New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month June 2018 Next month
M T W T F S S
week 22 1 2 3
week 23 4 5 6 7 8 9 10
week 24 11 12 13 14 15 16 17
week 25 18 19 20 21 22 23 24
week 26 25 26 27 28 29 30
 

SUKSES, MEWUJUDKAN IMPIAN, BAGAIMANA MERAIHNYA?

 

sukses goSebagaimana kalau kita disodorkan makanan yang lezat, selalu kita penasaran dengan resep dari pembuatnya. Karena bila kita melakukan coba coba tanpa tahu resepnya, ada kemungkinan hasil yang diperoleh tidak sama. Atau membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Bahkan kadang butuh pengorbanan yang kadang harus mengalami kerugian material yang banyak. Yang lebih rugi adalah ketika mengalami kerugian waktu. Karena waktu tidak bisa kembali.

 

Demikian juga bila kita dihadapkan dengan kata Sukses. Kita selalu ingin mengetahui bagaimana resep untuk mencapainya. Begitu banyak ragam yang ditawarkan oleh banyak sumber. Baik pelaku bisnis maupun motivator, yang membagi kiat suksesnya dibanyak cerita atau seminar seminar. Mulai yang gratis sampai yang berharga ratusan ribu hingga jutaan, bahkan puluhan juta rupiah

.

Ketika kebangkrutan dalam bisnis menimpa, sehingga sepertinya menerima sebuah pelajaran kehidupan. Menimba banyak resep dan mencoba mempraktekkannya. Begitu banyak versi yang didapat. Begitu banyak pilihan, dan harus memutuskan tindakan mana yang mengarah menuju tujuan, atau sebaliknya malah ke arah yang berlawanan. Begitu mahal harganya. Banyak kerugian yang harus diterima. Ada rugi di awal yang bisa ditarik kembali dan mendapatkan keuntungan lebih. Namun ada kerugian yang tidak bisa kembali, khususnya kerugian waktu. Yang tidak bisa diputar kembali. Usia bertambah. Oleh karena itu kita harus mencari tahu apakah resep Sukses, sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang orang sukses. Kita belajar dari orang orang tersebut, yang mana ada 'benang merah' antara orang sukses yang satu dengan orang sukses yang lain. Bagaimana itu?

 

MENETAPKAN TUJUAN DENGAN JELAS

 

Kata Sukses adalah kata yang relatif. Tiap orang bisa mempunyai terjemahan bebas akan arti kesuksesan. Karena ketidak jelasan tersebut, membuat tiap orang kesulitan menuju ke sana. Banyak orang mengartikan kesuksesan identik dengan kekayaan. Sah sah aja, namun ketika dilanjutkan dengan pertanyaan, kekayaan yang diinginkan itu berapa nominalnya? Belum tentu pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas.

Sukses sama dengan tujuan. Sukses sama dengan impian yang ingin diwujudkan. Ketika mereka ingin sukses, sama dengan impian mewujudkan impian menjadi kenyataan.

Misalnya, mereka menginginkan mempunyai mobil. Tentu saja dibutuhkan kejelasan mobil merk apa, type apa, warna apa, harga berapa, ....sedetil apa yang diinginkan. Demikian juga untuk impian yang lain. Semuanya JELAS !!

 

Untuk mempermudah gunakan panduan S.M.A.R.T.

SPESIFIC, jelas dan dapat dimengerti 'siapa saja' ...jadi andaikan ada orang dermawan yang ingin memberikan 'impian' itu dia akan memberikan SAMA PERSIS dengan apa yang Anda harapkan.

MEASURABLE, bisa diukur keberhasilannya. Kalau sudah didapat apa buktinya...misalnya, kalau berhasil mendapatkan mobil, maka garasi, atau carport, atau depan rumah, ada wujud mobilnya.

ACHIEVABLE, masuk akal untuk diraih. Artinya sumber daya yang Anda miliki bisa digunakan untuk meraihnya. Seorang mempunyai impian menjadi pemain bola basket di NBA, namun tinggi badannya hanya 140 cm, apakah mungkin?...mempunyai impian yang tidak mungkin diraih, karena tidak mempunyai sumber daya akan membuat diri menjadi frustasi, dan makin tidak mempunyai kepercayaan diri. Jadi Anda harus bisa mengetahui sumber daya apa yang dimiliki untuk mencapai dan mewujudkan impian tersebut.

REALISTIC, membuat impian harus realistis, bukan impian yang setinggi langit, namun tidak realistis untuk dicapai. Punya impian menjadi menantu Ratu Inggris? Kenal sanak saudaranya ngga....usia sudah menjelang 40 tahun........mimpiii kaleee yeee......wkwkwkwk......

TIME FRAME, ada batasan waktu dalam mewujudkan impian itu. Ditentukan sejak awal. Apakah untuk mencapainya perlu waktu 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun? Karena membuat impian tanpa batas waktu membuat tidak ada tindakan atau strategi dalam mewujudkannya. Bisa 'tarsok'...ntar besok...ntar besok...

 

Sering saya melatih seseorang untuk belajar membuat goals dengan hal yang kecil, dengan sumber daya yang dipunyai, dengan waktu jangka pendek. Tujuannya agar dirinya terbiasa mendapat kepercayaan diri untuk mendapatkan impiannya. Keberhasilan keberhasilan kecil jangka pendek membuat dirinya percaya diri, dan makin percaya diri bahwa dirinya mampu mewujudkannya. Melatih keberhasilan akan membuatnya makin percaya diri untuk membuat goals yang lebih besar, lebih berarti untuk jangka waktu yang lebih panjang.

 

Perencanaan S.M.A.R.T pada akhirnya perlu disempurnakan dengan kajian EKOLOGIS.

Yang artinya impian yang diharapkan tidak akan melanggar norma, nilai nilai hidup, dan merugikan atau ketidak setujuan orang orang di lingkungan atau keluarga tercinta, bahkan merugikan diri sendiri.

Seseorang Papa ingin mengejar impiannya, sehingga harus bekerja tiap hari, bahkan Sabtu Minggu. Mengorbankan hari keluarga. Apakah keluarganya bisa menerima hal tersebut?

Seseorang istri bekerja keras, hingga kerja larut malam dan pulang ke rumah menjelang pagi. Sementara tetangga yang tidak mengerti hanya bisa bergunjing, dan menebarkan gosip yang negatif. Bagaimana situasi ini bisa diterima keluarga?

Bekerja menjual barang dengan keuntungan besar tentu akan mempercepat menuju impiannya. Namun apakah barang yang dijual itu halal. Tidak melanggar norma agama? Apakah melanggar undang undang?

Bekerja dengan semangat, sepanjang hari, kadang lupa istirahat sehingga badan jadi sakit. Sakit akan membuat kehilangan waktu dengan apa yang direncanakan sejak awal. Apakah tidak merugikan diri sendiri?

Itulah contoh contoh situasi ekologis yang bisa Anda ukur sendiri. Sehingga ketika melakukannya tidak ada lagi halangan baik dari lingkungan sekitar maupun dari dalam diri sendiri.

 

Dan setelah itu...

 

BERTINDAK !!!

 

Sebenarnya hal yang harusnya tidak perlu dijadikan pokok bahasan. Karena sebagus apapun perencanaan impian yang dibuat hanya akan jadi impian dalam tidur bila tidak ada tindakan. Takut gagal adalah alasan klasik. Harus mengerti dengan detil baru akan melangkah, adalah salah satu bentuk penundaan. Karena tidak satupun yang sempurna. Namun bertindak sambil belajar adalah keputusan yang bijaksana.

 

Namun, jangan lupa...

PUNYA KEPEKAAN..

 

Bila Anda domisili di Surabaya, dan punya tujuan ke Bali, tepatnya ke Denpasar dengan mengendarai mobil. Perkiraan jarak tempuh normal sekitar 10 jam. Setelah Anda check kelengkapan dan kondisi mobil maka Anda bisa siap berangkat.

Anda pastikan lewat jalan mana, arah mana untuk menuju Denpasar.

Lewat 3 jam berjalan, Anda harus memastikan bahwa arah Anda benar dan berada di daerah yang sesuai dengan jarak waktu tempuh. Setelah 3 jam harusnya Anda sudah berada lewat kota Probolinggo atau Paiton. Inilah yang dinamakan KEPEKAAN. Karena jangan sampai ketika lewat 3 jam, Anda berada di arah ke Jawa Tengah. Ini tentunya Anda telah bergerak (Action) selama 3 jam namun ke arah yang salah. Demikian juga ketika Anda check, dalam 3 jam masih berada di Pandaan. Berarti Anda bergerak terlalu lambat. Dengan mengadakan check beberapa waktu akan membuat Anda tahu kondisi. Dan yang penting, bila mengetahui ada ketidak sesuaian, Anda masih punya waktu untuk memperbaikinya.

Hal seperti ini yang sering dilupakan oleh banyak orang.

Mereka bertindak, bekerja keras tanpa kenal waktu, namun ternyata bergerak pada arah yang salah, atau bergerak terlalu lambat karena salah strategi. Sehingga hasil yang dicapai tidak sesuai dengan yang diharapkan.

MENGGUNAKAN CARA YANG SAMA DAN MENGINGINKAN HASIL YANG BERBEDA adalah salah satu bentuk kegilaan dalam hidup. Jadi bila ingin hasil yang berbeda, Anda menggunakan cara yang berbeda.

 

Dan akhirnya...

Kita harus FLEKSIBEL...

Jangan sampai kita terjebak dengan kata kata bahwa untuk meraih sukses kita harus konsisten dan persisten.

Banyak di antara kita, 'terjebak' dengan kata konsiten dan persisten yang banyak digunakan oleh para motivator.

Sehingga mereka tetap melakukan hal yang sama, cara yang sama, dan pada KENDARAAN YANG SAMA. Hal ini yang membuat banyak orang yang berjalan di tempat, atau bergerak ke deoan yang sangat lambat.

Seekor lalat ingin menuju lampu, sedangkan di depannya terhalang sebidang kaca bening. Dan lalat tersebut terbang dengan menuju lampu, tentu saja badannya menabrak kaca bening tersebut. Dia melakukan terus, konsisten, dan persisten melakukakannya. Apakah yang terjadi? Ya benar, lalat tersebut akhirnya mati. Mati kelelahan, atau mati karena frustrasi tidak penting bagi kita...hehe....

Gambaran itu juga berlaku bagi kita. Ketika arah menuju impian terhalang, kita harus peka, dan kita berani untuk mengubah cara, mengubah arah, untuk tetap on the track. Sering kita melihat banyak orang tetap melakukan cara yang sama, mereka konsisten dengan cara yang sama, mereka persisten dengan tetap gigih melakukannya dengan hal sama. Dan mereka 'mati'. Mereka menganggap dirinya gagal. Karena telah bekerja sekuat tenaga, namun tidak menghasilkan seperti yang diharapkan.

Kepekaan akan arah tujuan harus diresponi dengan keluwesan dalam mengadakan perubahan. Perubahan strategi, perubahan cara, atau perubahan pola pikir, untuk menuju arah yang diharapkan dalam tujuan awal.

Flexibel atau keluwesan bisa dalam banyak aspek. Karena bila kita dari Surabaya mau ke Jakarta, banyak alternatif untuk mencapainya. Kalaupun kita memutuskan salah satu alat transportasi, banyak alternatif yang bisa menjadi pilihan dengan segala konsenkuensinya. Bila kita memutuskan menggunakan mobil, jelas waktunya akan lebih lama bila dibandingkan dengan menggunakan pesawat. Namun harga pesawat akan lebih mahal bila dibandingkan menggunakan mobil. Pesawat pun akan mempunyai banyak pilihan, low cost atau premium. Anda sendiri yang tahu dengan pasti apa yang harus dipilih. Anda yang mengerti tentang sumber daya yang dimiliki.

 

Seorang anak muda ingin memiliki rumah sendiri ketika menikah. Dia mempunyai gambaran tentang rumah idamannya. Dia perlu mencari tahu harga rumah yang diharapkan. Dengan tahu banyak hal mengenai rumah impiannya, harga merupakan bagian terpenting. Karena dengan tahu harga, maka dia bisa mengukur kemungkinannya. Apakah bisa dicapai dengan cara kerja memperoleh penghasilannya dengan cara saat ini. Bila kondisinya tidak memungkinkan, atau perlu waktu yang terlalu panjang, maka dia harus memutuskan untuk mencari cara menghasilkan uang yang bisa memperoleh kemungkinan, tercapai dalam waktu yang diharapkan. Inilah salah satu yang disebut sebuah keluwesan. Jangan sampai dia melakukan kerja keras dengan cara yang sama, namun penghasilan yang diperoleh tidak memungkinkan dia memperoleh rumah tersebut, atau bisa membeli rumah saat sudah berusia 60 tahun.

 

Jadi, untuk sukses mencapai impiannya, Anda bisa mengevaluasi dengan resep sukses yang banyak dipergunakan oleh orang orang yang sudah sukses. Dan pengetahuan akan sempurna bila mempraktekkan dalam kehidupan nyata.

Bagaimana menurut Anda? (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1559385