COVER BOOK

Satu waktu Anda bepergian naik pesawat, dan duduk di barisan depan. Kebetulan kali ini menggunakan tipe pesawat yang tidak ada kelas bisnisnya. Pramugari cantik dengan senyum khas keramah tamahan menyambut Anda dengan ucapan selamat pagi. Tak lama berselang setelah Anda duduk, tampak pramugari yang berdiri di sebelah pintu masuk, menyambut dengan hormat, dan memberi salam 'selamat pagi Captain'. Sebuah ucapan yang sangat standar dan sering Anda dengar.

Namun yang cukup mengejutkan, dan membuat Anda terpana, ketika ujung mata Anda menangkap gambaran seorang berkaos tanpa lengan. Dan tampak tato bergambar tengkorak seperti bajak laut menghiasi lengan bagian atas yang nampak berotot. Sementara mata Anda juga menangkap daun telinganya yang ditindik bertumpuk deretan tiga cincin. Rambut gondrongnya tanpa disisir agak tersibak diterpa angin yang berhembus melalui pintu masuk. Senyum tipis pria itu membalas sambutan sang pramugari, dan dengan sigap membuka handle pintu ke arah cockpit. Sampai di sini, pikiran Anda menerawang memikirkan sesuatu, sambil menunggu beberapa saat, namun pria tersebut tidak keluar lagi dari ruang cockpit. Saya percaya Anda pasti tidak mengharapkan pria tersebut adalah pilot yang akan membawa Anda terbang ke tempat tujuan.

Kalau Anda tidak sabar, mungkin Anda segera memanggil pramugari untuk mendapat kepastian siapa pria itu.
Ketika pramugari mengatakan kepada Anda bahwa yang masuk tadi adalah pilot yang memimpin penerbangan. Apa yang Anda pikirkan ?Mungkin kalau memungkinkan Anda akan turun dan menukarkan boarding pass Anda dengan penerbangan berikutnya, atau berganti maskapai.

Apa sebenarnya yang membuat Anda tidak tenang?
Tentu saja saya tahu. Anda merasa tidak yakin dengan penampilan orang yang masuk cockpit dan diakui oleh pramugari sebagai pilot. Dalam gambaran otak Anda, bahwa penampilan seorang pilot haruslah dengan seragam seperti yang sering Anda lihat. Gambaran seorang pilot jauh dari apa yang lihat dari seorang pria berbusana tanpa lengan. Rambut pilot biasanya pendek dan tersisir rapi, bukan gondrong dan kumal.
Sekalipun sang pramugari tadi mengerti dengan ekspresi Anda yang tidak yakin. Sehingga harus menjelaskan kepada Anda bahwa pria tadi adalah salah satu pilot terbaik yang dimiliki maskapai penerbangan. Bahkan menjelaskan pengalamannya yang lebih dari 5 tahun menerbangkan pesawat, dan sejumlah penghargaan yang telah diraihnya. Namun semuanya tidak mengurangi keraguan Anda terhadap pilot tersebut.

Mengapa?

Keraguan atau ketidak percayaan Anda terhadap pilot tersebut, hanya gara gara penampilannya yang tidak sesuai dengan gambaran Anda, sebagaimana penampilan seorang pilot. Anda tidak peduli dengan penjelasan pramugari tentang reputasi pilot tersebut. Yang semuanya itu akan menimbulkan kecemasan.
Penampilan akan mengganggu kepercayaan Anda terhadap keahliannya.

Situasi sebaliknya. Bila seorang berseragam putih dengan tanda pangkat di pundak. Topi khas pilot, bahkan kaca mata hitam sering melengkapi penampilannya. Cara berjalan tegap dan pandangan lurus ke depan, menambah wibawa seorang pemimpin penerbangan. Anda akan yakin dan tenang dengan perjalanan Anda, sekalipun orang tersebut baru lulus dari simulator. Dan hari itu merupakan pengalaman yang pertama menerbangkan pesawat yang sebenarnya!!!

Sekali lagi penampilan yang membuat Anda yakin dengan profesi.
Sedemikian pentingkah penampilan untuk memupuk kepercayaan ?

Sering di dalam forum diskusi, banyak agen yang mengatakan mengapa mereka sulit closing. Mereka sudah melakukan presentasi, bahkan sudah menghandle setiap keberatan dengan baik. Namun prospek belum memutuskan untuk membeli.

Di dalam siklus penjualan, yang tidak bisa dihindari adalah BERTEMU prospek. Artinya, ada kondisi Agen dan Prospek langsung tatap muka. Disinilah kunci awal dari closing. Riset pernah dilakukan oleh konsultan penjualan. Ternyata 60% alasan orang membeli, karena 'siapa yang menjual'. Produk yang bagus dan Company yang bagus menempati masing masing 20%. Oleh karena itu sering saya menemui, banyak nasabah yang membeli produk yang tidak terlalu bagus, bahkan masuk dalam kategori produk jelek. Dan kadang juga nasabah tidak tahu reputasi perusahaan. Mereka membeli karena percaya dengan siapa yang menjual. Mereka percaya kepada Agennya !!

Jadi ketika Anda bertemu dengan prospek untuk pertama kali, disanalah kunci awal menanamkan kepercayaan. Prospek tidak bisa menilai pengetahuan dan ketrampilan Anda. Dia hanya punya waktu dalam hitungan detik atau menit, untuk menilai siapa Anda.

Untuk menilai isi buku, seorang butuh waktu lama untuk membacanya. Tapi menilai cover hanya butuh hitungan detik. Demikian pula dalam bisnis, seseorang akan membutuhkan waktu lama untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan, serta isi hati Anda. Namun penampilan Anda langsung mengirimkan sinyal ke otak, dan memberi respon apakah Anda layak dipercaya.
Oleh karena itu, jangan pernah remehkan penampilan Anda. Tidak harus menggunakan busana dan asesoris yang mahal. Namun apa yang Anda pakai, harus sesuai dengan citra diri Anda sebagai orang yang berprofesi di bidang keuangan.

Kalau Anda bertanya seperti apa harusnya kita berpenampilan ? Cara paling gampang, tengoklah teman teman kita yang bekerja di bank. Khususnya yang berada di divisi marketing, loan, funding. Yang mana tugas mereka juga harus bertemu dengan nasabahnya.

Untuk pria, gunakan baju lengan panjang dan celana panjang formal. Bila mungkin, gunakan lengan panjang ber manset. Akan membantu tampilan Anda lebih 'mahal'. Bahan celana jeans sebaiknya dihindari, kecuali Anda bertemu dengan lingkungan saat tidak formal. Itupun dengan bahan jeans berwarna gelap dan bukan jeans belel. Pilihan warna untuk kemeja, gunakan warna netral formal. Bukan warna yang tajam. Warna pastel akan tampak lebih dingin. Celana panjang lebih mudah dipadukan bila berwarna hitam atau gelap. Ikat pinggang sewarna dengan celana. Pada tempat tempat yang mendukung, gunakan dasi yang cocok, baik bahan maupun warnanya. Apa arti tempat yang mendukung? Kadang kita harus ketemu prospek di pasar grosir. Atau pertokoan tanpa AC. Sebaiknya dasi dilepas, karena di sana Anda akan tampak asing. Dan di udara panaspun, tidak masalah bila tanpa berdasi. Karena jangan sampai Anda malah tampak kegerahan, dan justru kelihatan tersiksa.

Sepatu gunakan warna gelap atau hitam dengan model formal. Dan kaos kaki juga warna gelap, sesuai dengan warna sepatu. Penggunaan asesoris pada pria jangan terlalu berlebihan. Penggunaan cincin maksimal 2 buah. Dan jangan menggunakan anting atau giwang di telinga. Rambut harus rapi, dan tidak gondrong. Kumis lebat sangat dihindari.

Bagaimana dengan wanita? Tetap kita gunakan standar teman teman di bank. Pemilihan busana wanita dan make up harus benar benar diperhatikan. Karena dari busana akan menimbulkan penilaian calon nasabah Anda. Banyak suara sumbang dengan profesi Agen Asuransi bagi banyak wanita, karena kadang mereka berpenampilan yang justru bukan mencerminkan seorang profesional di bidang keuangan. Kesalahan pemilihan busana, akan menimbulkan persepsi negatif. Penggunaan rok mini sangat tidak dianjurkan. Make up harus dilakukan, tapi harus dijauhkan dari kesan menor. Selalu gunakan lipstik atau lipgloss agar bibir Anda lebih segar. Rambut harus nampak rapi, tidak nampak kusut. Untuk wanita gunakan sepatu hak tinggi, namun tidak lebih dari 7 centi. Pemakain sepatu hak tinggi akan membuat cara berjalan Anda nampak anggun.
Busana harus berlengan. Penggunaan giwang atau anting gunakan yang sederhana. Jangan sampai mata prospek terganggu dengan pemakaian yang mencolok.

Pada pria kuku harus bersih dan dipotong rapi, sedang pada wanita, dipotong dengan dibentuk dan bila perlu diwarna kutex transparan. Jari yang nampak lentik dan bersih akan menambah nilai penampilan Anda. Penggunaan arloji sangat disarankan, tanpa itu akan kelihatan Anda bukan orang yang menghargai waktu.
Yang tidak kalah penting bagi pria atau wanita, badan Anda tidak boleh berbau. Coba tanyakan den saudara, orang tua, atau teman dekat, apakah ada bau badan Anda yang mengganggu. Cobalah ramuan tradisional untuk menghilangkannya. Gunakan parfum secukupnya, pilihlah aroma yang segar. Bau badan akan sangat mengganggu kinerja Anda di bidang penjualan.

Penampilan yang enak dipandang mata akan sangat menunjang kinerja Anda di bidang penjualan. Pada dasarnya setiap manusia suka dengan keindahan. Penampilan bukan akhir dari sebuah keputusan nasabah. Namun dengan penampilan yang bagus, merupakan pintu masuk Anda menanamkan kepercayaan. Karena disinilah merupakan awal penilaian prospek terhadap Anda. Banyak Agen yang punya pengetahuan dan ketrampilan yang bagus, namun mereka tidak peduli dengan penampilannya. Sehingga mereka kadang terhambat dalam proses selanjutnya.

Penampilan yang bagus, tidak akan otomatis menciptakan penjualan. Karena setelah Anda lulus dalam penampilan, prospek Anda sudah siap menerima Anda. Selanjutnya Anda harus siap menunjukkan 'isi buku' Anda. Kemampuan presentasi dan mengatasi hambatan haruslah Anda kuasai.
Selamat memasuki gerbang berikutnya!! (HC)

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia