New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

MULTILEVEL, INVESTASI, ATAU MONEY GAME?

 

moneygamePada awal tahun 2000 setelah inspirasi fenomenal dari Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad dan dilanjutkan dengan sequel berikutnya Cash Flow Quadrant, membawa orang mengerti tentang 4 kuadran. Sedikit refresh tentang hal itu. Dimana kuadran kiri menggambarkan orang memperoleh penghasilan melalui jalur Employee atau karyawan, dan Self Employee atau orang mempekerjakan diri sendiri. Menggaji diri sendiri, semacam dokter, arsitek, lawyer, yang intinya mereka menjadi bos atas diri mereka sendiri. Namun kehadiran mereka yang menciptakan penghasilan. Tanpa kehadiran, maka income tidak akan datang. Sedangkan kuadran kanan mengkategorikan pekerja Businessman, dan Investor. Orang mendapat penghasilan bukan karena kehadirannya, namun karena sistem yang berjalan. Sementara kuadran Investor membuat uang bekerja menghasilkan uang. Yang ujungnya muncul kata sakti yang dinamakan passive income. Dengan pemahaman ini, banyak orang yang berusaha membuat perpindahan dari kuadran kiri ke kuadran kanan. Mereka ingin membangun bisnis yang menghasilkan passive income!!

Dalam buku Business School, Kiyosaki kembali memberikan inspirasi untuk mempermudah orang berpindah kuadran. Dari kuadran kiri ke kanan ke kuadran kanan. Disadari atau tidak, Kiyosaki mengarahkan orang untuk bekerja dengan sistem. Sehingga inspirasi ini banyak ditangkap oleh pekerja multilevel untuk menjadikan inspirasi ini menjadi topik untuk open mind dalam setiap awalan presentasinya.

 

Multilevel menjadi tumbuh marak di Indonesia pada tahun tahun tersebut. Namun menariknya, dengan berjalannya waktu bisnis multilevel mencapai sebuah titik balik. Dimana pada awalnya bisnis ini adalah membangun jaringan yang ujungnya menuju passive income, namun berjalannya waktu kondisi seperti ini sudah menjauh dari tujuan akhirnya. Membangun jaringan bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan. Tahan penolakan. Mempertahankan spirit. Tidak semua orang mampu bertahan, dan mempunyai ketahanan yang sama. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk di muka bumi yang paling cerdas. Mereka bisa memilih mana yang sulit, mana yang gampang. Oleh karena kebanyakan orang memilih mana yang bisa menghasilkan uang lebih cepat. Hingga keberadaan MLM yang menggunakan sistem multi downline menjadi binari. Dimana setiap orang hanya cukup membuka 2 jaringan. Artinya mereka cukup merekrut atau sponsor 2 orang saja. Sistem binari selain memudahkan orang, karena cukup hanya sponsor 2 orang, juga memberi sistem yang mempercepat seseorang mendapat income. Pembatasan penghasilan hanya dengan persyaratan maksimal bonus. Pembatasan penghasilan disebut flush out. Namun sistem ini tentunya membuat harga produk riil harus ditambah beban pembayaran bonus, yang dirupakan bonus sponsor, bonus, pairing atau keseimbangan, bonus matching, bonus leadership, dan mungkin banyak bonus bonus lainnya. Memang harus diakui sistem ini mempercepat seseorang untuk memperoleh income. Semakin piawai seseorang menjalankan sistem ini maka semakin banyak akal untuk mendapatkan penghasilan dari strategi memasang titik titik penghasilan maupun strategi waktu posting untuk mengatur bonus maksimal yang bisa diterima. Sekali lagi harga produk yang dijual harga riil nya hanya mencapai sekitar 20 - 25% dari harga jualnya. Produk yang harusnya dijual dengan 200 ribu karena terbeban dengan bonus bonus yang harus dibayarkan maka produk tersebut dijual dengan harga di kisaran 1 juta an. Wooww....jadi akhirnya semua pelaku bisnis tidak menganggap produk lagi, tapi lebih mementingkan sistemnya.

 

Apa dampaknya dengan kondisi ini?

Bagi para pelaku pemula bisnis ini akan dikejutkan nantinya akan muncul produk produk yang sama di pasaran dengan harga tinggal separuhnya yang dijual bebas. Baik secara retail maupun di jual di toko toko tertentu. Mengapa bisa demikian?

Setelah sistem ini berjalan beberapa bulan dan mencapai piramida sistem yang besar, maka pelaku sistem yang sejak awal memasang beberapa titik yang diatur sedemikian rupa, akan berpotensi setiap memasukkan 1 titik baru maka akan menghasilkan bonus yang setara atau lebih besar dengan harga produk tersebut. Karena pembelian 1 titik produk akan memberi penghasilan bonus kepada banyak titik di atasnya. Dengan situasi ini maka produk yang dibeli akan membanjir, dan tidak mungkin dikonsumsi sendiri. Maka cara paling mudah adalah menjual dengan harga murah. Kondisi ini disebut Cutting Price!!

 

Apa yang terjadi setelah itu? Maka orang baru semakin sedikit yang join, dan company harus membayar bonus yang berlipat. Dan...akhirnya....company menggunakan 'berbagai cara' agar sistem ini 'mati dengan sendirinya'. Berbagai cara yang sering digunakan adalah web yang sering maintanance....pembagian bonus yang diubah. Ujungnya nama company ini tidak berkembang, mati perlahan...dan owner company membuat nama perusahaan baru, produk dengan kemasan baru, sistem yang lebih bagus. Pelaku bisnis berebut posisi untuk berada di jaringan atas, down line, upline, cross line saling acak membentuk susunan baru. Situasi kacau sementara...dan kembali sistem berputar....hehe....begitu tranformasinya...dan berulang. Dan semua pihak bisa menerimanya. Dan terbiasa menerimanya.

 

Dan saat ini sangat marak yang disebut BO atau Bisnis Online. Bisnis ini dikemas sedemikian seperti semua MLM namun penekanannya seperti mengajak orang untuk investasi yang menjanjikan pengembalian yang menggiurkan. Sistem yang seperti ini sudah tidak mengutamakan produk. Produk bisa semacam kartu diskon. Atau bahkan sudah tidak menggunakan produk apapun. Para member sudah tidak mempertanyakan lagi. Yang mereka perlukan hanya pengembalian dengan bonus besar. Pengembalian bisa memberi imbal hasil mulai 10% per bulan hingga 30% per bulan. Bermacam kedok dan topeng yang dikemas dalam bisnis ini. Mulai proyek prestisius di dalam atau di luar negeri. Bisnis ini seakan sebuah investasi, namun memberikan sistem referal atau sponsor bila mengajak orang lain yang bergabung. Disempurnakan lagi dengan sistem bonus binari. Maka membuat bonus semakin besar. Dan membuat orang makin kesetanan untuk meperoleh penghasilan besar. Ada roh di dalamnya yang membuat orang menjadi makin serakah. Yang menutup mata dan nurani. Logika sudah tidak dipergunakan lagi. Akal sehat sudah tidak ada.

Pada kenyataannya sistem ini membayar bonus anggota lama dengan mempergunakan uang masuk anggota baru. Sistem ini dikenal dengan skema Ponzi atau piramida Ponzi. Nama Ponzi diambil dari nama seorang imigran Italia yang merantau ke Amerika. Dan pada tahun sekitar 1920 an, Amerika digegerkan dengan jenis investasi yang menjanjikan pengembalian tinggi yang ujungnya memakan korban yang demikian banyak. Sekalipun kejadian ini sudah diketahui sejak lama, namun menariknya sistem yang seperti ini masih mampu menarik minat masyarakat banyak. Program ini selalu berulang di belahan dunia manapun Kejadian yang menggemparkan di Amerika kembali terjadi di tahun 2008 lalu dengan pelaku Maddoff.

Untuk tahu lebih detil silahkan nanya ke mbah Google, di sana akan mendapatkan informasi lebih detil lagi. Bahkan pelaku pelaku lain di belantara dunia.

 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Bentuk pengumpulan dana masyarakat model begini tetap tumbuh di Indonesia. Sekalipun berganti rupa dengan kemasan yang berbeda, namun tetap memberi imbal hasil yang luar biasa tingginya. Dan ujungnya selalu meninggalkan korban namun tidak membuat orang menjauh. Berjalannya waktu selalu tutup dan memakan korban, namun ketika lahir baru dengan kemasan yang mirip selalu banyak orang memburunya. Dan selalu ramai dengan anggota anggota baru. Dan makin hari bisa makin besar. Dan ketika sudah besar, ibarat mulut buaya yang selalu menganga menunggu korban yang besar. Ketika babi besar masuk maka buaya menutup mulutnya, dan langsung menghilang di kedalaman air. Kembali siklus terjadi. Tangisan, rintihan, kebangkrutan melanda. Kapok? ...hahaha....tidak!! Buktinya ketika bermunculan yang baru tetap akan jadi kerumunan baru.

 

Yang menarik bila seseorang yang baru bergabung dalam bisnis investasi semacam ini, mereka seakan dibutakan bahwa yang mereka ikuti adalah sebuah bisnis yang masuk akal. Mereka bahkan menilai orang yang tidak bergabung adalah orang yang tidak bisa melihat sebuah peluang besar. Mereka seakan dibutakan oleh keadaan. Mereka tidak bisa melihat sebuah hal yang tidak masuk akal. Bahkan secara ekstrem seperti seseorang yang mempunyai ideologi tertentu, sehingga apa yang dilakukan jadi sesuatu yang benar!!! Mereka sudah tidak bisa melihat dengan akal sehat. Sehingga mereka tetap berusaha meyakinkan orang lain untuk bisa menerima 'ideologi' yang mereka anut. Menilai para member adalah orang aneh. Sebaliknya para member menilai kita adalah orang aneh, yang tidak mau membuka wawasan. ...Sebenarnya siapa yang aneh?

 

Saat tulisan ini dibuat, sedang marak sebuah bisnis yang mengaku sebuah investasi yang melibatkan orang banyak untuk menjadi member. Bentuk investasi ini dibungkus dengan serangkaian bisnis. Bisnis ringtone, bisnis iklan dan lain lain. Investasi yang ditanamkan akan memberi return mencapai 30% per bulan, atau 360 % per tahun !!! Anda tidak salah baca..benar 360% per tahun. Uang mereka diberi bunga 1 % perhari dengan pembayaran bertahap antara bunga dan uang pokok. Ratusan ribu orang tergiur secara viral. Artinya dari mulut ke mulut. Mereka tidak sadar bahwa yang mereka ikuti adalah skema ponzi. Dimana untuk membayar bonus member lama dengan uang member baru. Nantinya seperti biasa pembayaran bonus member lama akan semakin besar. Dan uang member baru tidak akan cukup untuk membayar bonus member lama. Ketika pembayaran tersendat, web tidak bisa dibuka, para aktivis tetap percaya bahwa itu adalah situasi sementara. Dan tetap memberi keyakinan bahwa bisnis ini tetap akan berjalan.

 

Coba berpikir dengan akal sehat, dan cara yang sangat bodoh...

- Bila bisnis tersebut bisa memberi return hingga 360% per tahun, berarti laba yang dihasilkan dari bisnis itu lebih dari 360%. Mengapa harus mencari investor dari masyarakat banyak dengan memberi imbal hasil tinggi. Mengapa tidak meminjam dana dari bank yang bunganya dikisaran 14 % per tahun. Sehinga pencetus ide bisa mendapat keuntungan melimpah.

Jawaban mereka, pencetus ide tidak mempunyai aset yang memadai yang bisa dijaminkan ke bank untuk memperoleh kredit.

Wooww.....

- Kalaupun itu bisnis yang benar, dan terbukti, mencari investor tidaklah sulit. Proposal yang lengkap, dengan presentasi yang bisa dipertanggung jawabkan, banyak investor yang mau menanamkan modalnya. Apalagi bisnis yang bisa menghasilkan laba ratusan persen setiap tahunnya. Mengapa tidak digunakan cara ini? Mungkin investor malah bisa memberi saham kosong kepada pencetus ide briliannya.

Atau,..

- Kalaupun bisnis tersebut memang bisa menghasilkan laba demikian besar. Tentunya tidak menunggu waktu yang lama, sejumlah konglomerat akan membuka bisnis yang sama. Dengan kapital yang lebih besar, dengan sumber daya manusia yang lebih kompeten. Mengapa situasi ini tidak terjadi?

 

Woow....mereka aktivis punya jawaban juga....mereka mengatakan bahwa pencetus ide ingin hasil idenya ini bisa dinikmati oleh banyak orang. Sehingga banyak orang yang sejahtera. Bukan untuk memperkaya sejumlah orang tertentu. Atau memperkaya institusi keuangan tertentu. Mereka mau membawa kesejahteraan kepada masayarakat banyak. Demikian mulianya pencetus ide...

Benarkah demikian?

Akhirnya saya sendiri yang bingung....benarkah demikian?

Saya menulis ini adu cepat... Jangan sampai sebelum sempat di upload, sistem tersebut sudah hilang lenyap ditelan bumi. Dan para korban seperti biasa diam. Diam. Diam. Dan sebagian menghuni Rumah Sakit Jiwa....

Bagaimana menurut Anda? (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614512