New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month August 2018 Next month
M T W T F S S
week 31 1 2 3 4 5
week 32 6 7 8 9 10 11 12
week 33 13 14 15 16 17 18 19
week 34 20 21 22 23 24 25 26
week 35 27 28 29 30 31
 

RAGAM SISTEM DI BISNIS ASURANSI, MAU PILIH YANG MANA?

 

way street

 

Di era saat ini perkembangan bisnis di sektor keuangan demikian pesat. Karena apapun yang terjadi bisnis ini tidak akan pernah mati selama umat manusia masih mempergunakan dan membutuhkan uang, dan berpikir bagaimana mengembangkan uangnya. Di antara banyak bisnis keuangan, sektor asuransi khususnya di negara berkembang dan berpenduduk banyak, bertumbuh sangat pesat. Di Indonesia yang berpenduduk berkisar 250 juta jiwa, catatan sampai 2012 yang memiliki polis asuransi jiwa individu hanya sekitar 11 juta, berarti hanya 4 % lebih (Kompas, 2 Juli 2013). Dan  dari tahun ke tahun bertumbuh antara 15 - 20 %. Itupun kalau disimak lebih detil pertumbuhan tersebut banyak dari nasabah yang sudah memiliki polis yang membeli polis baru untuk dirinya dan keluarganya. Melihat data tersebut peluang bisnis asuransi di Indonesia layak untuk dilirik. Karena bisnis ini merupakan transisi pola bekerja dari kuadran kiri menuju kuadran kanan (Chashflow Quadrant, Robert Kiyosaki).  Pekerjaan yang menghantar menuju dunia wirausaha yang tanpa membutuhkan modal.

 

Bagaimana perkembangan sistem bisnis asuransi di Indonesia?
Pada awalnya bisnis asuransi lahir dengan model Branch System. Dimana perusahaan asuransi membuka dan membiayai kantor beserta seluruh fasilitasnya. Pemimpin Cabang dan managernya menerima gaji dan insentif. Branch Manager menerima fasilitas kendaraan dan tunjangan lainnya. Layaknya mereka sebagai karyawan. Sebuah kantor hanya mempunyai seorang branch manager. Sementara yang lainnya adalah manager menengah dan level agen. Pada level Agen, beberapa perusahaan memberi allowance tiap bulan dan komisi dari hasil penjualannya. Pada Brach System seakan akan memberi rasa aman kepada pekerjanya karena menerima 'gaji bulanan'. Seorang Branch Manager ditunjuk oleh perusahaan dengan kriteria tertentu. Dan promosi jenjang masih berdasar atas kebijaksanaan perusahaan.
Seorang yang menjadi agen saat masuk tanpa menerima gaji, dikondisikan sebagai tenaga free lance, bebas waktu. Dan mereka bersaing untuk mendapat kenaikan jenjang. Dan saat mereka berprestasi bagus, maka mereka bisa menjadi Branch Manager dan mendapat gaji tetap, insentif, dan fasilitas lainnya. Mereka bersaing untuk mendapat posisi tersebut. Bukan hanya presatsi namun juga harus sesuai dengan kriteris yang diharapkan perusahaan. Peran para direktur sangat berpengaruh untuk menentukan. Inilah yang diharapkan oleh para agen. Mereka mempunyai pekerjaan tetap !!.

 

Pada era berikutnya, Branch System perlahan beralih ke Tied Agency System. Pada sistem ini, perusahaan asuransi menyediakan kantor cabangnya. Menyediakan staf administrasi dan support pada tiap kantornya. Pemimpin cabang saja yang mungkin menikmati fasilitas allowance, atau di beberapa perusahaan tidak menerima fasilitas apapun. Semua level hanya menerima komisi dan bonus dari hasil penjualan. Tentu saja skema kompensasi akan lebih baik dari pada branch sistem. Karena company dengan meniadakan gaji dan fasilitas tertentu, maka beban biaya tersebut dirupakan komisi dan bonus lebih baik. Jadi agen yang berprestasi akan lebih suka di sistem ini. Karena penghasilan mereka pasti lebih besar, sekalipun tanpa menerima allowance atau fasilitas lainnya. Untuk menuju jenjang tertinggi pada struktur karier sudah bisa dicapai dengan prestasi. Peran Direktur perusahaan sudah tidak menentukan. Persaingan menjadi lebih sehat. Di dalam sebuah kantor bisa memiliki beberapa pucuk pimpinan. Pola perekrutan sudah melangkah ke arah wirausaha. Orang orang dengan branch sistem yang berjiwa karyawan masih memiliki ketakutan, karena tanpa closing maka tidak ada penghasilan. Tied Agency System pada perusahaan tertentu mengikat agennya dengan memberi dana untuk hari tua, sekalipun dana tersebut sebenarnya dari komisi dan bonus yang 'ditahan' perusahaan untuk dirupakan dana pensiun.
Sistem Tied Agency tidak bisa agresif. Pengembangan agency ke kota kota lain belum tentu bisa difasilitasi oleh perusahaan. Karena hak membuka kantor ada di tangan perusahaan.
Yang menarik dari sistem ini adalah ketika seorang beranjak menjadi Leader tertinggi di agencynya, tidak ada lagi kompensasi pengembangan agency. Sehingga banyak yang 'terjebak' masuk dunia employee, menjadi orang management dengan level Manager atau Director Area. Mereka punya kebanggan mewakili perusahaan untuk memonitor pimpinan agency
Mereka yang dulunya masuk dunia agency sebagai pemilik bisnis, di ujung kariernya justru menjadi karyawan. Dalam banyak kasus, banyak teman saya yang dulu saat berprestasi di agency, diberi penawaran menjadi orang management dengan menerima sejumlah gaji dan fasilitas, akhirnya hingga saat ini mereka masih berada di jalur karyawan. Di saat usia bertambah mereka justru takut kembali ke dunia wirausaha.

 

Di periode berikutnya, sistem berkembang menjadi General Agency. Sebuah sistem dimana setiap orang berpeluang memiliki kantor sendiri.  Perusahaan tidak menyediakan kantor. Semua kantor, staf administrasi, support disediakan dan dibiayai oleh agency, sebagai mitra perusahaan dalam mengembangkan bisnis. Perusahaan tinggal mneyeleksi track record seorang calon pemilik kantor. Karena bukan setiap orang yang memiliki modal bisa mendapat persetujuan. Karena dibutuhkan pengalaman di industri asuransi. Dan mempunyai jiwa kepemimpinan, serta mempunyai visi dalam mengembangkan bisnis. Karena Perusahaan tidak berharap kantor tersebut tutup bila pemilik kantor tidak cakap dalam mengelola. Dalam hal ini masyarakat umum yang salah persepsi tentang sistem General Agency. Banyak yang beranggapan ini seperti bisnis franchise. Sehingga diartikan yang dibutuhkan hanya modal. Seorang pebisnis franchise hanya diperlukan modal, tanpa perlu tampil. Perusahaan yang menyediakan sumber daya manusia dan standar operasionalnya. Di bisnis asuransi, sorang pemilik kantor harus tampil. Karena dalam bisnis asuransi kepemimpinan dibutuhkan figur yang selalu mampu memberi contoh dan mempunyai kompentensi dalam bisnis asuransi. Dengan membuka kantor sendiri memang semua biaya harus ditanggung pemilik kantor. Namun perusahaan juga memberikan allowance kepada pemlik kantor sesuai produksi yang dicapai yang bisa dipergunakan untuk pembiayaan operasional kantor dan biaya support lainnya. Sekalipun ini merupakan peluang bisnis, namun tidak semua orang yang di Tied Agency menyukai hal ini. Karena banyak yang beranggapan dengan membuka kantor sendiri ada resiko yang harus ditanggung. Orang orang yang bergabung di sistem ini adalah benar benar bermental wirausaha. Mereka mempunyai kebebasan untuk mengembang bisnis dengan membuka kantor di daerah daerah baru. Dengan sistem ini pertumbuhan bisnis asuransi di Indonesia melonjak drastis. Perusahaan menyediakan produk, dan pengembangan. Departemen training yang memberi dukungan pembelajaran sehingga pemahaman tentang produk dan cara jual masih terkontrol. Kekuatan sistem ini karena jiwa wirausaha para Leader. Mereka memikirkan bisnis mereka. Pengembangan yang dilakukan menggunakan dana pribadi mereka, otomatis setiap tindakan mereka pasti dengan perhitungan yang matang. Mereka sangat aktif dalam merekrut, karena sebagai pebisnis mereka tahu bahwa kekuatan bisnis ini adalah kekuatan kualitas dan kuantitas manpower. Aktifitas ini tidak perlu didorong oleh perusahaan. Mereka tahu dan sadar, bahwa bisnis ini harus terus memperbanyak manpower. Sekalipun training periodik selalu diadakan oleh perusahaan, namun para pemilik bisnis akan menambah training training untuk nenambah pengetahuan dan ketrampilan para agen. Kalau pada Tied Agency System kontes kontes hanya dibuat oleh perusahaan, namun sekarang kontes sudah ditambah dibuat secara internal tiap pemilik kantor agar meningkatkan penjualan. Inisiatif selalu dilakukan sendiri tanpa harus menunggu kebijaksanaan perusahaan.

 

Bagaimana dengan sistem kompensasi?
Sistem kompensasi saat ini berkembang sangat pesat. Karena saat ini kompensasi sudah mengakomodasi sistem jaringan. Dengan kompensasi jaringan tidak lagi seorang Leader menghambat promosi teamnya. Pengalaman hingga saat ini banyak Leader yang tanpa sadar telah menghambat laju promosi, karena kompensasi pada perusahaannya tidak memperhitungkan kompensasi lahirnya team baru. Kalaupun diperhitungkan hanya sebatas tertentu. Oleh karena itu sistem kompensasi sangatlah penting, karena begitu salah memutuskan maka akan menentukan bagaimana tindakan kita dalam menjalankan bisnis. Seorang agen hanya melihat seberapa besar yang dia terima bila melakukan penjualan pribadi, namun seorang leader melihat seberapa besar kompensasi yang bisa dia terima bila mengembangkan bisnisnya. Selain itu yang perlu diperhatikan aturan dari kompensasi tersebut, apakah memungkinkan seseorang bisa 'berhenti' bekerja dan tidak turun level. Tanpa itu boleh dikatakan seorang pebisnis harus bekerja hingga masa tuanya. Sedangkan tidak bisa dipungkiri semakin bertambah tua, stamina dan kondisi tubuh akan semakin menurun. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan aturan kompensasi. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang. Dan perlu diperhatikan pula apakah bisnis kita bisa diwariskan. Sehingga apa kita kerjakan benar benar sebuah bisnis yang bisa diteruskan oleh generasi di bawah kita. Terlebih bila kita meninggal, oleh sebab apapun, maka bisnis yang kita rintis dengan keringat dan air mata otomatis bisa diwariskan ke keluarga.
Demikian juga ketika akan menanda tangani perjanjian dengan perusahaan, bacalah baik baik sehingga mengerti dengan jelas isi perjanjiannya. Karena banyak perusahaan sekalipun menempatkan posisi kita sebagai mitra bisnis, namun ada pasal yang memuat pemutusan perjanjian sepihak. Karena jangan sampai kita membangun bisnis dan sewaktu waktu dapat diputus secara sepihak. Banyak yang meremehkan hal ini. Hukum dipandang tidak perlu selama tidak ada masalah . Namun sangat berarti bila satu waktu terjadi problem, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

 

Bagaimana dengan sistem teknologinya?
Dengan mengembangkan bisnis maka akan memudahkan kita bila perusahaan menyediakan portal untuk kita. Karena tanpa portal maka semua data akan dilakukan secara manual. Tentu saja hal ini menghambat laju pengembangan bisnis. Dengan adanya portal semua data produksi, perhitungan kontes, data nasabah, proses SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa) bisa termonitor. Demikian juga dengan pembayaran premi nasabah. Portal juga sangat membantu dengan adanya data nasabah dan jumlah dana nasabah. Bila nasabah memerlukan informasi tentang berapa dana yang dimiliki dalam polisnya, maka kita bisa langsung memberi informasi ke nasabah tanpa harus menghubungi call center atau kantor sehubungan dengan data tersebut. Perusahaan yang punya komitmen tinggi untuk berkembang pasti sudah memikirkan portal. Baik portal untuk agency maupun portal untuk nasabah.

 

Dengan mengetahui sistem dasar perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, tentunya membantu Anda memutuskan mana yang sesuai dengan karakter bisnis Anda. Karena bila berada pada sistem yang tidak sesuai atau tepat, maka seseorang akan tidak berkembang sesuai potensinya. Banyak teman yang terlanjur berada pada sistem yang sebenarnya tidak sesuai dengan dirinya, membuat sampai saat ini belum mencapai puncak perfomanya dibanding potensi yang dimilikinya. Sebaliknya banyak teman dengan potensi yang standar, namun sistem perusahaan sangat mendorong dia untuk mendapat hasil di atas potensi yang dimilikinya. Sekali lagi sistem berpengaruh pada pengembangan bisnis dan penghasilan Anda. TELITI SEBELUM MEMBELI !! (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1586816