New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

Asuransi Pendidikan, Maksudnya?

 

1tukan-depan

ASURANSI PENDIDIKAN? MAKSUDNYA?

Ini saya tawarkan asuransi pendidikan untuk anak ibu, jadi hitung hitung kan menabung agar bisa dipakai untuk biaya pendidikan. Bagus bu...saat anak ibu berusia 16 tahun ada dana 150 juta, kalau kuliah nanti ada dana 500 juta. Coba lihat ilustrasi ini, bagus kan bu ?

Yang menarik, dalam ilustrasi tersebut tercantum Calon Tertanggung adalah anak, dan orang tua sebagai Pemegang Polis, atau dianggap sebagai pembayaran Premi. 

Kata kata dan kalimat ini sering terdengar ketika seorang Agen Life Insurance menawarkan produk asuransi pendidikan kepada calon nasabahnya. Kelihatan semua normal dan alamiah. Namun ketika kita perhatikan siapa calon tertanggung nya? Apakah makna sebuah asuransi pendidikan? Itu yang paling penting.

Tujuan perencanaan asuransi pendidikan adalah orang tua mempersiapkan sebuah kepastian dana untuk anaknya bisa melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi yang diharapkan.

Apapun yang terjadi bila orang tua sebagai pencari nafkah atau sumber income ‘bermasalah’. Bermasalah bukan berarti tidak ada Income karena di PHK. Atau bangkrut. Sumber Income bermasalah dengan kondisi yang paling fatal. Yaitu sumber Income meninggal.

Jadi kalau dengan dasar pemikiran seperti, berarti siapa yang diasuransikan? Orang tua sebagai sumber Income, atau anaknya yang bakal terjamin dana pendidikannya? Kalau pilihannya yang menjadi tertanggung adalah anak, bagaimana kalau orang tua sebagai sumber Income meninggal? Apakah dana pendidikan terjamin tersedia? Sekalipun diberi rider payor term, namun bila dana yang dibutuhkan relatif besar, apakah memungkinkan secara Financial Underwriting?

Jadi sebagai seorang Agen Life Insurance sekaligus sebagai seorang Financial Consultant harus bisa memberikan gambaran tersebut kepada calon nasabah. Program asuransi pendidikan yang menjadi calon tertanggung adalah sumber Income dalam hal ini adalah orang tua. Suka atau tidak suka itu yang harus dilakukan. Karena bila sumber Income atau orang tua meninggal, maka Uang Pertanggungan yang menjadi jaminan kepastian dana pendidikan anak. Di dalam kalangan masyarakat banyak yang salah tentang hal ini. Sering saya mendengar, seorang ibu mengatakan tidak mau asuransi ‘jiwa’ tapi mengaku sudah mengikutkan anaknya asuransi pendidikan. Setelah saya lihat polisnya, yang menjadi tertanggung dalam program tersebut adalah anaknya. Hal ini tidak terlalu mengagetkan saya. Karena masih banyak Agen Life Insurance masih banyak menjual program seperti ini. Karena di dalam proses presentasi penjualannya menghindari membicarakan soal asuransi yang berhubungan dengan meninggal dunia. Dengan seribu alasan beranggapan calon nasabah akan marah kalau Agen bicara soal kematian atau hal hal yang tidak mengenakkan. Padahal berbicara produk life insurance sudah pasti bicara tentang pelimpahan resiko. Resiko Meninggal !!! Sayangnya masih banyak Leader yang tidak mengajarkan hal yang benar kepada teamnya. Mereka bahkan menyediakan brosur layaknya menjual produk tabungan atau investasi. Yang menunjukkan bahwa saat nanti anak berusia sekian tahun akan tersedia dana pendidikan sejumlah tertentu.  Itu jual produk tabungan pendidikan. Edukasi pada masyarakat agar sejak dini memikirkan dana pendidikan anaknya dengan menyisihkan sejumlah uang untuk ditabungkan . Supaya tidak terpakai untuk hal hal konsumtif. Sedangkan program asuransi pendidikan bicara tentang pengalihan resiko dari sumber Income. Bukan malah menjadikan anak sebagai Tertanggung, dengan alasan biaya masih murah. Bukan itu !! Tidak ada alasan sedikitpun memposisikan anak menjadi Tertanggung. Karena mereka belum mempunyai nilai ekonomi yang layak menerima Uang Pertanggungan. Lebih konyol lagi bila  kedua orang tuanya tidak mempunyai Uang Pertanggungan, malah anaknya yang masih balita sudah mempunyai Uang Pertanggungan. Program asuransi pendidikan menjadikan orang tua atau sumber Income menjadi tertanggung. Ekstremnya, bila bulan depan sumber Income meninggal, maka dipastikan anak bisa sekolah, kuliah di tempat yang diharapkan. Karena banyak terjadi, ketika sumber Income meninggal atau sakit kritis, cacat tetap total yang berakibat berhentinya penghasilan yang membuat anak anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Menjual asuransi pendidikan harusnya dengan perhitungan yang lebih detil. Bisa melakukan perhitungan dengan asumsi biaya pendidikan yang makin hari makin mahal. Ada unsur inflasi di dalamnya. Bukan semata mata hanya melakukan perhitungan seadanya. Bukan hanya dengan brosur. Pernah terjadi sebuah keluarga sang Ayah meninggal, dan ibunya tidak mengerti, menganggap anaknya punya asuransi pendidikan dan merasa aman. Padahal selama ini yang menjadi Tertanggung adalah anaknya yang masih kecil. Bahkan masih harus menanggung pembayaran Premi sekalipun suaminya sebagai pencari nafkah sudah meninggal. Dalam kondisi begini siapa yang salah? Oleh karena itu sebagai Agen Life Insurance sudah selayaknya memberi edukasi yang benar kepada calon nasabah Anda. Bukan malah menjual sesuatu yang berdasarkan kepentingan nasabah. Bukan kepentingan kantong Agen. Bernilai bicara tentang resiko kepada calon nasabah. Bahkan resiko yang terjelek, yaitu resiko meninggal. Saya percaya bila disampaikan dengan konteks yang tepat, pilihan kata, dan intonasi yang pas, tidak ada yang marah ketika mendengarnya.

Langkah pertama, tentukan impian keluarga tersebut terhadap pendidikan anaknya. Mungkin saat masih kecil, anak belum mengerti akan kuliah apa, dimana, dan berapa biayanya. Namun orang tua sudah bisa menentukan sampai sejauh apa ingin memberi pendidikan yang terbaik buat anaknya. Jadi sebagai Financial Consultant gali data itu, sehingga bisa menentukan program apa yang sesuai.

Selanjutnya, coba hitung biaya kuliah hari ini di Universitas yang ditujudiproyeksikan ke biaya yang akan datang sesuai dengan waktu yang diharapkan. Bila anak saat ini berusia 3 tahun, dan membutuhkan dana saat kuliah saat usia 17 tahun, berarti biaya hari ini di Universitas tersebut harus diproyeksikan 14 tahun ke depan, sesuai dengan inflasi dan naiknya biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Woow...koq jadi besar banget? Ya...memang seperti itu. Jadi secara kasar Uang Pertanggungan yang dibutuhkan haruslah sesuai dengan biaya pendidikan yang dibutuhkan  saat itu. Namun bila lebih detil, maka Uang Pertanggungan bisa diperhitungkan dengan sebagian melakukan investasi di tempat yang sesuai. Bukan menabung di bank!! Karena bunga tabungan di bank tidak bisa untuk menambah ‘kekayaan’ mengingat bunga di bank lebih kecil dari inflasi.

Tulisan ini hanya sebagai sebuah pembuka wawasan, agar sebagai seorang Agen Asuransi tidak melakukan  kesalahan yang sama dalam mengedukasi masyarakat kita dalam memiliki Asuransi Pendidikan. Sehingga polis yang dimiliki benar benar berfungsi sebagai layaknya asuransi pendidikan seperti yang diharapkan. Jangan Agen Asuransi hanya menjual sesuatu yang gampang dalam ngomongnya. Menghindari bicara tentang resiko meninggal. Namun program yang dijual jauh dari manfaat yang diharapkan. Ayo berubah dalam cara pendekatan dan cara jual yang lebih realistis!!!

Going to the Next Level!!! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614540