agen

Apakah saya bisa ??? Ini adalah pertanyaan keraguan yang biasanya timbul dalam benak seorang agen baru. Di saat mereka direkrut dalam bisnis ini, biasanya perekrut pada umumnya hanya menceritakan hal hal yang manis. Banyak Leader di bisnis ini takut membahas hal hal realita dalam bisnis sebagai agen. Mereka berpikir bila menceritakan situasi yang sebenarnya, maka calon agen akan takut bergabung. Padahal dengan memberikan gambaran apa adanya, calon agen setidaknya tahu bahwa bisnis sebagai agen asuransi mempunyai tantangan tersendiri. 

Bukan hanya mereka tahu besarnya komisi, tapi tahu bahwa bisnis ini adalah bisnis penolakan. Ibaratnya kita harus tahu, sebagai petinju pasti akan kena pukulan. Kalau takut akan pukulan sebaiknya tidak menjadi petinju. Pukulan bukan untuk ditakuti, namun dipelajari agar bisa menghindari pukulan. Demikian juga sebagai seorang agen tidak harus takut penolakan, namun mempelajari bagaimana menghadapi dan menangani penolakan.

Untuk berani menghadapi penolakan, bukan seberapa tinggi ilmu yang Anda miliki. Namun seberapa besar IMPIAN Anda !!! Tanpa impian yang besar dan tingkat urgensi Anda mendapatkan penghasilan, maka kadang Anda akan merasa tidak kuat dalam bisnis ini. Kadang merasa diremehkan orang lain. Diremehkan keluarga, dan lingkungan sekitar. Sekalipun bisnis ini adalah bisnis yang mulia, namun masyarakat belum bisa menghargai. Bahkan banyak yang menghindar karena takut diprospek. Mereka menganggap berhubungan dengan Agen asuransi sama dengan dipaksa membeli asuransi. Membeli asuransi bagi masyarakat dianggap membuang uang. Karena mereka belum mengerti apa arti sebuah perencanaan keuangan keluarga. Namun anda mesti ingat, falsafah
Some will, Some won't, So What? Someone is waiting !!
Ada orang yang mau, ada yang menolak...namun ada yang menunggu kehadiran kita!!

Setelah Anda yakin dan mengisi form persyaratan administrasi, mengikuti training seperti yang dianjurkan para Leader adalah hal yang wajib. Mulai training produk sampai cara menjual. Namun sering saya mendengar atau melihat banyak Agen gagal atau tidak berkelanjutan hanya karena masalah yang sepele. Tahukah Anda karena apa?
Di dalam dasar prospekting ada yang dinamakan Project 100 (P-100). Di mana sebuah form yang berupa kolom yang harus diisi data calon prospek. Mengapa harus diisi 100 nama? Karena nama dalam bisnis ini ibarat darah. Tanpa nama seperti hidup tanpa darah. Maka seorang akan mati. Jumlah nama 100 adalah jumlah yang sangat standar, kalau tidak mau dianggap minim. Karena nama nama yang Anda tulis belumlah menjadi prospek, masih harus difilter lagi. Menulis Form Project 100 bukanlah hal yang sulit, asal Anda mau meluangkan waktu dengan tenang. Mulailah dari lingkungan keluarga dulu. Bisa keluarga dekat, keluarga jauh, dan handai taulan. Dan masuk ke keluarga besar yang meliputi sanak saudara dari keluarga dekat maupun jauh. Mungkin dari daftar ini saja Anda sudah mendapatkan hampir 30 - 40 nama. Selanjutnya mulai mengingat teman teman sekolah, dimulai dari - mungkin- teman kuliah, SMA, SMP, SD, atau teman kursus. Dari sana berkembang ke keluarga teman teman tadi. Berlanjut ke teman teman di lingkungan hobby atau pekerjaan. Dan selalu dikembangkan ke keluarga masing masing teman tadi. Tiap orang bisa mengembangkan nama nama tersebut sejauh yang mungkin. Semakin pergaulan Anda luas tentunya akan mendapatkan nama semakin banyak. Semua nama nama tersebut Anda isi juga usianya, bila memungkinkan tanggal lahirnya. Bila Anda tidak mendapat data usia tepatnya, cobalah mencari tahu melalui orang lain, atau orang terdekatnya. Data berikutnya yang tidak kalah penting adalah tentang pekerjaan atau bisnisnya. Dengan mengetahui latar belakang pekerjaan atau bisnisnya akan memudahkan Anda untuk memperkiraan premi yang akan Anda tawarkan.
Galilah sebanyak mungkin bank nama Anda. Tidak perlu terburu buru, dan jangan sekali kali menghakimi orang yang bakal Anda tulis. Kesalahan yang terjadi adalah membuat prediksi negatif. Sering sambil membayangkan nama yang akan ditulis, para agen baru membuat skenario seakan akan orang orang itu tidak mau menabung di asuransi. Bahkan otak berjalan dengan lancarnya memberi gambaran bahwa orang itu bakal menolak Anda. Dan harga diri Anda begitu defensifnya sehingga mengurungkan niat menulis karena merasa hina bila ditolak. Awal kesuksesan Anda sangat tergantung bagaimana skenario prospekting yang Anda rencanakan. Anda dengan mudahnya membuat skenario sedih dan berpikir semua orang menolak. Atau Anda memilih menulis skenario yang menggembirakan. Membuat skenario di P-100 semuanya gratis !!! Namun bila skenario Anda pesimis maka dipastikan Anda tidak akan menghubungi orang itu sebagai prospek Anda. Sebaliknya bila skenario optimis yang ada dalam benak Anda, maka tindakan Anda akan mewakili pikiran Anda yang optimis.

Mengapa P-100 demikian penting? Di saat Anda menentukan dream Anda, tentunya Anda bisa mengkonversikan dream Anda menjadi 'rupiah'. Dari sinilah Anda akan bergerak mewujudkan impian melalui data P-100 yang sudah Anda tulis.
Bagaimana memanfaatkan P-100 untuk mewujudkan impian? Tahap awal bagilah daftar P-100 yang Anda tulis menjadi 3 kategori. Yang pertama Anda bisa memberi tanda dengan warna tertentu pada nama nama yang mempunyai kedekatan hubungan dengan Anda. Kedekatan hubungan bisa karena hubungan saudara atau kerabat. Atau kedekatan dari hubungan orang tua Anda. Pada prinsipnya mereka pada kategori ini mempunyai hubungan emosional dengan Anda.
Kategori ke dua, nama nama yang menurut pandangan Anda mempunyai dana berlebih. Andaikan Anda berjumpa mereka dan menawarkan sesuatu barang, yang belum tentu dibutuhkan, dan barang yang Anda jual seharga 50 ribu, dan di kantong mereka ada uang tunai 1 juta. Apakah mereka mau membeli dari Anda? Jika mereka mau membeli, karena uang tersebut dikeluarkan sama sekali tidak berpengaruh terhadap pengeluaran mereka, itulah kategori 2.
Tentukan berapa premi yang akan Anda tawarkan, dan angka itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap mereka, tandai nama nama itu dengan warna yang berbeda dengan kategori 1.
Selanjutnya kategori 3 adalah nama nama yang menurut Anda suka membantu orang lain. Bayangkan bila Anda datang menemui mereka dan dengan senang hati menerima Anda. Dan mereka adalah orang orang yang senang melihat orang lain berhasil. Maka berilah tanda dengan warna yang berbeda nama nama itu.
Coba Anda perhatikan sekarang, dari sekian banyak nama nama pada form P-100, tentunya ada nama nama yang mempunyai tanda berwarna tunggal, ada yang 2 warna, dan ada yang 3 warna.
Jadi setelah Anda mengikuti training dasar, dan belajar cara jual dari Leader Anda. Mintalah pada Leader Anda melakukan role play. Coba melakukan presentasi penjualan dengan Leader Anda berlaku peran sebagai prospek. Banyak agen yang enggan melakukan aktifitas ini, padahal role play adalah bagian yang paling penting dari rangkaian training. Belajar presentasi dengan role play akan semakin mematangkan Anda dalam melakukan presentasi. Mintalah penilaian dari Leader, cara Anda presentasi mulai dari sikap, intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh Anda ketika melakukan role play, dan juga saat setelah bertemu dengan prospek.
Dari penilaian Leader, coba diskusikan dan evaluasi. Karena akan lebih baik kesalahan terjadi saat role play, daripada kesalahan yang terjadi di depan prospek yang mengakibatkan tidak terjadi closing, dan menguapnya komisi. Pada tahap awal bila Anda belum menguasai benar teknik presentasi dan siklus penjualan, usahakan jangan melakukan prospek pada nama nama yang berwarna. Karena nama yang berwarna adalah nama nama yang potensial untuk closing. Nama nama itu jangan dijadikan ajang latihan. Kalaupun Anda ingin segera closing, lakukan prospek pada kategori 3. Yaitu orang yang benar benar ingin membantu Anda.
Ajang latihan, Anda boleh mencoba pada nama nama yang justru menurut Anda susah untuk closing dengan berbagai alasan. Atau Anda mencoba melakukan prospek pada kategori yang Anda perkirakan premi premi kecil. Tanpa sedikitpun bermaksud mengecilkan arti mereka, bila Anda belum berhasil, maka nilai kerugiannya tidak terlalu besar. Sangat disayangkan bila Anda gagal pada prospek dengan kategori premi premi besar.

Berdasarkan pengalaman, kesuksesan seorang Agen kadang bisa lebih cepat tercapai bila mempunyai Leader yang mempunyai kompetensi tinggi. Karena seorang Agen bisa menyerap ilmu dan pengalaman Leader. Di waktu senggang usahakan selalu mengadakan janji untuk melakukan evaluasi dan konsultasi terhadap bisnis Anda. Biasanya seorang Leader akan membantu agen untuk mewujudkan impian dan cita citanya di bisnis ini. Leader itu ibarat sebagai orang tua Agen. Yang akan membimbing dan membina Agen. Leader yang baik akan selalu memberi teladan dalam sikapnya. Sehingga apa yang diucapkan akan dilakukannya. Belajar sejak awal untuk menghargai Leader, akan berdampak pada kelangsungan bisnis Anda secara jangka panjang. Seorang Agen yang terlalu banyak menuntut Leadernya, ketika nanti dirinya menjadi Leader sering mendapat Agen yang sama seperti dirinya. Apa yang tabur, maka Anda akan menuainya.
Kalau Anda sudah melihat bahwa bisnis ini sanggup memberi penghasilan yang bisa mewujudkan impian Anda, jangan pernah berhenti hanya menjadi seorang Agen. Berpikirlah lebih besar, dengan membangun bisnis melalui membangun team. Tidak mengecilkan sedikitpun profesi seorang Agen, namun sampai kapan Anda harus menjadi penjual terus? Lewati jalur menjadi Agen, dan segera menuju jenjang berikutnya menjadi Leader. Ulangi siklus Anda, dari seorang Agen menjadi Leader. Dan bantulah orang lain, bimbinglah orang lain, untuk bisa juga sukses seperti Anda. Doronglah orang lain juga bisa menikmati kemajuan, sehingga Anda juga menjadi berkat bagi orang lain.
See you at the top!!! (HC)

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia