New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

MEMBANGUN KEPERCAYAAN

 

trust12

 

Dalam proses penjualan banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang Agen. Banyak yang mengatakan bahwa hal terpenting dalam proses closing adalah melakukan presentasi yang baik dan jitu. Dan mampu menangani keberatan yang diajukan calon nasabah. Pendapat ini bukan salah. Namun sebelum calon nasabah bisa menerima dan memberi kesempatan seorang Agen untuk melakukan presentasi, ada bagian penting yang mengawali atau membuka jalan. Elemen itu adalah Membangun Kepercayaan (building trust).

 

Dalam siklus penjualan, saat bertemu pertama kali, seorang calon nasabah belum mengenal Agen, maka perlu diawali dengan Membangun Keakraban (building rapport).

Dengan aura wajah positf, senyuman yang ramah, tatapan mata yang bersahabat membuat sesorang yang baru pertama kali bertemu bisa mendapat atmosfir keakraban. Topik pembicaraan yang nyambung akan sangat membantu mempercepat seseorang bisa serasa sudah kenal lama.

Karena itu 'perlu dibangun' kesamaan kesamaan. Dalam banyak hal kebetulan kesamaan akan membuat seseorang lebih cepat akrab.

 

Persamaan DAERAH ASAL, dengan dialek yang sama akan sangat membantu mempercepat keakraban. Beberapa kawan keturunan Tionghwa asal Medan, akan lebih cepat akrab bila bertemu dengan orang daerah asal. Bahkan se pulau. Mereka cepat akrab karena faktor bahasa. Dialek Hokkian akan menjadi ciri mereka. Suku Tionghwa asal Jawa tidak diajarkan oleh orang tuanya untuk berbahasa Hokkian. Jangankan berbicara, mengerti aja kadang tidak...hehe... Demikian juga ketika seorang teman asal Sunda yang bertemu dengan orang daerah asal, maka secara otomatis terjadilah pembicaraan dengan bahasa yang sama. Komunikasi di antara mereka kadang melupakan teman lain di seputar mereka. Karena bahasa yang sama membuat mereka seperti berjumpa handai taulan.

 

Persamaan jalur AKADEMIS juga bisa mempercepat keakraban. Persamaan topik membuat mereka bisa nyambung dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari. Mereka bisa seakan reuni dengan teman lama satu jurusan, sekalipun bisa beda tahun angkatan, atau beda alumni.

Perbedaan jurusan akademi tidak masalah bila ada persamaan ALUMNI universitas, atau sekolah tertentu. Ada yang bisa dijadikan topik obrolan, baik tempat, waktu, suasana, guru, atau dosen pengajar. Ikatan akan semakin kuat bila ditambah dengan persamaan organisasi.

 

Persamaan HOBBY. Dengan mempunyai hobby yang sama akan tercipta obrolan santai yang berkepanjangan. Karena hobby adalah hal yang menyenangkan. Semakin orang suka dengan hobby tersebut dan kawan baru nya juga mempunyai hobby yang sama, maka potensi untuk melanjutkan keakraban bisa terjadi dengan melakukan hobby secara bersama.

Pernah terjadi ketika bertemu dengan salah seorang calon nasabah, dan saat masuk ruang kantor pribadinya, terpampang beberapa piala kejuaraan bulu tangkis. Karena waktu kecil saya sangat hobby bulu tangkis, dan saya masih mengingat beberapa pemain top dunia pada masa itu. Saat obrolan awal saya menyinggung tentang hobbynya dan saling bernostagia tentang masa lalu soal bulu tangkis, maka tanpa terasa kita bisa langsung akrab. Dan kondisi ini tentu saja sangat membantu dalam proses penjualan berikutnya.

Oleh karena itu persamaan akan sangat menjadi sangat penting, karena setiap persamaan akan membuat orang yang tidak pernah bertemu sekalipun akan jadi lebih akrab. Semakin banyak persamaan akan makin cepat seseorang menjadi lebih akrab terhadap yang lain. Tiap persamaan akan memberi efek seseorang mempunyai topik pembicaraan yang sama. Persamaan persamaan sekecil apapun bisa berpengaruh asalkan kita mampu untuk menggalinya. Persamaan sekolah anak, dokter anak, dan hal hal kecil lainnya bisa menjadi topik kebersamaan.

 

Dan selanjutnya...

Ketika keakraban sudah terbentuk, maka diperlukan bagian penting lainnya...

MEMBANGUN KEPERCAYAAN !!!

Untuk membangun keakraban memang dibutuhkan waktu belajar dan makin banyaknya pengalaman berkomunikasi membuat orang dengan mudah menjalin keakraban. Memang semakin orang mudah akrab akan 'membantu' membuat orang menjadi semakin percaya.

Keakraban bisa terjadi karena persamaan, namun membangun kepercayaan tidak secara otomatis bisa terbentuk.

Beberapa elemen yang membuat orang sadar atau tidak sadar terbangun kepercayaannya melalui,

 

PENAMPILAN

Pepatah lama yang mengatakan 'Jangan menilai buku dari covernya' rasanya sudah tidak berlaku lagi dalam era sekarang. Karena orang sebelum mengetahui isi 'otak dan kemampuan' kita, mereka menilai seperti apakah penampilan kita. Sebagai seorang Perencana Keuangan di industri life insurance, apakah penampilan kita mencerminkan sesuai dengan profesi yang kita jalankan. Oleh karena itu penampilan merupakan elemen Membangun Kepercayaan yang paling awal. Karena bila penampilan kita sudah 'tertolak' maka kita sudah tidak mempunyai kesempatan untuk memasuki tahapan berikutnya.

Perhatikan mulai ujung rambut, hingga ujung sepatu. Kadang sepertinya kita meremehkan hal tersebut, namun kita tidak bisa melarang bila calon nasabah memperhatikan dan menilainya. Hati hatilah dalam hal ini.

 

GELAR AKADEMIS

Seseorang bisa percaya kepada yang lain bila dihadapan mereka adalah orang yang mereka segani. Mereka bisa segan bila berhadapan dengan orang yang notabene yang mempunyai kelebihan. Tentu saja bukan kelebihan berat badan....wkwkwk....

Gelar yang dicantumkan di kartu nama tentu mempunyai pengaruh. Tentu saja gelar yang berhubungan dengan dunia pekerjaan atau sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Seorang di industri life insurance tentunya akan menambah kepercayaan calon nasabah bila mempunyai gelar yang berhubungan dengan profesi konsultan keuangan. Semacam CFP (Certified Financial Planner), RFP (Registered Financial Planner), RFA (Registered Financial Advisor), QWP (Qualified Wealth Planner), AEPP (Afiliate Estate Planning Practitioner), dan sejenisnya atau setara. Gelar ini bukan gelar sekedar gaya gaya an, namun ketika berkomunikasi ilmu yang diperoleh layak memberikan saran dan konsultasi kepada calon nasabah.

 

JABATAN

Bila Anda sebagai calon nasabah, mana yang membuat Anda lebih yakin bila berhadapan dengan seorang pemula dalan profesinya atau orang yang mempunyai kedudukan ? Tanpa harus dijawab kitapun akan menyadari bahwa jabatan demikian pentingnya dalam proses penjualan. Bagi calon nasabah dengan pandangan awam, seorang yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi pasti mempunyai pengalaman dan jam terbang yang lebih meyakinkan dibanding pemula. Sekalipun kenyataannya tidak semua seperti itu. Tapi pandangan umum secara kebanyakan mengatakan hal tersebut. Oleh karena itu bila serius dalam bisnis ini, berusahalah mencapai jenjang tertinggi, sehingga Membangun Kepercayaan akan lebih mudah. Perolehan prestasi dengan level internasional akan banyak membantu dalam memperoleh kepercayaan. Seorang MDRT (Million Dollar Round Table) akan nampak lebih meyakinkan daripada seorang Financial Consultant biasa. Calon nasabah akan merasa lebih mantab bila yang melayani mereka adalah orang yang lebih berprestasi. Anggapan umum mengatakan bahwa orang yang berprestasi adalah orang yang lebih banyak dipercaya orang lain. Sehingga menjadikan orang lebih percaya. Hukum dunia mengatakan, semakin sukses orang itu akan lebih mudah menjadi lebih sukses.

 

PENGETAHUAN UMUM dan INDUSTRI KEUANGAN

Membangun keakraban yang ujungnya Membangun Kepercayaan akan sangat terbantu bila kita mempunyai pengetahuan umum yang luas. Dengan pengetahuan yang luas akan memudahkan seseorang menjadi lebih akrab dan setiap pembicaraan jadi nyambung. Dan bila pengetahuan umum bisa terkoneksi maka pengetahuan khusus di bidang industri keuangan haruslah dikuasai. Seringlah membaca bacaan yang berhubungan dengan bisnis keuangan khususnya juga life insurance. Dan bergaul dengan teman teman seprofesi. Sering berdiskusi sehingga pengetahuan akan berkembang. Banyak fenomena yang salah, sering pelaku industri life insurance membatasi diri untuk tidak bergaul atau menjalin hubungan dengan sesama profesi. Ada ketakutan untuk membuka diri. Sering kacamata kuda dipasang oleh para Leader yang memasang doktrin bahwa pelaku dari perusahaan kompetitor tidak layak menjadi teman. Ketakutan yang berlebihan, seakan teamnya takut direkrut oleh teman kompetitor. Sehingga kadang dibuat bingung. Bila seorang teman dari company tertentu bila harus bertemu teman dari company yang berbeda, mencari tempat yang sepi dan tersembunyi. Dengan alasan takut ketahuan. Kasihan juga

ya...wkwkwk....

 

BRANDED

Jahatnya dunia. Dalam banyak hal semua merk yang dipakai dalam keseharian akan memberi penilaian dalam Membangun Kepercayaan. Merk kendaraan yang kita pakai. Hingga setiap perlengkapan yang menempel pada tubuh.

Pada banyak situasi banyak pelaku bisnis wanita yang harus melakukan investasi membeli tas dengan harga yang tidak masuk di akal hanya untuk membangun kepercayaan.

Dalam banyak kesempatan, sering pertanyaan diajukan, apakah pembelian barang branded termasuk investasi atau pengeluaran life style. Jawaban sederhana sering terlontar. Pembelian itu termasuk investasi bila memungkinkan menghasilkan penghasilan yang jauh lebih tinggi. Dan sebaliknya kalau pembelian itu hanya sebagai bahan pemuas atau ajang pamer maka keputusan yang diambil bukanlah bagian dari investasi, namun sebagai pengeluaran life style. Gamblangnya begini...Mobil dalam perencanaa keuangan bukan asset. Karena membeli mobil tidak akan pernah untung. Karena menjual kembali pasti akan mengalami penurunan harga. Dan rugi. Jadi membeli mobil mewah dalam perencanaan keuangan belum dianjurkan bila belum memiliki yang benar benar aset dalam arti kata harga akan bergerak naik seiring dengan bertambahnya waktu. Namun membeli mobil bila membuat seseorang makin dipercaya dan membuat penghasilan meningkat gara gara memiliki mobil. Membuat dia semakin dipercaya. Maka pembelian mobil itu bisa dikategorikan sebagai investasi. Namun sebaliknya bila pembelian mobil mewah yang belum waktunya, akan semakin membebani bila mobil tersebut hanya diapkai sebagai ajang pamer, dan tidak mempunyai potensi untuk naiknya penghasilan, maka pembelian tersebut jad sebuah kerugian. Tentu saja sangat tidak dianjurkan.

Untuk pria, jam tangan branded merupakan salah satu asesoris selain sabuk dan manset. Atau juga balpoin merk tertentu yang bisa menambah nilai lebih. Wooww.......Ya itulah dunia sekarang....bagaimana menurut Anda?

 

Dengan mengenal beberapa bagian elemen elemen Membangun Kepercayaan, membuat kita memperhatikan hal hal itu. Karena bila pintu kepercayaan sudah terbuka dan terlewati maka proses closing menjadi lebih mudah. Do it NOW!! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614480