apel

Sering ketika agen di lapangan, calon nasabah membandingkan antara produk yang ditawarkan dengan produk lain dari company yang berbeda. Bila tidak mempunyai pengetahuan produk yang memadai, maka akan sulit membandingkan dari sisi tertentu. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan produk, jangan sampai akibat ketidak tahuan agen terhadap jenis produk, mengakibatkan mengadakan perbandingan secara tidak fair. Ibarat membandingkan jeruk dengan apel. Tidak akan bisa hingga kapanpun.

Jenis produk asuransi, yang paling awal adalah jenis TERM. Yaitu jenis yang paling sederhana. Membeli asuransi jenis ini, hanya mengenal nilai Uang Pertanggungan (UP) dan jangka waktu saja. Artinya, bila nasabah membeli produk jenis Term untuk jangka waktu 1 tahun dengan UP tertentu. Bila ada nasabah yang meninggal pada kurun waktu tersebut, maka klaim akan keluar sesuai UP nya. Sebaliknya bila lewat dari masa tersebut, dan nasabah masih sehat, dan tidak ada klaim, maka uang premi yang dibayarkan hangus. Jangka waktu tergantung spesifikasi produk dari masing masing company. Ada Term yang satu tahun, ada yang lima tahun, sepuluh tahun, bahkan ada yang duapuluh tahun. Premi jenis produk Term adalah yang paling murah. Karena tidak ada nilai tunai atau sejenisnya.

Produk Term cocok bagi mereka yang membutuhkan premi murah dan membutuhkan Uang Pertanggungan besar. Namun sebagian masyarat kurang menyukai karena premi mereka hangus bila tidak terjadi klaim, atau berhenti di tengah masa kontrak.

Jenis Term hanya mengcover klaim meninggal. Tidak bisa ditunggangi dengan rider semacam manfaat pergantian rumah sakit, atau santunan penyakit kritis, atau rider rider yang lain.
Kelemahan produk Term ada pada situasi bila nasabah membeli produk dengan masa kontrak 5 tahun. Pada kurun waktu tersebut, nasabah menderita penyakit tertentu, misalnya kelainan jantung. Di saat polis habis masa kontrak, dan berniat membeli lagi, maka kemungkinan perusahaan asuransi bisa menolak, atau memberi extra premi. Yaitu premi yang lebih mahal dari yang seharusnya, karena telah mempunyai riwayat kesehatan yang tidak standar.

Selanjutnya dikenal produk WHOLE LIFE. Polis asuransi jenis ini, memberi masa perlindungan yang seumur hidup. Ada yang hingga usia 80 tahun, atau bahkan hingga usia 99 tahun. Produk ini bisa ditambahkan dengan manfaat santunan rumah sakit, juga bisa bersamaan dengan santunan sakit kritis, atau juga rider rider yang lain. Dan produk jenis ini mempunyai nilai tunai, yang artinya bila sewaktu waktu berhenti, ada jumlah tertentu sesuai dengan nilai tunai yang ditetapkan perusahaan. Uang premi yang dibayarkan tidak hangus. Nilai tunai tergantung berapa lama usia polis sudah berjalan, dimana semakin lama tentunya semakin tinggi nilai tunainya. Polis jenis inipun ada yang nilai tunainya mengandung nilai deviden. Dimana setiap tahun, ada komposisi keuntungan perusahaan yang dibagi dalam nilai tunai tersebut. Sehingga sesama produk whole lifepun harus dibandingkan dengan tipe yang sama. Karena akan membedakan nilai tunai ketika saat berhenti. Tentunya premi jenis yang mengandung deviden lebih mahal dibanding yang biasa.

Seperti biasanya, dengan produk inipun masyarakat masih belum puas. Mereka beranggapan produk ini hanya bisa dinikmati bagi ahli waris. Artinya bila tidak ada klaim, maka pemegang polis tidak bisa menikmati hasil pembayaran preminya. Atau bila membutuhkan uang, menunggu nilai tunai yang teralokasi cukup lama. Karena pada tahun tahun awal, nilai tunai belum terbentuk, pada umumnya membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun.

Pada awal 1990 mulai banyak produk yang bertipe ENDOWMENT. Jenis produk yang memberi manfaat tahapan. Yaitu pada periode tertentu, bisa tiap 5 tahun, atau tahun tertentu sesuai kriteria produk dari perusahaan, keluar dana yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Dana tersebut tidak harus dimanfaatkan. Karena bila dana itu tidak dicairkan, dan diinvestasikan kembali, akan berpotensi untuk mempersingkat masa wajib penyetoran premi. Produk jenis inipun bisa ditambah dengan tunggangan manfaat rumah sakit, santunan penyakit kritis, dan fitur rider lainnya. Sesaat produk ini membanjir di pasar, apalagi saat tipe ini dikombinasi dengan tipe Whole Life, sehingga sekalipun dana tahapan sudah cair dan diambil, namun masa perlindungan sampai seumur hidup.

Namun masa keemasan produk ini mulai pudar, saat nasabah mulai membandingkan bila uangnya ditabungkan di bank, dan sadar bahwa premi produk Endowment tidaklah murah. Hasil jangka panjang bila dibandingkan dengan menabung di bank, tanpa memperhitungkan klaim, produk ini memberikan hasil investasi yang kecil.

Seiring dengan perkembangan jaman, produk UNIT LINK mulai masuk di Indonesia. Produk ini adalah gabungan antara produk jenis Term dan Investasi. Dan pilihan investasi bisa dipilih sesuai keinginan nasabah. Di sini perusahaan asuransi lebih berfokus pada instrumen investasi dan fitur asuransi. Pada Unit Link dana investasi dikelola oleh FUND MANAGER (Manager Investasi), yang bertugas mengelola dana nasabah, menentukan strategi pengembangan dana nasabah untuk menghasil return yang terbaik. Dan ada BANK KUSTODIAN, yang bertugas sebagai bank penampung dana nasabah. Karena dalam aturan undang undang investasi Fund Manager tidak boleh memegang dana nasabah. Sehingga dana tersebut harus berada di bank penampung. Bank Kustodian tinggal menjalankan 'perintah' Fund Manager dalam melakukan tindakan investasi. Dan Bank Kustodian melakukan perhitungan hasil keuntungan atau kerugian investasi dirupakan dengan satuan unit yang dinamakan NAV (Nett Asset Value) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). Ada beberapa pilihan investasi, mulai EQUITY FUND, dimana dana nasabah diinvestasikan dalam bentuk saham saham. Fund Manager yang menentukan berdasarkan keahlian dan kemampuan analisa untuk melakukan aksi beli ataupun jual, yang bertujuan memberi keuntungan kepada para nasabahnya. Namun seperti kita tahu bahwa potensi keuntungan berinvestasi di sektor saham, akan sebandingan dengan resiko kerugiannya. Sehingga nasabah harus tahu resiko yang bakal ditanggung. Atau ada FIXED INCOME, dimana dana nasabah dikelola dalam bentuk obligasi atau surat utang. Jenis ini memang potensi keuntungannya lebih kecil dibanding dengan investasi di sektor saham, namun resiko kerugiannya juga relatif lebih kecil. Apabila menginginkan resiko yang lebih konservatif, nasabah bisa memilih MONEY MARKET FUND, yang dikelola di sektor pasar uang. Tentunya hasil investasi di sektor ini cenderung flat, namun demikian pula dengan resikonya yang hampir dikatakan tidak ada. Nasabah juga bisa melakukan secara kombinasi ke tiga sektor investasi. Dengan pengaturan sesuai prosentase. Dan tiap saat juga bisa melakukan perpindahan jenis investasi, yang disebut SWITCHING. Tentang pengaturan mekanisme investasi tiap tiap perusahaan bisa berbeda. Oleh karena sebagai nasabah minta membaca aturan yang ada terlebih dahulu, atau meminta bantuan agen atau Financial Consultant untuk menjelaskan.

Jenis Unit Link merupakan asuransi yang mengandung investasi, sehingga pada tahun tahun awal dikenakan biaya akuisisi. Waktu berapa lama dan besarnya biaya akuisisi bisa berbeda antar perusahaan. Dan tentu saja semua ini akan mempengaruhi hasil investasi. Disamping memperhatikan berapa lama dan besar biaya akuisisi yang perlu diperhatikan juga adalah biaya biaya lain yang ditimbulkan. Karena sering terjadi, seakan akan biaya akuisisi kecil dan singkat, namun pembebanan biaya pemeliharaan dan biaya lainnya sangat tinggi, yang ujungnya mengurangi hasil investasi.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah penentuan harga NAV. Beberapa perusahaan menggunakan dua harga. Ada Harga Jual dan Harga Beli. Harga Jual selalu lebih rendah dibanding Harga Beli. Artinya saat nasabah mengambil uangnya, biasa disebut Withdrawal, maka menggunakan harga NAV yang lebih rendah.
Produk jenis Unit Link reguler pada umumnya mempunyai masa pembayaran atau penyetoran premi seumur hidup. Namun bila pengaturan komposisi yang tepat antara Premi Regular dan Top Up, dan ditunjang dengan hasil investasi yang bagus, sehingga hasil investasi selalu lebih besar dari biaya biaya asuransi (COI - Cost Of Insurance), maka nasabah tidak perlu mempunyai kewajiban seumur hidup. Seorang Financial Consultant yang bagus dan berpengalaman biasa mengatur masa kewajiban penyetoran premi berkisar anatara 7 hingga 10 tahun.

Sebagai bahan pertimbangan bila membeli produk unit link, bila Anda tidak punya waktu memonitor situasi dunia financial khususnya saham, sebaiknya belilah dari seorang agen yang profesional, kalau memungkinkan mereka punya gelar keuangan. Yang mampu memberi advise dalam situasi tertentu, sehingga menghindarkan Anda dari resiko kerugian.

Nah, dengan mengetahui jenis jenis produk asuransi akan membantu kita pada saat harus membandingkan antara produk yang satu dengan produk yang lain. Namun dengan perkembangan produk dunia asuransi saat ini, banyak produk yang sudah dikombinasikan, antara produk yang satu dengan produk yang lain. Oleh karena itu dibutuhkan pengalaman dan kejelian ketika melakukan analisa. (HC)

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia