New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month November 2018 Next month
M T W T F S S
week 44 1 2 3 4
week 45 5 6 7 8 9 10 11
week 46 12 13 14 15 16 17 18
week 47 19 20 21 22 23 24 25
week 48 26 27 28 29 30
 

ANDA TERMASUK TIPE PEKERJA YANG MANA?

 

working okBegitu bangun tidur, pak Ali membuka email yang sejak kemarin tidak ada waktu untuk membuka dan membacanya. Sangat terkejut dia ketika membuka salah satu email dari Manager Investasinya, yang memberi info kalau dana investasinya menyusut hingga tinggal 40% dari dana yang ditanamkannya 4 bulan lalu. Serta merta tanpa mandi dulu, pak Ali langsung menghubungi ponsel konsultan keuangannya. Ponselnya masih off. Kegeraman nampak di wajah pak Ali. Hampir setiap 15 menit dia mencoba menghubungi ponsel konsultannya. Dan....setelah hampir sekitar 2 jam kemudian baru berhasil. Tanpa pembicaraan pembuka lagi, kemarahan yang tertahan sekian jam membuncah. Intinya, dia marah karena investasinya menyusut drastis. Seingat dia saat presentasi awal konsultan keuangannya memberikan gambaran bahwa hasil investasinya bisa meningkat hingga 50 persen dalam 2 tahun ke depan. Mungkin serbuan kemarahan pak Ali sama sekali tidak memberikan kesempatan konsultannya berbicara. Yang jelas pak Ali mengatakan, bahwa dia tidak butuh imbal hasil yang tinggi namun dia perlu tidur nyenyak, tidak jantungan, dan dana tersebut aman yang akan dipergunakan di waktu pensiun mendatang. Orang jenis P Ali adalah model investor konservatif. Yang mementingkan keamanan. Mereka takut akan resiko.

 

Di dalam investasi kita mengenal beberapa ragam alokasi dana. Sering para konsultan keuangan sebelum memutuskan untuk mengembangkan dana calon nasabahnya perlu mengetahui profil resiko calon nasabah tersebut.

 

Pada dasarnya profil investor dibagi menjadi 3 tipe.

 

- Investor Konservatif. Lebih memilih investasi yang aman. Fokus mereka bukan imbal hasil yang tinggi. Yang penting bisa secara psikis membutuhkan keamanan. Mereka meletakkan dananya di deposito di bank, atau reksadana money market. Imbal hasil yang kadang atau sering di bawah inflasi tidak menjadikan masalah bagi mereka. Mereka mau aman!!

 

- Investor Moderat. Investor jenis menengah. Yang tidak puas dengan hasil kecil. Mampu menerima resiko logis. Dan mereka bukan tipe spekulatif. Menginginkan hasil di atas rata rata dengan meminimalkan resiko kehilangan uang. Mereka maunya imbal hasil yang di atas inflasi. Pemilihannya dengan faktor resiko sedang. Atau mereka berani meletakkan pada sektor imbal hasil tinggi, namun mereka menginvestasikan waktu untuk belajar dan mendalaminya. Cenderung menghindari deposito bank. Pilihnnya reksadana campuran, antara equity/ saham dan obligasi. Atau reksadana saham yang berproteksi. Bila melakukan trading saham, lebih memilih saham blue chip atau LQ45 dibanding saham lapis ke dua.

 

- Investor Agresif. Investor yang menginginkan hasil setinggi mungkin, dan mau menerima resiko. Asalkan bisa mendapat imbal hasil tinggi. Semakin agresif biasanya akan semakin spekulatif. Investor jenis ini seperti roller coaster. Tahun ini dia kaya mendadak, tahun depan bisa bangkrut tiba tiba. Kadang kehilangan kontrol sehingga terjerumus money game atau berbasis piramida. Yang penting cepat kaya!!

 

Karena dengan mengetahui profil resiko seseorang akan membuat jalannya proses pengembangan dana menjadi nyaman. Dan antara investor dan konsultan saling tahu keinginannya, sehingga tidak akan saling menyalahkan di kemudian hari. Masing masing tahu akan akibat pilihannya. Investor yang menginginkan imbal hasil di atas rata rata, tentu tidak akan puas dengan hasil yang seadanya. Mereka yang ingin imbal hasil tinggi akan memilih jenis jual beli saham. Kalau pilihan reksadana lebih memilih equity fund. Mereka sanggup mendengar info yang bisa mengejutkan jantung. Ketika pilihan investasinya merosot tajam akibat situasi ekonomi global atau regional. Jadi investor sudah mengerti kalau mengharapkan imbal hasil tinggi tentu ada resiko yang relatif lebih tinggi. Kalau mau aman aman saja, tidur nyenyak, tanpa ada getaran jantung, tentu imbal hasilnya relatif kecil. Hanya sebanding dengan bunga deposito.

 

Apa hubungannya dengan tipe pekerjaan?

 

Dalam banyak pilihan dalam mendapatkan penghasilan dalam kehidupan berlaku hukum yang kurang lebih sama.

Artinya, kalau kita menginginkan penghasilan yang besar, tentunya pekerjaan yang kita lakukan tidak mungkin mudah.

 

Menjual barang kebutuhan pokok tentu saja tidak akan memperoleh keuntungan yang banyak, apalagi jenis barang kebutuhan pokok adalah barang yang dibeli. Artinya tidak butuh orang harus menawarkan, barang tersebut akan tetap dibeli. Misalnya, beras, gula, garam, tepung, dan lainnya.

Sebaliknya, menjual barang yang bukan kebutuhan utama memerlukan ketrampilan untuk meyakinkan orang untuk membelinya, akan memberi keuntungan lebih banyak bagi penjualnya. Misalnya produk fashion semacam sabuk, kacamata, dan sejenisnya.

 

Sekilas dalam memilih produk apa yang menjadi pilihan bisnis kita dalam memperoleh income, ada banyak pilihan produk yang bisa dijadikan lahan memperoleh income. Apakah produk makanan, fashion, otomotif, atau masih banyak ragam yang lain. Namun sebagian memilih produk 'uang' sebagai lahan memperoleh income. Dengan anggapan bahwa UANG selalu merupakan bagian dalam kehidupan, dibutuhkan sejak lahir hingga saat tutup usia. Dan jadilah lahan keuangan menjadi bagian dari profesi, mulai dari yang legal hingga yang ilegal. Dari institusi resmi hingga yang abal abal.

 

Dalam profesi dalam dunia keuangan, demikian juga berlaku hukum yang sama. Bahwa termasuk tipe apakah kita dalam melihat sudut pandang sebagai profesi dalam memperoleh penghasilan atau kekayaan. Berbagai pilihan di dalam profesi atau bisnis produk keuangan. Yang kita kerucutkan pada profesi sebagai penjual atau pemasar produk keuangan.

 

Tipe PEKERJA KONSERVATIF

 

Maunya mencari pekerjaan yang relatif mudah, dan aman. Sekalipun mungkin tahu penghasilan akan berada di ambang rata rata.

Misalnya, sebagai sales funding dan lending bank. Mereka menawarkan tabungan, kartu kredit, deposito, dan sejumlah produk bank.

Para pekerja disini mengutamakan keamanan. Dan kemudahan mencari atau menghubungi nasabah, dengan mengandalkan nama besar bank. Mereka merasa percaya diri dan punya kebanggaan sebagai karyawan bank. Apalagi bank yang besar dan mempunyai nama yang dikenal.

Bekerja di bidang ini tentu saja tidak bisa berharap penghasilan yang besar. Cukup berada di ambang rata rata.

Ketika temannya menawarkan pekerjaan di institusi keuangan lain. Misalnya perusahaan sekuritas atau asuransi, kebanyakan tipe pekerja Konservatif menolaknya. Mereka selalu punya ketakutan ditolak. Mereka merasa lebih terhormat ditolak sebagai pekerja bank, dibanding harus ditolak sebagai pekerja sekuritas atau bahkan pekerja asuransi. Pekerja tipe konservatif tahu di institusi tersebut teman mereka punya penghasilan yang lebih besar. Sekalipun skema penghasilan bukan diterima dalam bentuk gaji tetap, melainkan komisi dan bonus. Justru skema bukan gaji inilah yang dipakai sebagai alasan penolakan.

Tipe pekerja Konservatif tetap tidak tergiur dengan penghasilan yang tinggi, meskipun yang mereka kerjakan juga berpola yang sama. Mencari nasabah. Bahkan akhir akhir ini, setiap pekerja funding bank juga diharuskan untuk menjual produk asuransi unit link. Dimana bank tempat bernaungnya juga menjalin kerjasama penjualan dengan salah satu perusahaan life insurance. Mereka lebih merasa aman, bila akhir bulan tetap menerima gaji. Jadi besarnya penghasilan tidak menggoyahkan, yang penting aman tiap akhir bulan.

 

Tipe PEKERJA MODERAT.

 

Mereka tahu dan memilih produk keuangan sebagai lahan untuk memperoleh income. Karena produk ini tetap akan diminati, karena pada dasarnya semua orang membutuhkan uang.

Mereka mencari penghasilan yang di atas rata rata. Mereka tahu, bahwa pekerjaan dengan basis komisi akan berpotensi mempunyai penghasilan yang lebih besar dibanding dengan basis gajian. Karena mereka bisa mengeksplor maksimal potensi diri mereka. Tahu dan sadar bahwa penolakan akan memperbesar income mereka. Mereka sadar, bahwa profesinya secara kebanggaan kalah dibanding pekerjaan tipe Konservatif. Namun mereka logis dalam mengambil pilihannya. Bahwa kebanggaan tidak membuat mereka bisa mewujudkan impian hidupnya.

 

Tipe Moderat, juga tidak berani spekulasi. Mereka mencari institusi keuangan yang legal. Yang mempunyai badan pengawas. Mereka tetap punya tanggung jawab moral dalam menjual produknya. Sehingga kesolidan perusahaan juga merupakan kriteria mereka dalam memilih perusahaannya. Mereka logis dalam menimbang antara resiko dan penghasilannya. Mereka tahu bahwa tidak setiap orang mau membeli produknya. Namun mereka juga tahu, bahwa tidak semua orang menolak untuk membeli produknya.

Banyak juga terjadi pergeseran, tipe Pekerja Konservatif yang bergeser menjadi tipe Pekerja Moderat. Karena setelah sekian waktu mereka sadar, bahwa yang dikerjakan selama menjadi pekerja Konservatif sama dengan yang dikerjakan temannya yang tipe Pekerja Moderat. Yang membedakan bahwa penghasilannya kalah bila dibanding temannya yang bekerja dengan tipe Moderat. Tipe Pekerja Moderat berada pada institusi perusahaan life insurance atau sekuritas. Pemilihan pada perusahaan life insurance lebih didasarkan pada perolehan komisi yang berkesinambungan. Dan semakin tahun akan memperoleh penghasilan yang berlipat. Pemilihan bekerja pada perusahaan sekuritas didasarkan atas pemikiran, bahwa menjual investasi lebih mudah dibanding menjual asuransi. Pada kenyataannya ke dua nya masing masing mempunyai tantangan yang berbeda. Dan sudut pandang yang berbeda. Karena sebagai negara berkembang produk asuransi akan berkembang signifikan. Dan komisi menjual produk life insuranse jauh lebih besar dibanding menjual produk sekuritas!!

 

Tipe PEKERJA AGRESIF.

 

Pekerja ini tipe ini sangat berani mengambil resiko. Tujuan mereka hanya berpenghasilan besar. Sehingga kadang mereka sudah tidak bisa lagi membedakan, mana yang legal mana yang ilegal. Produk keuangan yang menjanjikan imbal hasil tinggi sangat disukai oleh masyarakat banyak. Khususnya yang tidak mengerti. Sehingga mereka percaya kepada siapa yang mengajak. Mereka menjalankan money game, atau produk jaringan yang berbasis piramida. Penghasilan yang didapat memang sangat menjanjikan. Mereka sadar akan resikonya. Bahkan tahu, bahwa apa yang mereka pasarkan akan memakan korban. Hati nurani kadang dibutakan oleh keinginan cepat kaya. Pekerja yang sudah terlanjur pada tipe Agresif akan susah kembali ke tipe moderat, apalagi yang konservatif. Mereka merasa tidak sabar untuk mendapat income besar. Mereka terbiasa memperoleh hasil besar, cepat, sekalipun berisiko. Beberapa peristiwa membawa pelaku bisnis seperti ini ke penjara. Akibat korban yang melapor polisi karena dirugikan. Kalau hal ini terjadi, kekayaan yang dihasilkan menguap untuk biaya biaya pengurusan, dan yang susah dipulihkan nama baik sudah tercatat sebagai penghuni penjara.

 

Seperti juga investasi, masing masing pilihan punya konsekuensi yang berbeda. Tapi dengan tahu resiko akibat pilihannya, maka memudahkan mengambil keputusan. Termasuk yang manakah Anda? (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1676361