New Article Released  " INDONESIA LUAR BIASA "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month September 2018 Next month
M T W T F S S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
 

APAKAH KITA MEMPERLAKUKAN SEBAGAI BISNIS BESAR?

 

andaAlkisah ada 3 orang tukang batu dengan kemampuan ketrampilan yang sama, siap bekerja membangun sebuah bangunan. Pemilik bangunan memanggil tukang batu yang pertama, dan mengatakan bahwa di tanah tersebut akan di bangun rumah sederhana. Berikutnya dia memanggil tukang batu ke 2, dan mengatakan bahwa di tanah tersebut akan dibangun rumah mewah. Dan tukang batu ke 3 diberitahu kalau tanah itu akan dibangun istana. Seluruh bahan bangunan sudah disiapkan, dan ke 3 tukang batu memulai bekerja. Tahukah Anda bagaimana hasil akhir pekerjaan mereka?

Tukang batu pertama tahu bahwa bangunan yang dikerjakannya adalah rumah sederhana, maka hasil kerjanya cenderung apa adanya. Sedangkan tukang batu ke 2, bekerja lebih lebih hati hati karena dia tahu yang dikerjakan adalah rumah mewah. Dan tukang batu ke 3 bekerja sangat ekstra hati hati dan penuh presisi, karena dia tahu yang dikerjakan adalah sebuah istana. Sejak awal menyusun batu bata dia mencari bahan yang terbaik, mencari batu batu yang presisi, bahkan batu bata yang miring bentuknya tidak dia pergunakan. Dari awal sampai akhir, dia selalu mengerjakan dengan hasil yang terbaik. Sebaliknya tukang batu yang pertama sejak awal melakukannya dengan kadar seadanya karena dia menganggap untuk sebuah rumah sederhana tidak dituntut sebuah pekerjaan yang rapi dan presisi.

Sering saya menemui banyak pelaku di bisnis kita ini yang melakukan dengan setengah hati.

Mereka tidak mau mengikuti training. Selalu mempunyai alasan untuk tidak hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka tidak mau belajar, padahal kita tahu bisnis kita bukanlah bisnis yang mudah.

Dan saat melakukan prospekting hampir tidak pernah mengadakan persiapan apapun.

Mengapa demikian?

 

Karena mereka tidak pernah memperlakukan bisnis life insurance sebagai bisnis besar!!

Sering saya ilustrasikan, bila suatu waktu ada seseorang dari negeri Antaberantah yang mewariskan kepada kita sebuah lahan pertambangan, yang di dalamnya mengandung unsur logam mulia xenoniagrupha (saya tidak tahu, apakah benar ada...hehe..). Yang dalam perhitungan bisnis mampu menghasilkan ratusan milyar pertahun. Apakah kita mau mencari tahu tentang bisnis tersebut? Apakah kita mau belajar bagaimana prosesnya? Bagaimana cara jualnya? Bagaimana prosedur perijinannya? Dan sejumlah bagaimana bagaimana yang lain....dan bahkan kita berani mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan informasi tersebut. Kita berani menginvestasikan uang, waktu, tenaga, dan lainnya demi bisa tahu dan mengembangkan lahan logam mulia tersebut. Kita mau melakukan hal itu semua karena kita tahu dan beranggapan bahwa bisnis yang dihibahkan ke kita adalah bisnis besar, bisnis yang nantinya akan memberikan penghasilan yang luar biasa!

 

Ironisnya, bisnis life insurance, yang dalam skema bisnis plannya juga mampu memberikan penghasilan besar, penghasilan pasif, di masa sekarang, mendatang dan bisa diwariskan kepada keluarga. Tapi kebanyakan dari kita tidak pernah menganggap ini bisnis besar!!

Bahkan sebagian besar malah menganggap ini bisnis sampingan. Yang dikerjakan saat mempunyai waktu, dan dilupakan bila punya aktifitas lain, sekalipun yang dikerjakan, maaf....menghasilkan penghasilan kecil.

Yang menarik, mereka bila ditanya selalu tahu bahwa bisnis ini akan menghasilkan income besar, berkesinambungan, bahkan membangun bisnis pasif income. Tapi mereka tidak pernah memprioritaskan untuk melakukannya!!

Ketika mereka bergabung di bisnis ini karena mereka mendengar baik secara pribadi atau berkelompok, tentang bagaimana dahsyatnya penghasilan bisnis ini, mendengar kesaksian dari orang orang yang lebih dahulu sukses, namun ketika mereka memutuskan bergabung, mereka tidak memperlakukan ini sebagai bisnis besar. Mereka menganggap ini bisnis instan, yang serta merta membuat mereka bisa langsung sukses.

Sekali lagi ini adalah bisnis besar yang layak diprioritaskan, yang berpotensi mendapat income yang berkelanjutan. Dan TANPA MODAL!!

 

 

APA TANDANYA, kalau seseorang memperlakukan bisnis ini sebagai bisnis besar?

 

Tahu benar akan sistem bisnisnya, sehingga tahu berapa potensi penghasilan yang bisa dicapai. Sebagai bisnis tentu saja bicara waktu yang panjang. Bukan menghasilkan income pada periode tertentu. Karena sebagai bisnis akan menghasilkan pasif income. Pasif income artinya bisnis menghasilkan royalty, dan bisa diwariskan kepada keluarga.

Tahu benar bagaimana cara dan mekanisme naik jenjangnya, apa saja persyaratannya. Karena dengan tahu persyaratanya dan aturan kerjanya, bisa menetapkan strateginya.

Tahu tentang hukum dari bisnisnya. Seringkali banyak orang yang menanda tangani perjanjian tanpa tahu dengan jelas isi kontraknya. Karena jangan pernah meremehkan kontrak kerjasama yang ditanda tangani, karena itu layaknya seperti sertifikat properti yang dibeli. Apakah kita mau membeli properti bila sertifikatnya bisa menggusur lahan kita sewaktu waktu?

Pelajari, khususnya bila terjadi pertikaian apa yang terjadi. Simaklah!!

 

Dan....apa tanda selanjutnya?

Dalam kehidupannya selalu melakukan tindakan yang berkaitan dengan pengembangan bisnisnya.

Selalu berusaha menjadi pribadi menyenangkan, suka membantu, sehingga orang suka berteman dengan dia.

Memasuki organisasi dan hobby yang mempunyai komunitas yang tepat secara finansial dan profesi. Karena bila dalam bisnis kita mempunyai impian untuk menghasilkan komisi besar, tentunya akan lebih baik kalau kita membidik calon klien dengan premi besar. Suka mencari teman baru, dan masuk dalam lingkungan baru.

Makin hari mempunyai teman lebih banyak.

Berteman bukan berarti LANGSUNG diprospek atau LANGSUNG direkrut.

Kalau itu yang dilakukan, bukan teman yang didapat, tapi malah mereka menjauh dan menjadi bahan gunjingan.

Namun pada saat yang tepat, akan dengan sendirinya terjadi 'penjualan' atau 'perekrutan' yang semua terjadi secara alamiah dan menguntungkan ke dua belah pihak.

 

Selalu ingin tahu tentang bisnis life insurance, mulai produk produk unggulan, variatifnya, dan proses dari underwriting, klaim, dan after sales service. Dari mana mendapatkan hal itu semua?

Meluangkan waktu untuk mengikuti setiap training baik yang diselenggarakan oleh company maupun para Leader. Intinya harus banyak menggali informasi dari banyak sumber.

Karena industri ini berkembang signifikan, maka perlu belajar sebagai seorang Perencana Keuangan. Mengambil sertifikasi internasional akan menambah pengetahuan, dan tentu saja dengan gelar yang ada akan membangun kepercayaan kepada calon klien. Dan sekaligus mempunyai banyak kawan di industri yang sama yang berbeda company. Dengan banyak teman tersebut akan mudah mendapat informasi produk unggulan dari company yang berbeda. Jangan pernah menjelekkan produk company lain, atau sistem company lain. Karena tidak ada seorangpun yang suka bila mitra companynya dijelek jelekan. Percayalah, pada saat yang tepat ada waktu untuk menjelaskan keunggulan company yang kita miliki, atau mereka sendiri yang akan menanyakan kepada kita.

 

Belajar dari orang orang yang lebih dahulu sukses, dan mencari tahu mengapa dia bisa sukses? Belajar bagaimana cara menjualnya, bagaimana cara merekrutnya, bagaimana caranya menduplikasi. Karena ini merupakan bagian yang penting dalam membentuk bisnis. Membangun bisnis ini bukan dari memperoleh penghasilan dari penjualan pribadi, tapi harus membangun team dan membentuk jaringannya. Oleh karena itu dibutuhkan duplikasi.

Ikuti caranya, bahkan copy paste apa yang dilakukannya. Dalam NLP (Neuro Linguistic Programing) metode ini disebut Modelling.

Menginvestasikan dirinya, dengan mengubah penampilannya sebagai seorang pebisnis keuangan. Gunakan busana dan perlengkapan tubuh yang sepadan dengan citra diri yang diinginkan. Sehingga semuanya nampak selaras. Karena penampilan adalah awal dari building trust!

 

Mempunyai catatan pribadi para calon prospek layaknya catatan seorang dokter terhadap pasiennya. Punya data khusus, tentang pekerjaannya, posisi pekerjaannya, keluarga, anak anak, hobby, bahkan hal hal lain tentang calon kliennya. Sehingga saat prospek mempunyai 'bahan' komunikasi yang spesial. Dan mempresentasikan sesuai kebutuhan dan problemnya. Dalam kondisi seperti ini rasio closing bisa menjadi sangat tinggi, karena presentasi yang dibawakan menjadi sangat pribadi dan khusus.

 

Belajar proses underwrite, sehingga saat sebagai penjual bisa memahami cara berpikir dan mengambil tindakan layaknya seorang Underwriter. Mengetahui langkah medis sehingga memudahkan proses dan mempermudah calon klien. Demikian juga pengetahuan tentang proses klaim. Tahu apa yang harus dilakukan pada kondisi tertentu saat klaim. Baik klaim sehubungan dengan rawat inap Rumah Sakit, Critical Illness, bahkan klaim meninggal. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki akan menambah kepercayaan diri dalam bisnis ini.

 

Menguasai semua proses penjualan, yang meliputi,

Persiapkan daftar nama, benar benar memahami bahwa modal nama adalah sangat penting. Sehingga selalu punya data tentang hal tersebut.

Rencanakan janji bertemu via telepon. Ketrampilan telephone approach pada level tertinggi. Untuk menghubungi orang yang tidak kenal sudah merupakan hal biasa dan sudah menggunakan kata sehari hari. Mengalir dengan akrab dan friendly.

Olah busana dan etika pertemuan. Sangat perhatian terhadap apa yang dipakai, mulai ujung rambut sampai sepatu. Sangat fasih dalam melakukan obrolan pembuka, pembicaraan nyambung dari semua sisi topik. Sehingga menpercepat keakraban yang membawa ke arah membangun kepercayaan.

Siapkan presentasi. Selalu menggunakan presentasi konsep. Yang mengarah pada problem solving khusus sesuai pada setiap calon klien. Punya pengetahuan tentang manajemen resiko, sehingga penekanan yang dijual bukan hanya hasil investasi. Ketrampilan menjual sudah seperti dua orang yang lagi ngobrol dan diskusi. Sangat mengalir dan alamiah.

Penanganan keberatan. Kemampuan mengatasi keberatan calon klien sangat fasih, tidak terlihat seperti perdebatan, namun lebih banyak ke arah open mind. Tidak nampak orang yang kalah, semua menang sehingga mengarah pada proses closing.

Efektifkan trial closing. Menguasai teknik 'memaksa' calon klien. Sehingga tidak berkesan memberi tekanan. Dan yang dipaksapun mau tanpa ada perlawanan.....hehe..

Kerjakan sendiri administrasinya. Menguasai pengisian semua dokumen, sehingga mempercepat proses baik polis maupun klaim.

 

Memperlakukan bisnis besar sudah dimulai sejak masuk sebagai FC, dan selalu belajar menjadi seorang Leader. Belajar prinsip prinsip Leadership. Akan membuat kematangan dan kedewasaan berpikir. Siap mandiri dan tidak tergantung untuk hal hal yang ringan kepada Leadernya. Karena ketergantungan akan memperlambat kemampuan.

 

Untuk melakukan seperti di atas tentunya membutuhkan kesiapan mental dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu janganlah membuang waktu untuk hal yang tidak perlu, apalagi menggunakan waktu yang tidak seiring dengan arah bisnis besar kita. Banyak membaca buku yang berhubungan dengan sikap mental positif. Dan karena inti dari bisnis besar kita adalah pengembangan sumber daya manusia, maka belajar komunikasi dan tentang pengenalan keunikan manusia perlu dipelajari.

Apakah Anda sudah melakukannya? (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1614546