70

Countries Worldwide

1830

Formed Since

55

Office in Indonesia

11000 +

Indonesian Agent

85%

Creativity

70%

Design

67%

Vision

78%

Innovation

 

 

1 Agen tidak / kurang mempunyai ketrampilan menjual.
Pada umumnya di beberapa perusahaan asuransi terjadi hal yang ironis. Para agen diajar ketrampilan penjualan oleh para trainer, yang bukan pelaku bisnis. Tanpa bermaksud mengecilkan arti peranan trainer, tentunya akan lebih efektif, bila peran pengajar yang berhubungan dengan skill penjualan dilakukan oleh para leader, yang secara fakta mereka sudah terbukti adalah pelaku di lapangan. Sehingga apa yang diajarkan adalah merupakan pengalaman nyata, aktual, dan bukan sekedar teori. 
2 Agen tidak mempunyai pengetahuan seputar bisnisnya.
Banyak team yang tidak mempunyai meeting berkala yang rutin. Dalih kesulitan mengumpulkan agen karena waktu yang tidak sesuai merupakan alasan utama. Padahal sesungguhnya team leader tidak mempunyai kompetensi untuk menyiapkan materi dan bahan yang akan disampaikan. Kondisi demikian membuat agen tidak mempunyai wawasan dan pengetahuan seputar bisnis yang digelutinya. Hal demikian membuat agen tidak percaya diri ketika masuk dalam proses menangani keberatan nasabah.
3 Agen tidak mempunyai keinginan belajar.
Dengan tidak mempunyai sistematika pengajaran yang baik, membuat agen tidak mempunyai keinginan belajar. Mereka tidak melihat manfaat dari belajar. Yang mereka rasakan adalah belajar itu membosankan. Bahkan ruang training adalah tempat yang paling dihindari.
4 Agen tidak berada atmosfir kompetitif.
Bila Anda berada dalam lintasan orang berjalan lambat, dan gerakan Anda sedikit lebih cepat dari lingkungan Anda, kadang membuat Anda merasa sudah lebih baik. Lain halnya bila lingkungan sekeliling Anda berlari cepat, maka mau tidak mau, Anda tidak ingin berada di barisan belakang. Anda akan berusaha lebih cepat. Demikian juga dengan seorang Agen, bila dalam team dan kantornya, teman teman yang lain melakukan aktivitas yang rendah, maka akan jadi kelihatan aneh bila beraktivitas tinggi. Sebaliknya, bila suasana kantor dan team sudah terbiasa melakukan aktivitas dan pencapaian premi yang tinggi, maka akan melecut semangat untuk bisa mengimbangi atau bahkan melampaui.
5 Agen tidak disiplin.
Kata disiplin adalah kata yang tidak disukai hampir banyak orang. Sehingga banyak leader takut melakukan atau mengajarkan kedisiplinan kepada para Agennya. Menciptakan kebiasaan disiplin banyak ragamnya. Dengan tidak disiplinnya Agen, otomatis sikap dan perilakunya akan menghambat kesuksesannya.
6 Agen tidak mempunyai 'track success.
Dengan tidak adanya track yang menuntun mereka, membuat Agen tidak mempunyai arah dan tujuan Rutinitas melakukan prospek tiap saat, hanya mengejar komisi semata akan membuat mereka cepat jenuh. Ketika mengalami hambatan di lapangan akan membuat mereka cepat putus asa

New Article Released

"ASURANSI ADALAH PENGALIHAN RESIKO, BAGAIMANA DENGAN UNIT LINK ??"   

    Agen tidak / kurang mempunyai ketrampilan menjual. Pada umumnya di beberapa...

Apakah Anda pernah menemui objection semacam ini, ÔÇťApakah di Generali ada produk yang bisa mengcover satu...

    SEMAKIN SEMPURNA!! FITUR TERBARU UNTUK ARMS, BOUNCE BACK!!! Satu fitur lagi yang membuat Automatic...

Setiap orang tentu ingin meraih kesuksesan dalam bisnis asuransi. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya? Program...

hq animasi11

Ruko HR. Muhammad Square Blok C-27
Jl. Raya Darmo Permai II Surabaya
Jawa Timur - Indonesia