artikel

Bila kita bertemu dengan sekelompok anak kecil, usia anak TK atau anak SD, dan kita bertanya apa cita cita mereka? Ada yang menyebut Dokter, Arsitek, Polisi, Pilot...dan sejumlah profesi lainnya. Dan tidak ada yang mengatakan, saya ingin menjadi Agen Asuransi !!!
Sejak awal memang sudah disadari bahwa profesi sebagai agen asuransi jiwa adalah tidak membanggakan. Bahkan cenderung boleh disebut profesi yang memalukan.

Seakan akan, sudah tidak ada tempat di pekerjaan yang lain, maka jalan terakhir adalah menjadi agen life insurance.
Bahkan bila seorang yang dulunya seorang wiraswasta, entah itu pengusaha depot, pengusaha toko, atau profesional semacam arsitek, dokter, guru musik, bila akhirnya masuk dunia bisnis life insurance, maka lingkungan, kolega, atau keluarganya menganggap bahwa usahanya bangkrut atau gagal.
Sehingga sampai hari ini, bila saya berjumpa teman yang bekerja di bank, apalagi bank ternama atau asing, ketika ditanya kerja dimana, dia akan berkata tegas, atau berjabat tangan tegas, memyebut nama institusinya dengan penuh percaya diri. Mereka sangat bangga dengan profesi mereka. Ditunjang dengan dukungan moral yang diberikan teman, lingkungan, dan keluarganya.
Lain bila saya berjumpa dengan banyak agen life insurance, khususnya yang pemula atau yunior. Ketika ditanya orang, kerja dimana? Maka dengan malu malu menyebutkan nama perusahaannya, tapi ditambah dengan penjelasan, kalau masih coba coba, masih membantu teman, atau sejumlah alasan lain yang menunjukkan ketidak percayaan diri terhadap profesinya.
Itulah fakta dan kenyataan yang terjadi di kehidupan kita. Ditambah dengan bagaimana keluarga yang tidak mendukung suami, istri, adik, atau anaknya ketika memilih untuk masuk dunia bisnis life insurance. Mereka beranggapan bahwa bisnis di life insurance adalah bisnis yang tidak tetap penghasilannya. Dan tidak punya masa depan, bahkan banyak yang beranggapan bahwa profesi ini banyak menipu orang lain. Paradigma yang salah inilah yang masih diikuti oleh masyarakat kita.
Mereka tidak tahu, bahwa sebagai agen life insurance mempunyai tugas yang mulia. Membuat tiap keluarga mempunyai perlindungan financial, dan berbagi resiko kepada pihak lain.

Berapa banyak yang kita tahu, banyak keluarga yang ditinggalkan oleh sumber penghasilannya, baik bapak atau ibunya, anak anak jadi tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Atau tidak bisa meneruskan ke sekolah yang diidamkan, dan terpaksa masuk ke sekolah atau jurusan yang tidak sesuai dengan keinginannya, karena faktor biaya.

Berapa banyak keluarga yang harus jatuh miskin atau berhutang, akibat salah satu dari anggota keluarganya yang menderita sakit yang berkepanjangan. 

Atau berapa banyak orang tua yang pada masa tuanya, ketika mereka sudah pensiun dari pekerjaannya, harus menggantungkan hidupnya pada anak anak. Mereka tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk membiayai hidup mereka saat tidak bekerja lagi. Ironisnya pada saat yang sama, anak anak mereka juga harus memikirkan pengeluaran keluarga, sekolah anak anaknya.
Kenyataan hidup di atas, karena pada saat yang lali mereka tidak mempunyai perencanaan keuangan keluarga, atau yang lebih tepatnya mereka tidak mempunyai polis life insurance. 

Justru kehadiran agen life insurance lah, yang akan membuka mata hati, pikiran para keluarga di Indonesia, agar mereka mengerti pentingnya program perencanaan keuangan.
Para agen kadang harus menerima penolakan dari yang paling halus, sampai penolakan yang cenderung kasar. Sepertinya mereka mengejar komisi semata, sehingga harus bermuka tebal, namun sejatinya mereka mempunyai tujuan yang mulia, yang menjual sesuatu yang sangat bermanfaat bagi keluarga mereka.

Nah, kalau masyarakat masih memandang profesi kita dengan sebelah mata, artinya masih meremehkan, sekalipun apa yang kita lakukan semua demi manfaat jangka panjang bagi yang membelinya. Maka tidak ada alasan lagi, bahwa kita semua harus mendapat penghasilan di atas rata rata dibanding profesi lainnya.
Saya sering mengatakan, bila kita masuk di bisnis life insurance, tidak ada alasan untuk kita tidak sukses. dan bila penghasilan kita, setelah berbisnis lebih dari 1 tahun, hanya berada di kisaran 2 hingga 3 juta, - tanpa bermaksud mengecilkan nominal tersebut- Anda boleh tinggalkan bisnis ini. Karena kalau hanya di kisaran angka tersebut, masih banyak profesi lain yang bisa memberikannya. Menjadi agen asuransi Anda harus kaya !!! Tidak ada pilihan lain.
Jadi tentukan impian Anda, tentukan waktunya, dan...bila melalui profesi yang lain hal tersebut susah atau tidak mungkin diraih, maka jalankan dengan tekun bisnis life insurance, percayalah Anda pasti bisa meraihnya. (HC)

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia