New Article Released  " DAFTAR NAMA VERSUS KANVASING "

BEDA APLIKASI TAPI SALING BONCENG
 

Test1234

Test 1234

Live Chat

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Event Calendar

Last month June 2018 Next month
M T W T F S S
week 22 1 2 3
week 23 4 5 6 7 8 9 10
week 24 11 12 13 14 15 16 17
week 25 18 19 20 21 22 23 24
week 26 25 26 27 28 29 30
 

BUKANLAH BASA BASI

 

basa-basi

 

Banyak orang mengatakan bahwa untuk bisa menjadi agen asuransi haruslah pintar omong. Pendapat ini tidaklah 100% benar. Karena pintar omong atau pandai bicara berbeda dengan kemampuan komunikasi. Belajar berkomunikasi meliputi kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, dan kemampuan mengolah kalimat hingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh kawan bicara (Saya lebih suka menggunakan istilah kawan bicara, daripada lawan bicara. Karena dengan menggunakan istilah lawan bicara, secara tidak sadar otak kita menerjemahkan bahwa situasi berhadapan dengan lawan, sepertinya sejak awal kita mendudukkan situasi berseberangan. Sehingga menimbulkan konfrontasi atau debat. Dengan kawan bicara posisi kita menjadi sebuah keakraban).

 

Dalam siklus penjualan sebelum masuk tahapan presentasi, ada bagian perjumpaan. Yaitu bagian dimana prospek akan menilai penampilan luar Anda. Di saat itulah fase penilaian awal yang penting bagi kelangsungan bisnis kita. Artinya bila pada fase ini penampilan kita tidak layak dipercaya maka selesailah perjuangan kita menuju closing. Di sinilah anggapan orang tentang isi buku lebih penting daripada cover ternyata salah. Faktanya orang akan menilai dari covernya, apakah cukup menarik untuk dilihat isi bukunya. Penampilan luar kita sangat menentukan apakah kita bisa lanjut dan menanamkan kepercayaan pada prospek kita. Kalaupun kita sudah lolos pada situasi ini, maka berikutnya adalah tahapan kemampuan komunikasi kita. Sering orang mengatakan kita harus melakukan basa basi terlebih dahulu sebelum melakukan presentasi. Saya pribadi  menghindari kata basa basi. Karena basa basi jauh dari ketulusan. Sedangkan tahap awal komunikasi dalam bisnis ini, adalah menanamkan ketulusan. Dengan ketulusan berlanjut pada penanaman bibit kepercayaan.

 

Apa yang membuat prospek percaya pada kita?
Coba bayangkan kalau Anda berada pada posisi seseorang yang didatangi sales person yang ingin menawarkan barang atau jasanya, apa yang membuat Anda pada akhirnya membeli dari sales person itu?
Ternyata bukan produk yang bagus dan penjelasan yang baik yang membuat kita memutuskan untuk membeli. Tapi karena sales person tersebut mampu membuat kita senang berhubungan dengan dia. Salah satu hal yang membuat kita senang berhubungan dengan sales person itu, karena dia mampu berkomunikasi dengan baik. Kadang belum tentu sales person itu mampu menjawab semua pertanyaan tentang pengetahuan produk, namun kadang menjadi pendengar yang baik membuat hati kita menjadi nyaman.
Coba pikirkan apa yang membuat kita nyaman ketika bertemu orang yang baru kita kenal ? Tentu saja kalau orang tersebut bersikap dan berbicara sesuatu yang membuat kita gembira. Hal yang membuat kita senang adalah ketika orang lain bisa melihat kelebihan kita dan mengutarakan dengan ketulusan.
Cermin daripada itu, ketika kita melakukan prospekting kita juga melakukan hal yang sama. Buat prospek Anda senang, dengan mengatakan apa kelebihan dia dan ucapkan dengan ketulusan. Karena pujian yang tidak tulus akan terasa oleh orang yang mendengarkan dan gestur Anda (bahasa tubuh dan mimik wajah) akan menunjukkan hal itu. Oleh karena itu dalam situasi ini bukan basa basi yang terjadi, karena basa basi tidak mencermin ketulusan.

 

Dalam pertemuan awal, kita bisa mencari setiap kelebihan dari prospek. Baik kelebihan personal, maupun kelebihan di sekitarnya. Dari sini kita belajar bagaimana melihat sesuatu dari sisi positif. Kalaupun Anda memasuki ruang kantor prospek dengan kondisi berkas dan dokumen yang menumpuk tidak teratur, hal itu janganlah dipandang dari sudut negatif. Anda bisa ambil pandangan positif, bahwa orang yang sukses pasti pasti sibuk, dan pekerjaan bertumpuk. Sehingga tidak punya waktu untuk merapikan. Bahan berkomunikasi bisa dari mana saja. Dengan melihat piagam penghargaan atau piala pada sudut ruangan, Anda bisa menyatakan apresiasi atas prestasinya. Akan lebih mendukung bila Anda mempunyai pengetahuan yang cukup akan prestasi prospek. Bila kebetulan itu piagam atau piala yamg didapatkan dari turnament tennis, akan lebih baik bila Anda mengerti tentang olah raga tennis. Karena bila hal ini terjadi, maka prospek akan senang dan merasa Anda bukan orang asing. Melihat foto keluarga juga bisa dijadikan topik perbincangan. Dengan memberi pujian akan keharmonisan atau keelokan wajah anak anaknya. Menguasai teknik bertanya yang baik, akan membuat prospek bercerita banyak tentang dirinya. Karena pada dasarnya tiap orang suka bercerita tentang dirinya sendiri dibandingkan mendengar cerita tentang orang lain.
Mengetahui lebih banyak tentang pribadi prospek akan sangat membantu keakraban kita dengan prospek. Dengan mengetahui hobbynya, dalam kedatangan berikutnya kadang kita bisa membawa sesuatu, misalnya buku, majalah, CD, atau hal yang berhubungan dengan kesukaannya. Pada tingkat tertinggi, hubungan prospek dengan kita seperti kawan akrab dan seperti keluarga.
Demikian juga bila Anda menguasai topik pembicaraan yang disukai prospek, dan selalu bisa menjadi kawan bicara yang tersambung maka akan membuat prospek suka berbincang dengan Anda. Topik topik yang aktual tentunya Anda harus tahu. Berita politik dan ekonomi harus Anda kuasai. Hal seperti ini tidak sulit, asal Anda mau membaca. Biasakan membaca koran setiap hari. Dengan banyak membaca koran tentunya Anda akan update berita terkini yang ada di seputar kita, dan akan membantu Anda dalam berkomunikasi. Menambah pengetahunan bisa dari membaca koran, bisa juga dari televisi. Pilihan koran yang Anda baca, bisa dipilih dari koran nasional atau daerah yang bermutu. Jamgan menghabiskan waktu dengan membaca sesuatu yang tidak berguna. Ada Agen saya yang suka membaca, namun yang disayangkan yang dibaca adalah komik, atau majalah gosip atau klenik. Demikian juga menonton televisi pilihlah saluran yang berguna bagi pengembangan pengetahunan yang berhubungan dengan bisnis Anda. Waktu yang kita miliki adalah 24 jam sehari, tidak kurang tidak lebih. Baik orang kaya maupun miskin semua punya waktu yang sama. Oleh karena pilihan kita adalah memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Saluran televisi yang berisi acara yang tidak membangun, semacam sinetron, layaknya dihindari. Pilihlah chanel televisi berita berita aktual, dan analisis para pakar dalam berbagai bidang. Tontonan olah raga sangat membantu pengetahuan di kala dibutuhkan saat berbincang dengan prospek tentang hobbynya.
Dengan banyak membaca maka kita akan mempunyai wawasan yang luas, sehingga dalam membangun komunikasi akan lebih mudah. Karena pengetahuan yang luas akan memudahkan kita berkomunikasi dengan siapa saja dengan latar belakang yang berbeda beda. Bagi yang tidak suka membaca, pada tahap awal akan merupakan tekanan. Tetapi apabila Anda benar benar ingin menekuni bisnis ini, maka tidak ada pilihan lain bahwa Anda harus punya pengetahuan yang luas. Karena bisnis yang kita tekuni ini adalah bisnis manusia. Mulai prospek sampai membangun team, kita akan bertemu orang dengan berbagai macam latar belakang. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan wawasan yang memungkinkan kita mampu berkomunikasi dengan siapa saja, perbedaan usia, pendidikan, bidang pekerjaan, hobby, dan perbedaan apapun menjadi tidak masalah. Memang tentunya kita tidak menjadi orang yang serba tahu, namun kebiasaan membaca akan membantu kita dalam berkomunikasi dan pergaulan.

 

Suasana kenyamanan yang akan kita bentuk tentunya harus bisa dijaga sejak awal pertemuan. Di alam tropis ini cuaca panas kadang bisa menjadi halangan, oleh karena itu tidak perlu kita 'mengingatkan' kegerahan menjadi sebuah kalimat. Karena hal hal negatif akan membuat merusak suasana. Namun juga tidak harus mengatakan sebaliknya, artinya ketika suasana gerah, Anda mengatakan bahwa cuaca sejuk. Hal bertentangan malah membuat keanehan dan mencerminkan kepura puraan. Menghindari kegerahan bukan hanya melalui kata kata, namun gerak tubuh kita juga harus dijaga. Karena gerak tubuh juga bisa terbaca oleh orang lain. Kita harus kelihatan nyaman dalam arti yang sebenarnya. Pengalaman saya ketika menemani visit, seorang agen kadang kala tanpa sadar melakukan gerakan tubuh seperti kipas kipas, atau menggunakan kertas untuk mengipasi dirinya. Kalaupun prospek yang melakukan tindakan tersebut, kita tidak bisa mengontrol mereka, namun kita tetap berkewajiban mengontrol diri kita sendiri.
Gerakan tubuh yang harus dihindari adalah menguap. Tanpa disadari ketika dalam perbincangan Anda menguap, tentunya akan mengganggu komunikasi. Menguap bukan hanya menunjukan mengantuk, namun bisa mencerminkan kebosanan. Ketika tubuh Anda sepertinya akan menguap cobalah imbangi dengan tarik nafas yang dalam secara halus. Ketika mengantuk, maka tubuh Anda membutuhkan oksigen dalam darah. Menarik nafas panjang perlahan dan halus agar prospek tidak terasa sehingga suasana bisa tetap terjaga.
Perbincangan akan bagus bila tidak terganggu dan terpotong dalam berbagai gangguan. Hal yang sering mengganggu adalah bunyi handphone, atau alert bbm atau sms. Tentunya kita tidak menghalangi prospek untuk menerima telepon, atau membaca bbm atau sms. Namun hal ini kadang memotong pembicaraan kita. Hal yang bisa kita jaga adalah hal itu bukanlah berasal dari kita. Segala bentuk bunyian yang berasal dari kita sejak awal memasuki ruang sudah harus silent. Dan usahakan masuk dalam tas atau saku. Membiarkan dalam pandangan Anda, akan memaksa Anda memperhatikan dan melirik bila tanda lampu indikator menyala. Menghindari gangguan dalam bentuk apapun selalu terjaga sejak awal.

 

Sering ada pertanyaan berapa lama waktu untuk melakukan awal perbincangan? Akan sangat susah menjawab dengan kepastian. Karena memindah topik harus berjalan dengan baik. Memang tujuan utama ketemu dengan prospek adalah melakukan presentasi, namun perbincangan menanamkan kepercayaan juga sangat dibutuhkan. Oleh karena itu Anda harus peka dalam situasi. Pengalaman saya waktu sekitar 5 menit cukup menciptakan keakraban. Perbincangan yang nyambung akan mempermudah menjalin komunikasi.
Memotong pembicaraan akan sangat tidak disarankan, namun cara lebih halus bisa Anda lakukan dengan mengeluarkan peralatan presentasi Anda. Semacam kertas kosong atau map tools. Setiap gerakan tersebut dilakukan dengan halus dan alamiah, sehingga prospek mengerti bahwa Anda siap melakukan presentasi.
Dengan awalan komunikasi yang baik, Anda sudah menjalin sebuah hubungan yang memupuk sebuah kepercayaan. Dan kepercayaan adalah pintu masuk kesuksesan. (HC) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Headquarters Visitors (Sejak 10 April 2013)

1559342