh nasabah bila terjadi presentasi yang salah dan meyesatkan nasabah. Presentasi yang mengumbar janji yang tidak mungkin diterima nasabah. Lakukan agar jadi pelajaran bagi Agen. Namun bila semua normal, jangan mengarahkan nasabah yang sudah Closing untuk membatalkan polis Agen lain, hanya karena kita terlambat menawarinya. Hanya karena kita tidak suka dengan Agen atau perusahaannya. Biarkan mereka menerima berkatnya. Silahkan menjual lagi dengan fitur yang beda. Berkat kita akan datang dari pihak lain. Selain mengajarkan pada kita, harus lebih cepat dan lebih baik dari orang lain.

 

Apa yang perlu dijadikan bahan renungan bersama?

 

Tidak ada yang namanya produk terbaik sepanjang masa. Sebuah produk terbaik hanya akan jadi terbaik pada masa atau periode tertentu. Karena perusahaan  kompetitor terus berkembang.Mereka juga akan membuat produk yang lebih baik dari yang sudah ada. Membuat produk yang sesuai dan dibutuhkan oleh segmen yang sudah terbentuk. Jadi membandingkan boleh, namun tidak harus menjelekkan. Belajar menonjolkan  produk yang dimiliki lebih bijaksana daripada harus menjelekkan produk kompetitor. Tonjolkan fitur yang tidak dimiliki oleh produk lain. Sehingga bila ada kelemahan produk Anda tidak akan bisa dilawan dengan produk lain. Biasanya setiap Company akan selalu membuat fitur unggulan yang bisa ditonjolkan. Karena tidak ada produk yang secara keseluruhan fiturnya  bisa memuaskan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Karena bila semua fitur bagus, maka Premi akan mahal. Karena kelengkapan fitur  belum tentu dibutuhkan oleh semua nasabah. Beda segmen beda kebutuhan. Jadi jual fitur spesifik yang tidak dimiliki Company lain!!

 

Kita semua harus sadar bahwa sebagai pebisnis life insurance, punya periuk makan dengan cara kerja yang sama. Profesi yang sama. Mencari klien hari demi hari. Untuk menyambung penghasilan. Tugas yang sama, jual dan rekrut merupakan pekerjaan keseharian. Dengan mematikan lahan orang lain, sama halnya orang lain juga akan mematikan lahan kita.  Jadi kita semua tidak harus saling menjelekkan apalagi saling mematikan.

 

Jangan pernah mengajarkan nasabah untuk melakukan free look hanya karena kita menginginkan membatalkan produk Company lain dan membeli polis dari kita.  Hanya karena kita terlambat menawarkannya. Rasa menyesal kita tumpahkan Hingga merugikan agen penjual lain. Pernahkah Anda bayangkan, bila seorang Agen telah Closing.  Apa yang dibayangkannya? Tentu saja komisi dan bonus. Semakin banyak komisi dan bonus yang diterima, maka akan terbayang apa yang bisa dilakukan dengan uang yang diperoleh.  Namun apa jadinya, bila nasabah melakukan free look karena dipengaruhi oleh agen lain. Komisi yang sudah diterima akan ditarik kembali oleh perusahaan. Impian yang sudah terwujud akan hilang kembali. Sedih? Marah? Dan sejuta perasaan negatif terasa. Bila kita punya perasaan yang sama, jangan pernah lakukan hal itu!!

 

Tidak ada satupun Company yang benar benar sempurna. Kelebihan kelebihan tertentu bisa dipergunakan untuk menjual atau merekrut.  Namun berbeda pilihan tidak membuat kita semua saling menjelekkan dan bermusuhan. Pilihan perusahaan bukanlah agama. Pilihan perusahaan hanya keputusan bisnis. Jadi setiap saat bisa berubah. Hargai pilihan orang lain. Entah pilihan karena sangat mengerti atau pilihan karena ketidak mengertian.

 

Kembali ke laptop....hehe...sebagai insan pelaku bisnis asuransi. Kita sama sama belajar mendudukkan situasi yang proporsional.  Untuk bersaing, berkompetisi seperti layaknya bisnis lain yang berkembang. Tanpa harus melukai perasaan siapapun yang berada dalam lingkungan bisnis yang sama. Bisa duduk bersama. Ngafe bersama. Ngopi bersama. Haha hihihi bersama...akhirnya...

 

BAGAIMANA KITA MENAIKKAN BISNIS KITA BERSAMA TANPA HARUS MELUKAI ORANG LAIN. KARENA MASIH BANYAK CARA CARA LAIN YANG MEMUNGKINKAN.Karena, ojek online aja bisa melakukannya, apalagi kita!!

Going to the Next Level!! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614475