New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month August 2018 Next month
M T W T F S S
week 31 1 2 3 4 5
week 32 6 7 8 9 10 11 12
week 33 13 14 15 16 17 18 19
week 34 20 21 22 23 24 25 26
week 35 27 28 29 30 31
 

MEDICAL CHECK UP ADALAH HAMBATAN ??

 

medical-checkup

 

Dalam bisnis ini memgandalkan aktivitas tinggi pasti mengarah pada kesuksesan, yang ujungnya memperoleh penghasilan besar. Prinsip dimana saja, kapan saja, siapa saja harus diprospek. Namun banyak agen yang terjebak dengan prinsip itu. Artinya dalam setiap kesempatan mengharapkan nasabah harus closing ketika di temui tanpa mempertimbangkan premi berapa yang ditawarkan. Mengapa tidak boleh? Apakah salah?
Dengan berpikir nasabah harus closing saat itu juga, kadang membuat agen 'memaksakan' situasi sehingga menjual dengan premi kecil, asalkan nasabah setuju menanda tangani SPAJ, dan membayar premi.
Sering para agen salah persepsi tentang pendapat saya pribadi, sehingga punya pemikiran bahwa saya tidak menghargai premi kecil, dan tidak suka premi kecil. Saya tidak menghargai premi 300 ribu perbulan, atau premi 500 rb per bulan. Itu salah !!!
Yang saya benci atau tidak suka adalah, agen menjual premi 300 rb perbulan, tapi sebenarnya nasabah mempunyai kemampuan membayar premi 3 juta perbulan. Yang saya tidak suka adalah agen closing nasabah 500 rb perbulan, namun kemampuan nasabah bisa membayar premi 5 juta perbulan !!
Memang untuk menghasilkan premi premi besar sangat jarang bisa sekali pertemuan bisa closing. Membutuhkan waktu untuk memberi keyakinan, dan penjualannya dengan presentasi analisis. Kecuali dasar pembelian polis tersebut karena sebuah hubungan dan niat membantu agen.
Menjual premi besar otomatis mempunyai Uang Pertanggungan (UP) besar. Dan salah satu syarat proses UP besar adalah hasil medical check up yang bagus atau standar. Persyaratan medical check up kadang masuk dalam pikiran agen sebagai hambatan, seakan proses ini akan mempersulit. Dan dengan pemikiran ini agen berusaha mencari premi dengan UP yang kecil sehingga semua non medical. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, namun akan disayangkan bila ketakutan itu menghambat peluang agen untuk memperoleh penghasilan besar. Karena kalau kita perhatikan para MDRT, mereka bekerja bukan hanya dengan aktifitas tinggi, namun juga karena mereka menjual dengan premi premi besar yang otomatis menjual dengan UP tinggi.
Untuk menjual dengan UP tinggi dibutuhkan kemampuan sebagai field underwriter, artinya kemampuan dasar underwriting ketika berada di lapangan. Sering seorang agen baru, berusaha menjual UP besar kepada calon nasabah yang secara kasat mata keliatan tidak sehat. Tidak bermaksud menghakimi kesehatan seseorang namun kadang kita bisa menilai dari segi fisik, apakah seseorang mempunyai kesehatan yang prima. Karena untuk memperoleh UP tinggi diatas 2 M (ketentuan saat ini) seseorang harus melakukan medical check up secara lengkap. Jadi kalau dirasa fisik atau kesehatan calon nasabah tidak memungkinkan untuk bisa diterima, sebaiknya kita tidak menawarkan UP tinggi. Karena bagaimanapun perusahaan asuransi mempunyai pertimbangan bisnis dalam penerima pelimpahan resiko. Ataupun bila prospek yang memerlukan UP tinggi, sejak awal kita sudah harus memberi wawasan tentang kemungkin keputusan Underwriter. Selama kondisi standar maka premi akan standar. Bila hasil medical check up tidak standar dan underwriter bisa memutuskan extra premi, atau penundaan untuk jangka waktu tertentu. Penundaan ini dimaksudkan agar calon tertanggung mempunyai waktu untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis dan melakukan pengobatan. Setelah lewat jangka waktu tersebut, nasabah bisa melakukan pengajuan kembali dengan mengisi SPAJ dan melakukan medical ulang.

 

Apa saja yang biasa dilakukan medical check up untuk UP tinggi ?
Mulai Laporan Pemeriksaan Kesehatan (LPK), dimana calon nasabah bertemu dengan dokter di laboratorium atau rumah sakit rekanan. Dokter berkewajiban memeriksa fisik calon tertanggung dan mengisi Form sesuai yang dikeluarkan perusahaan. Mulai pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, dan pertanyaan pertanyaan sehubungan dengan riwayat kesehatan. Dengan Dokter bertemu dan memeriksa, akan bisa memberikan masukan langsung, karena kadang tertulis tinggi dan berat badan yang secara standar terbaca overweight atau underweight, namun setelah tatap muka bisa dipastikan kelebihan berat tersebut bukan karena lemak yang berlebih, namun secara gen nasabah mempunyai struktur tubuh yang cenderung besar.
Demikian juga saat melakukan pengukuran tekanan darah terjadi hasil pengukuran di atas normal, ada aturan yang mengkondisikan agar dilakukan pengukuran ulang dalam rentang waktu tertentu. Hal ini menghindari kemungkinan ketegangan psikis. Jadi Dokter bisa melakukan tindakan yang membuat calon tertanggung bisa lebih rileks, dan siap diukur ulang. Alangkah baiknya bila mengingatkan calon tertanggung agar tidak tidur terlalu larut sehingga kurang tidur. Karena bila tubuh kurang tidur ada kemungkinan tekanan darah menjadi lebih tinggi dari biasanya. Jadi perlu istirahat cukup.
Untuk pemeriksaan urine, ingatkan ke calon nasabah agar mengikuti petunjuk pemeriksaan urine. Yaitu membuang urine awal, dan menampung urine selanjutnya. Untuk calon tertanggung wanita, pemeriksaan ini tidak dilakukan saat menstruasi, dan berilah waktu sekitar 7 hari dengan hari mens terakhir, agar benar benar bersih. Hal ini menghindari hasil urine yang bercampur darah sisa menstruasi. Untuk menanyakan hal ini sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang sopan. Bila Anda seorang Agen laki laki dan usia masih muda, mungkin perlu minta bantuan Leader wanita untuk membantu komunikasi dengan calon tertanggung.
ANALISA DARAH RUTIN dan lengkap juga dibutuhkan. Pada pemeriksaan ini mencakup struktur darah, oleh karena itu bila nasabah kebetulan baru sembuh dari sakit, misal flu, batuk, atau luka di tubuhnya, usahakan menunggu hingga benar benar recover, dan luka tersebut sembuh. Karena hal tersebut akan berpengaruh pada hasil darah rutin.

 

SGOT - SGOT, akan menunjukkan jika terjadi kerusakan atau radang pada jaringan hati. Dan hasil akan melebihi normal bila kondisi tubuh kelelahan. Oleh karena disarankan malam sebelumnya menghindari olah raga berat.

 

UREUM KREATIN, tujuan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin dalam darah dapat menjadi acuan untuk mengetahui adanya gagal ginjal akut yaitu suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan mendadak (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) kecepatan penyaringan ginjal, disertai dengan penumpukan sisa metabolisme ginjal (ureum dan kreatin).
GLUKOSA PUASA, Pemeriksaan glukosa ketika berpuasa selama 8 jam. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui kadar gula darah di dalam tubuh.

 

KOLESTEROL TOTAL, untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam tubuh. Termasuk test Kolesterol HDL, disebut juga sebagai kolesterol `baik` karena membantu "membersihkan" tumpukan kolesterol dari pembuluh darah dan mengangkutnya ke dalam hati. Manfaat pemeriksaan bisa memprediksi terjadinya risiko penyakit jantung koroner.
Test Trigliserid merupakan pemeriksaan untuk menentukan konsentrasi trigliserida di dalam darah . Manfaat pemeriksaan menentukan faktor risiko independen untuk penyakit jantung koroner, dan mendeteksi sindrom metabolik.
Sedangkan LDL untuk melihat adanya kondisi gangguan lemak dan bisa menentukan risiko penyakit jantung koroner. Akan lebih baik nasabah diingatkan agar hari hari sebelum melakukan test medis untuk menghindari makanan berlemak atau makanan yang mempunyai kadar kolesterol tinggi.

 

THORAX PHOTO, pemeriksaan x-ray pada bagian dada untuk melihat kondisi paru paru. Bila calon tertanggung wanita pastikan tidak dalam kondisi hamil, dan coba ditanyakan apakah dalam waktu dekat pernah lakukan thorax photo, karena pemeriksaan ini tidak boleh berdekatan waktunya mengingat ada radiasi yang dipancarkan.
TREADMIL TEST, pemeriksaan kondisi jantung dengan berlari di atas mesin. Pastikan calon tertanggung dalam kondisi fit, dan jujur pada dokter yang memeriksa bila kondisi tubuh tidak mampu lagi melanjutkan test tersebut. Memaksakan situasi justru merugikan bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Karena beberapa kondisi bila calon tertanggung tidak pernah berolah raga, khususnya wanita perlu perhatian khusus. Dan jangan lupa mengingatkan nasabah untuk membawa baju ganti bila setelah pemeriksaan tersebut langsung melakukan aktifitas pekerjaan di kantor.
HbsAg adalah test penanda awal infeksi Hepatitis B. Dan HIV test untuk melihat apakah tubuh terindikasi virus HIV.

 

Sekalipun medical check cukup menyita waktu, dengan perkiraan waktu sekitar 2 jam, namun hal ini tidak perlu terlalu dijadikan bahan pembicaraan yang memberatkan. Sehingga tidak menambah beban ke nasabah. Anggaplah semua ini hal yang biasa dan merupakan suatu persyaratan yang umum.
Pada case dengan UP tinggi selain medical check diperlukan laporan keuangan yang harus diisi calon tertanggung. Pernyataan keuangan ini diperlukan untuk proses seleksi tentang kelayakan calon tertanggung terhadap premi dan UP tersebut. Karena pembelian UP tinggi bukan hanya karena nasabah mampu membayar premi, namun kelayakan seseorang dengan UP itu. Misalnya, -maaf- seorang tukang becak mengambil UP 1 M, sekalipun preminya sudah terbayar, bisa dipastikan Underwriter tidak menyetujui permohonan tersebut. Karena dianggap nilai ekonomi calon tertanggung tidak sebesar 1 M. Demikian juga dengan UP tinggi sebanding dengan premi besar maka laporan keuangan tersebut juga akan memastikan apakah calon tertanggung mampu membayar premi untuk beberapa tahun ke depan, dengan melihat berapa penghasilan kasar calon tertanggung.
Untuk persyaratan ini, karena yang diminta adalah laporan keuangan berupa rekening koran 3 bulan terakhir, banyak nasabah yang enggan memberikan. Oleh karena itu sebagai alternatif Agen meminta laporan pajaknya (SPT). Karena dari SPT terlihat penghasilan dan jenis sumber pendapatannya. Agen bisa menambahkan data yang bisa menambah informasi Underwriter tentang asset atau hal lain, semisal profil bisnis atau perusahaan calon tertanggung sebagai bahan yang memudahkan Underwiter dalam mempercepat proses. Semua persayaratan yang diminta oleh Underwriting bukannya merupakan hambatan untuk mempersulit, karena pada dasarnya perusahaan asuransi juga menginginkan premi masuk, dan polis bisa issued. Namun persyaratan di atas juga merupakan persyaratan yang diminta oleh perusahaan re asuransi. Tanpa dokumen tersebut dan hasil medical yang standar akan mempersulit perusahaan mendapatkan perusahaan re asuransi yang mau menerima. Oleh karena itu dibutuhkan tindaakan kooperatif antara nasabah, agen, dan perusahaan agar semuanya bisa lancar. Masing masing pihak bukanlah lawan, namun pada posisi yang sama dengan tujuan yang sama untuk mendapatkan case tersebut. Underwriting bukanlah lawan atau musuh yang siap menghadang pekerjaan agen. Mereka hanyalah divisi yang mewakili perusahaan ntuk mendapatkan case yang sehat, menghindari kerugian akibat tindakan yang merugikan perusahaan.
Dengan mengerti tentang persyaratan persyaratan yang harus dilalui untuk proses premi besar yang mempunyai UP tinggi akan sangat membantu proses SPAJ menjadi polis, otomotis penghasilan besar segera menjadi kenyataan. Tidak mengecilkan arti premi kecil, namun bila Anda membidik premi premi besar akan mempercepat pencapaian Anda baik untuk kontes trip, MDRT, tujuan dan impian Anda pribadi!!. (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1586818