risk

Bicara tentang resiko, adalah sesuatu yang sering dihindari. Kadang memikirkan pun enggan rasanya. Karena resiko berkonotasi negatif. Demikian juga ketika kita membahas tentang keuangan keluarga. Salah satu bagiannya,  selain membahas investasi yang sepertinya melipat gandakan aset. Yang tidak kalah penting adalah memikirkan bagaimana mengelola resiko.

Di dalam perencanaan keuangan ada beberapa resiko yang bisa terjadi dalam kehidupan.
1. Cacat tetap, akibat sakit atau kecelakaan sehingga tidak mampu lagi menghasilkan income. Dalam kondisi ini keluarga harus mempunya dana yang cukup untuk biaya hidup selamanya.
2. Sakit kritis, yang membutuhkan biaya tinggi untuk pengobatan dan perawatan. Segala usaha dikerahkan untuk mencari kesembuhan atau setidaknya memperpanjang usia.
3. Meninggal terlalu muda, sehingga yang ditinggalkan kehilangan masa depan. Usia anak anak yang ditinggalkan belum mampu mencari penghasilan, bahkan masih membutuhkan biaya pendidikan. Pekerjaan yang ditinggalkan belum tentu keluarga bisa melanjutkan dengan kemampuan yang sama.
4. Meninggal terlalu tua, membutuhkan biaya yang tidak sedikit di saat sudah tidak produktif, dan kesehatan menurun. Kadang terpaksa harus menjadi beban anak anak, yang mana pada saat yang bersamaan keluarga anak juga membutuhkan biaya tinggi untuk biaya pendidikan anak anak mereka.

Apa yang bisa kita lakukan dengan resiko tersebut ?
MENGHINDARI RESIKO
Cara paling sederhana dalam mamjemen resiko adalah menghindari sama sekali. Ada berita di televisi tentang kecelakaan pesawat terbang. Untuk menghindari kecelakaan cara paling sederhana adalah tidak naik pesawat terbang apapun. Berita banyak orang rugi dalam investasi di bursa saham. Cara menghindari kerugian dengan cara tidak membeli saham. Melakukan investasi dalam bentuk yang lain. Pada kenyataannya cara menghindar dari resiko biasanya tidak efektif. Karena sangat banyak hal hal yang tidak mungkin dihindari. Pada dasarnya manusia tidak bisa menghindari dari semua resiko kehidupannya. Dari sisi biaya seakan cara ini paling murah, namun dari sisi yang lain orang bisa membayar lebih mahal untuk mencari penggganti agar tujuan semula bisa tercapai.
Bila seseorang tinggal di Surabaya ingin ke Jakarta. Untuk menghindari kecelakaan pesawat dia memilih naik kereta api atau bus. Biaya tiket pasti lebih murah, namun resiko yang lain akan timbul dengan naik kereta api atau bus.
Kalaupun selamat tiba di Jakarta, dia harus mengorbankan waktu yang lebih lama. Yang mengakibatkan badan lebih letih, sehingga tidak fit ketika beraktifitas di Jakarta. Dengan badan letih, resiko mudah terserang penyakit.
Ada resiko baru ketika orang menghindari resiko tertentu.

MENERIMA RESIKO
Cara berikutnya adalah menerima resiko yang terjadi apa adanya. Cara ini mengharuskan siapapun untuk siap secara finansial bila resiko terjadi. Banyak orang sadar memilih cara ini untuk menanggung resiko dalam hidup mereka.
Padahal ini adalah cara yang mahal, karena harus mempertaruhkan masa depan keluarga bila resiko terjadi. Pemilih cara ini biasanya tidak pernah membayangkan resiko terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka berpikir bahwa resiko itu bisa terjadi pada orang lain. Tapi tidak terjadi pada dirinya. Sehingga ketika resiko terjadi, hanya penyesalan yang ada. Namun sudah terlambat.

MENGONTROL RESIKO
Kita bisa mengontrol resiko agar dapat meminimalkan kerugian finansial bila resiko terjadi.
Bila kita mempunyai pabrik, kita bisa memasang sprinkler, detektor asap, dan memasang stand pipe untuk berjaga jaga bila terjadi kebakaran. Dengan adanya detektor asap, bila timbul kebakaran yang masih kecil, maka otomatis sprinkler bekerja menyemprot secara otomatis, sambil menunggu kedatangan pemadam kebakaran. Tentunya dengan memasang alat alat tersebut membutuhkan biaya yang tidak murah. Namun setidaknya cara ini bisa mengontrol resiko bila terjadi kebakaran. Sehingga menghindarkan kerugian yang lebih besar.

MENTRANFER/ MEMINDAHKAN RESIKO
Para perencana keuangan selalu menggunakan cara ini dalam mengelola resiko.
Kita bisa memindahkan resiko pada pihak lain, dengan membayar sejumlah biaya. Selanjutnya pihak penanggung yang akan bertanggung jawab akan kerugian finansial akibat bila resiko terjadi. Sehingga biaya yang harusnya menjadi beban kita, ada pihak lain yang membayarnya. Secara teoritis, kita bisa menghindari seluruh kerugian finansial yang mungkin terjadi dengan memindahkan resiko pada pihak lain. Cara ini ternyata adalah cara yang paling murah dibanding metoda yang lain yang sepertinya murah, namun mempunyai komponen biaya lain yang tidak bisa diperhitungkan. Pihak yang bisa menerima pemindahan resiko adalah perusahaan asuransi. Dimana perusahaan ini didirikan memang bertujuan mengambil alih resiko, dan menerima imbalan yaitu premi.

Dengan mengetahui cara cara di atas, manakah yang Anda pilih?
Dan yang perlu Anda ketahui, bila Anda memutuskan untuk tidak mempunyai asuransi, sebenarnya....
secara tidak langsung, Anda sudah mendirikan perusahaan asuransi. Yang mana Anda sebagai penanggung semua resiko dalam keluarga Anda !!! (HC)

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia