New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

MEMBANGUN SIKAP POSITIF

 

positiveDalam setiap bisnis yang dikembangkan selalu kita berhubungan dengan orang lain. Baik dalam bisnis yang sama, ataupun dengan orang yang lain dengan bisnis yang berbeda.

Apapun jenis bentuknya yang membedakan antara setiap pelaku bisnis adalah SIKAP. Dan sikap inilah yang menentukan apakah bisnis kita bisa berkembang secara jangka panjang ataukah hanya bersifat sementara. Bahkan karena sikap inilah orang lain bisa menilai apakah sikap pelaku bisnis tertentu punya stigma positif ataupun negatif?

Dalam bisnis life insurance juga punya pandangan umum. Baik terhadap perusahaan maupun, yang lebih banyak, penilaian terhadap pelaku bisnisnya.

Oleh karena itu sebagai insan pelaku bisnis life insurance, tentunya mempunyai tantangan agar bisa menjaga sikap dan perilaku sehingga tidak menimbulkan penilaian negatif. 

BERISIK...MENGGANGGU...

Banyak penilaian sedemikian rupa bagi masyarakat pada umumnya. Seakan seakan semua pelaku bisnis life insurance punya sikap yang sama. Selalu mengganggu mereka.

Memaksa. Menakuti. Datang terus tanpa membuat janji. Telpon terus tidak kenal waktu. Mengirim broadcast message setiap hari yang isinya menjual produk, menjelekkan produk atau perusahaan lain. Ngomongin asuransi dimanapun tanpa kenal tempat. Di pesta, reuni, rumah sakit, suasana duka cita. Pengajaran yang diberikan oleh Leader atau trainer, yang seakan sebagai agen asuransi harus seperti iklan C*ca C*la. Dimanapun, kapanpun, siapapun harus 'segera' diprospek atau direkrut. Kalau tidak akan kedahuluan orang lain. Sehingga tanpa pemahaman yang dewasa, maka agen asuransi tidak mengenal waktu dan tempat lagi dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga ibarat singa yang lapar, melihat setiap benda selalu diibaratkan daging.....hahaha....

Melakukan sesuatu dengan cepat tidak salah. Namun harus membekali diri dengan skill bagaimana membangun keakraban dan kepercayaan terlebih dahulu, baru bisa meneruskan ke tahap selanjutnya. Yang artinya, bila belum terjalin keakraban dan kepercayaan, belum saat yang tepat untuk membicarakan penjualan Anda.....

Kecuali memang Anda memutuskan melakukan canvasing, yang jelas jelas Anda langsung mengadakan penjualan pada setiap orang yang Anda temui. Dan mereka juga langsung tahu bahwa kedatangan Anda memang bertujuan menjual produk Anda.

Oleh karena itu pekalah terhadap keadaan, sehingga kehadiran Anda baik secara fisik maupun virtual tidak dianggap gangguan oleh lingkungan Anda.

 

MENAMBAH TEMAN ATAU KENALAN BARU

Kemajuan di bisnis ini sangat ditentukan oleh banyaknya 'daftar nama' yang Anda punya. Baik nama yang akan diprospek, ataupun nama yang akan direkrut. Atau nama yang masuk kategori, diprospek atau direkrut. Karena banyak pelaku bisnis ini tidak bertahan lama hanya karena mereka tidak tahu lagi siapa yang akan diprospek. Mereka seakan tidak punya nama lagi. Sedangkan melakukan kanvasing perlu nyali atau keberanian dalam melakukannya.

Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan berusahalah untuk mencari kenalan baru. Di manapun Anda berada.

Kalau Anda berada di daerah publik. Dan ada orang yang mengajak Anda berkomunikasi, apakah yang membuat Anda mau berkomunikasi dengan orang asing tersebut?

Hampir semua mempunya jawaban yang sama. Bahwa orang tersebut memberikan rasa aman dan nyaman.

Ya..senyum yang tulus akan akan membuat orang lain merasa nyaman. Dan penampilan positif lah yang membuat orang merasa aman.

Berkaca dari situ, maka jagalah penampilan Anda sehingga mempunyai persepsi yang positif atau mampu memberi rasa aman bagi orang yang belum Anda kenal.

Belajar untuk selalu menyapa orang lain dengan senyum terbaik yang Anda miliki. Haha....senyum terbaik? Ya benar...sering saya berjumpa dengan orang yang tersenyum, namun senyuman yang diberikan adalah senyum kecut, senyum sinis, dan senyum senyum negatif yang lain....saya percaya Anda mengerti dan bisa merasakan hal itu.

Coba bercermin, dan tersenyum. Rasakan apakah senyum Anda apakah memberikan persepsi senyum yang ramah, tulus, dan membuat orang mau berkomunikasi lanjutan dengan Anda.

Sepertinya hal yang sederhana, namun senyuman merupakan pintu masuk menjalin keakraban dengan orang lain.

Sekali lagi dengan awal perjumpaan bukan berarti Anda harus selalu menjual atau merekrut. Kadang ketidak pekaan membuat profesi kita tidak disukai orang.

Menjual dan merekrut punya saat dan momen yang tepat.

Intinya berinisiatiflah untuk menambah teman atau relasi baru untuk memperluas jaringan pertemanan Anda. Yang kadang tidak menimbulkan hasil instan. Namun tanpa disadari kadang kita mempunyai hubungan dengan orang orang yang kita kenal pada saat yang lalu,  dan membuka pintu atau jembatan dalam memperlancar bisnis Anda.

 

BERLAKULAH SEBAGAI ENERGY BOOSTER

Pernahkah Anda melakukan pembicaraan dengan orang namun membuat Anda 'kehabisan' energi?

Tanpa terasa topik yang dibicarakan kepada Anda berisi hal hal yang negatif. Isinya tentang keluhan. Tentang cuaca. Jalanan macet. Gosip, intrik, rasan rasan...Apapun...yang isinya ketidak puasan.

Orang orang seperti ini akan menguras energi kita tanpa disadari. Dan akan mempengaruhi pikiran atau sikap kita saat itu. Tanpa terasa pula pikiran kita akan terkontaminasi pikiran negatif.

Orang orang model ini cenderung dihindari oleh komunitas positif. Penyedot energi ini biasa disebut energy sucker!! Sebaliknya orang yang menyalurkan energi disebut Energy Booster.

Oleh karena itu jadikan diri Anda di lingkungan sekitar menjadi Energy Booster. Orang lain akan suka berinteraksi dengan Anda. Karena sikap Anda membuat mereka semangat.

Berikan kata kata positif. Kalimat yang membangun mereka.

Hindari gosip. Dimana keberadaan Anda akan membuat lingkungan sekitar Anda jadi hidup.

Belajar untuk bisa menyalurkan energi positif kepada siapa saja.

Mulailah dengan gestur tubuh yang mengarah pada kondisi semangat. Bahu yang tegak. Dagu yang menengadah. Mata yang  bersinar tajam. Bibir yang mengembang. Dan semua itu akan mengubah pikiran Anda menjadi postif.

Dengan gestur yang positif akan menyulitkan Anda berpikir negatif. Mudah kan...??

Dan belajar untuk selalu mengisi pikiran dan memori kita dengan hal hal yang positif. Bergaullah dengan orang yang positif. Berkomunitaslah dengan orang yang positif. Jangan sering menonton hal hal yang negatif. Tontonan televisi yang sangat beragam membuat banyak pilihan. Pilihlah yang bisa membangun Anda. Sinetron yang berisi intrik, dendam, iri hati tidak berguna bagi diri. Sampah itu tidak perlu masuk dalam memori Anda!! Kata kata saya cukup tajam untuk hal ini. Namun sebagian orang menganggap sebagai hiburan. Yang tanpa sadar membuat mereka menyimpan hal hal yang negatif dalam kehidupannya.

Pilihlah bacaan yang positif. Hindari bacaan yang tidak membangun. Kriminalitas, klenik, sangat tidak membangun kehidupan dan pikiran Anda.

 

KEBIASAAN DAN GAYA HIDUP POSITIF

Profesi di bisnis keuangan tentunya harus memberikan citra positif. Jangan biarkan dan memberi peluang orang memberikan penilaian negatif atas sikap kita.

Hal yang paling mendasar dan mudah untuk dinilai adalah bagaimana Anda menghargai waktu.

Waktu adalah adalah hal yang tidak bisa kembali. Ketika kita kehilangan uang maka kita masih punya kesempatan untuk kembali mendapatkannya. Namun ketika kita kehilangan waktu maka tidak bisa kita dapatkan lagi. Waktu hilang !!

Oleh karena itu selalu bersikap ON TIME dalam setiap pengaturan waktu. Apalagi bila melibatkan orang lain.

Pernah satu waktu seorang sales person menghubungi saya via telpon untuk meminta waktu bertemu. Dan saya memberi waktu untuk hal itu. Namun ketika pada waktu yang ditentukan, sales person itu terlambat hingga 20 menit. Dan saya meninggalkannya. Maaf yang dilontarkan tidak membuat saya iba. Dan saya nasihati dia, bahwa on time haruslah mutlak dilakukan oleh setiap sales person. Dan hilanglah peluang dia untuk menjual produknya ke saya.

Dalam komunitas kantor, sering saya melihat banyak acara yang tidak bisa tepat waktu.

Karena....

Sering saya mendengar seorang merasa rugi kalau tepat waktu, karena dirasa orang lain akan terlambat juga. On time atau menghargai waktu tidak berhubungan dengan orang lain. On time adalah masalah keputusan dan masalah sikap!!

Jangan biarkan tubuh dan pikiran Anda kebal terhadap ketepatan waktu. Coba Anda cari benang merah setiap pribadi yang sukses. Pebisnis, olahragawan, entertainer, yang bisa bertahan lama dalam industrinya, adalah orang orang dengan kepribadian tepat waktu.

Herannya, setiap orang mengharapkan gaji, bonus, hadiah harus tepat waktu. Namun diri sendiri tidak pernah dituntut untuk tepat waktu.

 

Gaya hidup? Ya...pernah satu waktu saya bertemu dengan seorang owner dan jajaran direksi perusahaan keuangan. Setelah makan malam dilanjutkan dengan hepi hepi di sebuah klub.

Malam itu sangatlah hingar bingar dan menurut saya sudah kelewat batas. Dan saya kehilangan respek atas mereka. Karena institusi keuangan sarat dengan integritas. Citra positif sangat diperlukan dalam industri ini. Karena kita bertanggung jawab atas uang orang lain. Kepercayaan yang ditanamkan dan di dapat baru calon nasabah mempercayakan uang nya kepada kita.

Jaga gaya hidup Anda. Sebagai seorang sales person memang harus flexible dalam bergaul dan membangun keakraban. Apapun yang dilakukan orang lain negatif, jangan menjadi candu bagi kita untuk melakukannya. Karena addict akan menjatuhkan Anda!!

Be Postif !! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614485